Politik
Sapa Kader PKN, Hukubun : Maluku Harus Mampu Berbicara di Kancah Nasional
AMBON,DM.COM,-Wakil Ketua Umum Pimpinan Nasional (Pimnas) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Gerry Habel Hukubun, SE berharap, Provinsi Maluku kedepan, mampu berbicara di level nasional. Sebab, selama ini daerah bertajuk seribu pulau ini tidak memiliki nilai bergaining di pemerintah pusat.
“Selama ini Maluku, tidak ada nilai tawar di pusat. Kita tidak sama dengan Provinsi Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT),”kata Hukubun, ketika menyapa kader ditingkat Pimpinan Daerah (Pimda) PKN Provinsi Maluku dan Pimcab PKN Kota Ambon di sekretariat Pimda Provinsi Maluku, Rabu (26/7/2023)
Dia mengaku, pertemuan dengan para kader PKN, merupakan pertemuan pertama setelah Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) beberapa waktu lalu. “Pertemuan dengan para kader saat ini, setelah kami ramah tamah dengan Pak Ketua Umum Pimnas PKN, Anas Urbaningrum. Pak Anas ketika itu meemugaskan saya turun di Indonesia Timur. Ini Pimda PKN Maluku, pertama yang saya sapa. Ini karena kebanggaan saya dari Maluku,”terang Hukubun.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), menerangkan, dirinya menganggap Provinsi Maluku bagian dari dirinya.”Saya harap PKN bagian dari Provinsi Maluku. Ini kesempatan Maluku berbicara di level nasional. Memang Maluku, selama ini dilihat sebelah mata secara nasional. Kita dianaktirikan. Itu fakta,”tegasnya.
Dia membandingkan, Provinsi Papua dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), punya nilai bargaining yang kuat di pusat.” Mereka punya nilai bargaining di pusat. Saya pernah bertemu wartawan televisi nasional. Saya tanya, siapa anggota DPR RI dan DPD RI dari Maluku. Mereka mengaku tidak kenal. Kecuali Pak Nono Sampono (Wakil Ketua DPD RI). Kalau di NTT mereka kenal Beni Kharman dan Melkias Mekeng. Itu survei sederhana. Orang Maluku tidak dikenal. Saatnya kita punya nilai tawar di pusat,”ingatnya.
Untuk itu, mantan calon Wakil Bupati Malra ini berharap, saatnya putra Maluku memiliki nilai tawar di partai politik tingkat nasional.”Ini karena posisi penentuan keputusan. Sebuah arahan bahkan sebuah kepentingan berawal dari politik. Kita mesti mendapat posisi penting di ibukota berasal dari Parpol. Selama ini orang Maluku, tidak ada,”tuturnya.
Meski begitu, Hukubun yang ikut berkontribusi berdirinya PKN ini memberikan pengecualian kepada mantan Sekjen DPP PDIP almarhum Alex Litay. “Ketika itu Pak Litay, memperjuangkan undang-undang Provinsi Kepulauan. Tapi, sekarang orang Maluku, susah bergerak di pusat. Kalau orang Papua dan NTT selalu dapat jatah Menteri. Maluku hanya dapat jatah Menteri era Presiden Soekarno. Setelah itu hingga saat ini orang Maluku tidak dilirik sebagai Menteri ,”terangnya.
Dia membenarkan, sejarah lahirnya PKN, berawal dari putra Maluku. Mantan kader Hanura ini mengakui, banyak dinamika di parpol sebelumnya.”Setelah selesai Pemilu 2019 lalu, saya beproses sebagai Dubes. Saya bilang Sekjen di parpol lama, Pak Gede Pasek Suardika (mantan Ketua Umum PKN/sekarang Ketua Majelis Agung Pimnas PKN). Saya usulkan agar paket dengan Pak Anas dalam pembentukan PKN. Ini karena geopolitik nasional. Kita tahu bahwa Presiden sudah pasti orang Jawa. Itu geopolitik. Nah, ketika Munaslub Pimnas PKN pak Pasek menceritakan itu. Teman-teman harus tahu bahwa sejarah berdirinya PKN dari Maluku,”ingatnya.
Tak hanya itu, Hukubun yang baru saja kembali dari Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, dan Kabupaten Kepulauan Aru, menyapa para kader menyatakan.”Kemarin saya sengaja keliling Aru dan Malra. Saya berencana lanjut ke KKT dan MBD, tapi saya berharap kader di Maluku tetap semangat. Kedepan kita bisa bangga punya kekuatan,”imbuhnya.
Dia juga berharap, para kader berkompetisi secara sehat dan saling bekerjasama merebut kursi DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota pada pemilu legislatif 14 Februari 2024 mendatang.”Saya optimis merebut kursi DPR dan DPRD Provinsi dan kabupaten/kota,”pungkasnya.
Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Pimda PKN Maluku, Liliani Aitonam, pengurus Pimda PKN Maluku, Ketua Pimcab PKN Kota Ambon, Viktor Palijama, dan pengurus Pimcab PKN Kota Ambon. (DM-01)