Connect with us

Ekonomi

PT Kamboti Rempah Maluku Terima Anugerah Perkebunan Indonesia 2022

Published

on

AMBON, DM.COM,-Sektor Pertanian di Provinsi Maluku, mulai menggeliat di bawah kepemimpinan Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Drs Murad Ismail, SH.MH.

Betapa tidak, usai Kadis Pertanian Provinsi Maluku, DR Ilham Tauda, SP, M.Si menerima penghargaan dari Bank Indonesia, sebagai Mitra Pengendalian Inflasi Terkolaboratif Wilayah Provinsi Maluku Tahun 2022 Kategori Pemerintah Daerah, kini penghargaan berskala nasional diberikan kepada PT Kamboti Rempah Maluku.

PT Kamboti Rempah Maluku, mendapat penghargaan karena selama ini menjadi eksportir Pala ke sejumlah negara di kawasan Eropa.

Ini setelah Direktur Utama PT Kamboti Rempah Maluku, Carla June Pattinama, didaulat sebagai penerima Anugerah Perkebunan Indonesia Tahun 2022 yang  diserahkan oleh Menteri Pertanian Dr. Sahrul Yasin Limpo mewakili presiden RI , pada peringatan Hari Pekebunan 2022 yang dipusatkan di Jakarta International Convention Center, Rabu (21/12/2022) .   

Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Provinsi Maluku, A.D. Lekatompessy mengatakan, ada  12 penerima Anugerah yang berasal dari kalangan pemerintah , Peneliti,   Pengusaha dan UMKM.  “Mereka menerima anugerah karena dianggap layak, berkontribusinya bagi pembangunan pertanian khusunya sub sektor perkebunan,”kata Lekatompessy, lewat rilis yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Kamis (22/12/2022).

Perhelatan Hari Ulang Tahun Perkebunan yang biasanya jatuh pada tanggal 10 Desember dan digelar pada tanggal 21 Desember hingga 23 Desember 2022 dalam bentuk Perkebunan Indonesia  Ekspo 2022 ( Bunex 2022) sebagai sebuah strategi untuk melibatkan semua komponen bangsa dalam membangun perkebunan bersama pemerintah dan masyarakat, “kata Andi Nur Alamsyah STP, MT, Direktur Jenderal Perkebunan dalam Laporan penyelenggara . 
 
Pada kesempatan yang sama Menteri Pertanian dalam sambutannya mengapresiasi langkah penyelenggaraan Bunex 2022.   Lebih lanjut dikatakan,  ekspor perkebunan Indonesia hendaknya mampu mendorong hasil-hasil perkebunan agar berperan penting dalam peningkatan ekonomi bangsa.  Sebab sampai triwulan ke-3 tahun 2022 kontibusi ekspor sub sektor perkebunan telah mencapai 658 Triliun  Rupiah. Sebagian besar diperoleh dari ekpsor 5 komoditas utama yaitu Kelapa Sawit, Karet, Kopi, Kakao, Kelapa. 

Menteri Pertanian menambahkan pula, bahwa dalam menghadapi tantangan 5 C (Covid-19, Climate Change, Conflict, Cost of living, Comoditi price)  dewasa ini , sub sektor perkebunan perlu untuk melakukan langkah-langkah produktif dengan tidak hanya berfokus pada budidaya namun terus  mengembangkan hilirisasi produk yang bernilai tambah dan berdaya saing.

” Pada sisi lain Ijin Usaha Pekebunan (IUP)  yang telah diterbitkan perlu untuk terus dievaluasi agar tidak ada lahan yang  dibiarkan kosong.  Sedangkan untuk menghadapi minimnya anggaran pemerintah dalam  membiayai pembangunan, petani dan pelaku usaha perkebunan perlu didorong untuk memanfaatkan Kredit Usaha yang disediakan pemerintah,”jelas Limpo.
 
Dalam rangka meningkatakan peran sektor perkebunan, Bunex 2022 diisi dengan serangkaian kegiatan diantaranya Forum Investasi perkebunan, Bisnis Matching, Focus Group Discussion, Talkshow dan Launching PAMIGO (Pabrik Mini Minyak Goreng Kelapa Sawit). 

” Pamigo merupakan inovasi dan kerja sama Dirjen perkebunan dengan kalangan industri untuk memfasilitasi masyarakat memproduksi  minyak kelapa sawit secara mandiri  agar kelak mampu menghadapai kelangkaan minyak goreng seperti yang dialami pada awal tahun 2022,”terang Limpo.
 
Sementara itu, PT Kamboti Rempah Maluku sebagai penerima penghargaan,  selama ini dikenal sebagai Eksportir Komoditas Rempah Pala.  Pada Januari 2022 telah berhasil mengekspor biji pala dan Fuli Pala kering sebanyak 8 ton secara langsung dari Pelabuhan Ambon dengan tujuan negara Belanda.  “ Ekspor Pala Banda ke Eropa bagi PT Kamboti Rempah Maluku tidak mengalami kendala  yang berarti karena Pala Banda telah memiliki Brand tersendiri dalam kalangan pembeli di eropa, namun yang menjadi kendala adalah banyaknya kompetitor di lapangan dan kesiapan petani untuk secara konsisten menghasilkan  pala dengan kualitas terbaik, “ tutur Carla June  Pattinama – Natan,Direktur PT Kamboti Rempah Maluku.(DM-02)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *