Ragam
3 Bupati dan 1 Walikota Segera Turun “Takhta,” Pemprov Usul 12 Penjabat
DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-
Terhitung hari ini, Senin 9 Mei hingga 22 Mei 2022 nanti, tiga bupati dan satu Walikota akan turun “takhta” di Provinsi Maluku. Itu berarti tersisa 12 hari lagi, mereka tidak lagi “berkuasa” di kabupaten/kota yang dipimpinya.



Tiga Bupati dan satu Walikota bersama wakil mereka yang masa tugas segera berakhir 22 Mei 2022 mendatang, yakni, Bupati dan Wakil Bupati Buru, Ramli Umasugy-Amus Besan, Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Thimotius Akerina, Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar (KKT), Petrus Fatlolon-Agustinus Utuwaly dan Walikota dan Wakil Walikota Ambon, Richard Louhenapessy-Syarif Hadler.
Di Buru, Ramli sudah dua periode memimpin di bumi Bupolo. Di SBB, Bupati Thimotius Akerina, baru memimpin di bumi Saka Mese Nusa, setelah Moh Yasin Payapo, Bupati SBB sebelumnya meninggal dunia medio Agustus 2021 lalu.
Sedangkan di KKT, Fatlolon-Utuwaly baru satu periode memimpin daerah yang bertajuk Duan Lolat. Sementara di Kota Ambon, Louhenapessy sudah dua periode memimpin di kota yang bertajuk Manise ini.
Meski begitu, hingga kini belum diketahui siapa saja penjabat birokrasi di Pemerintah Provinsi Maluku, yang diusulkan Gubernur Maluku ke Menteri Dalam Negeri untuk mendapat persetujuan menduduki kursi Penjabat (Pj) Bupati dan Walikota.
Sebelumnya, Karo Pemerintahan Setda Provinsi Maluku, Boy Kaya mengakui, pihaknya belum berproses mengusulkan Penjabat Bupati dan Walikota ke Mendagri, karena masih libur. Namun, informasi yang diterima, Kaya telah membawa nama-nama calon Pj Bupati dan Walikota ke Kemendagri untuk di sampaikan ke Mendagri.”Pak Kaya sepertinya sudah berangkat ke Jakarta. Informasinya 12 calon Penjabat Bupati dan Walikota yang diusulkan. Jadi masing-masing Kabupaten dan kota diusulkan 3 calon Penjabat Bupati dan Walikota,”kata sumber DINAMIKAMALUKU. COM, Senin (9/5/2022).
Terpisah, Kaya ketika dihubungi via aplikasi Whatshap, soal siapa calon Penjabat Bupati dan Walikota yang diusulkan, tidak merespon panggilan DINAMIKAMALUKU. COM, Senin (9/5/2022).
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Jantje Wenno berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, transparan mengusulkan calon Penjabat Bupati dan Walikota ke Kemendagri.”Itu (berkas calon Penjabat Bupati dan Walikota) bukan dokumen rahasia. Nah, kalau Pemprov terkesan rahasia justeru publik bertanya-tanya,”ingat Wenno, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (9/5/2022).
Ketua Fraksi Perindo Amanah Berkarya dari daerah pemilihan Kota Ambon ini mengigatkan, siapa calon Penjabat Bupati dan Walikota yang diusulkan ke Kemendagri adalah hak publik. “Ini soal keterbukaan informasi. Publik harus tahu pemerintah buat apa. Nah, kalau ada keterbukaan tentu tidak terkesan ada main mata dalam proses pengusulan Penjabat Bupati dan Walikota,”harapnya.(DM-01)