Connect with us

Politik

Tak Diusung, Mundur dari PDIP, Orno : Saya Dizolimi !!

Published

on

AMBON,DM.COM,-Mantan Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, resmi mundur dari kader dan keanggotaan PDIP. Bupati Maluku Barat Daya (MBD) dua periode itu sepertinya tidak terima partai besutan Megawati Soekarno Putri itu, tidak mengusungnya.

DPP PDIP secara resmi telah mengusung Jefri Apoly Rahawarin-Mukti Keliobas, sebagai bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.

Padahal, ingat mantan Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat yang kini merubah nama menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dirinya menjadi kader dan anggota serta membesarkan partai Banteng Kekar Moncong Putih itu, sejak 18 tahun lalu.

“Saya Drs Barnabas Orno, sedang berada di Jakarta, hari ini Sabtu 17 Aguatus 2024 secara saya resmi mengundurkan diri dari PDIP baik itu anggota maupun kader. Tehadap KTA saya tidak perlu serahkan secara fisik. Karena sekalipun pernyataan secara lisan, tapi resmi dan anggap saja tidak pernah ada,”kata Orno, melalui unggahan video, yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Jumat (17/8/2024).

Padahal, ingat Orno, dalam rekaman video menyapa Megawati Soakrno Putri, Ketua Umum DPP PDIP beserta seluruh jajaran DPP PDIP dan juga seluruh PDIP se Maluku, mulai dari DPD, DPC, sampai pengurus anak ranting. “Lebih dari 18 tahun, saya bersama saudara-saudara dan teman-teman membangun dan membesarkan PDIP di Maluku,”ingatnya.

Orno tidak habis pikir. Sebab, terang dia, empat bulan yang lalu, seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah, se Indonesia dari kader PDIP, dikumpulkan di Lenteng Agung, Jakarta, dalam rangka konsolidasi kepala daerah dan wakil kepala daerah periode 2024-2029, bahwa sesuai arahan Megawati Soekarno Putri, bersama Sekjen, bahwa rekomendasi PDIP di prioritaslan kepada para kader.

“Saya adalah salah satu kader tulen dan salah satu kader murni selama 18 tahun berturut-turut bersama PDIP di Maluku membangun PDIP dalam suka maupun duka. Tapi lemudian dalam perhelatan untuk mendapatkan rekomendasi PDIP sebagai calon Gubernur Maluku, ada pihak tertentu dalam tanda kutip melaporkan ke atas, bahwa selama ini saya tidak membesarkan PDIP,”tuturnya.

Dia menuturkan, 18 tahun bersama PDIP,, bukan waktu yang singkat, mulai dari 2006 hingga 2011, sebagai wakil kepala daerah di MTB direkomendaikan PDIP, kemudian dilanjutkan Bupati MBD Peruode 2011-12016 dan 2016-2021. “Dan 2018 saya direkomendasikan dan terpilih menjabat Wakil Gubernur Maluku periode 2019-2024,”paparnya.

Dia mengaku, secara etika dan moral dirinya dizolimi. Padahal, ingat dia, 18 tahun berturut-turut sebagai wakil kepala daerah dan kepala daerah bersama-sama membesarkanan dan menaikan elektoral PDIP di Maluku. Saya kira hanya Tuhan dan rakyat yang tahu,”tandasnya.

“Kepada warga yang mendukung saya. Bahkan, menghendaki saya dapar rekomendasi PDIP. Tapi putus sudah. Terhadap hal itu saya ucapkan terima kasih tak terhingga, Semoga ada cara dan kehendak Tuhan bangun Maluku dengan cara lain. Terhadap kader dan fungsionaris PDIP, maafkan saya selama 18 tahun kalau punya kekurangan dan kelemahan. Bunga mawar itu berduri. Kalau dipetik pasti tertusuk dan bahkan mengeluarkan darah. Tapi keindahan bunga mawar itu tak terlupakan,”pungkasnya.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *