Politik
Sejumlah Kader Tak Diusung di Pilkada, Ada yang “Lawan” Calon di Parpol Lain

AMBON,DM.COM,-Sejumlah partai politik (Parpol) resmi mengeluarkan rekomendasi kepada para bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di Pilkada serentak medio November 2024 mendatang.
Rekomendasi yang dikeluarkan, sebagian besar kader parpol diutamakan untuk diusung, namun tak kalah menarik, sejumlah kader partai yang selama ini “berdarah-darah” membesarkan partai yang selama ini mereka bernaung, justeru tidak diusung.
Ironisnya, non kader parpol justeru diusung di “pesta” demokrasi lokal lima tahunan. Namun, kader yang tidak diusung ngotot calon Bupati di parpol lain dan mereka bersama pasanganya siap lawan pasangan calon yang diusung parpol asalnya.
Lantas, siapa figur yang tak diusung parpol. Mereka adalah Melkianus Sairdekut (Wakil Ketua DPDcGerindra Maluku), Dharma Oratmangun (kader senior Golkar), Barnabas Orno (kader senior PDIP), Febri Tetelepta (kader Golkar), Utha Safasasubun (kader PDIP), dan Andi Munaswir (Ketua Fraksi Gerindra DPRD Maluku).
Pertama, Sairdekut adalah Wakil Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra Provinsi Maluku Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku ini, sejak awal ingin merebut kursi Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), namun tiba-tiba rekomendasi Gerindra diserahkan kepada Wakil Ketua DPRD KKT dari partai Berkarya. Dia kembali terpilih dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Jawerissa dan pasanganya diusung PSI dan Gerindra merebut kursi Bupati dan Wakil Bupati KKT, sementara Sairdekut ngotot maju mencalonkan diri merebut kursi Bupati KKT bersama Wakil Bupati Kelvin Keliduan. Mereka diusung Partai NasDem, PAN dan Perindo.
Dharma Oratmangun. Politisi senior Partai Golkar ini adalah kader pusat partai berlambang pohon beringin lebat itu. Dia tiga kali mencalonkan diri merebut kursi Bupati Maluku Tenggara Barat kini berubah nama menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, selama ini selalu menggunakan perahu Golkar. Oratmangun juga pernah menjabat anggota DPRD Provinsi Maluku dari Partai Golkar.
Namun, rekomendasi Partai Golkar untuk Pilkada KKT diserahkan kepada Aboyaman Uwuratu, merebut kursi Bupati setempat. Sementara Oratmangun, hingga kini belum dipastikan maju mencalonkan diri kembali merebut kursi Bupati KKT, namun informaso terakhir Oratmangun sementara konsolidasi merebut rekomendaso dejumlah parpol non seat di DPRD KKT.
Berikut mantan Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno dan Febri Tetelepta. Barnabas Orno dan Febri Tetelepta, selama ini optimis diusung PDIP, sebagai bakal calon Gubernur Maluku. Optimisme, Orno dan Tetelepta ini didasari kader partai berlambang Banteng Kekar Moncong Putih itu.
Namun, Jefri Apoly Rahawarin, yang sejak awal tidak dijagokan karena non kader partai berciri khas merah itu, justeru mendapat restu Megawati Soekarno Putri berlaga di Pilkada merebut kursi Gubernur Maluku.
Orno selama ini dikenal kader PDIP tulen. Sebab, ketika menjabat Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat, kini Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Bupati Maluku Barat Daya, dua periode dan Wakil Gubernur Maluku diusung PDIP.
Meski begitu, Orno melampiaskan kekecewaan setelah tidak diusung PDIP. Dia resmi mundur dari kader dan keanggotaan partai besutan Megawati Soekarno Putri itu, karena merasa di zolimi.
Sementara, Tetelepta yang menjabat Deputi I Kepala Staf Presiden, baru masuk dan mengantongi kartu PDIP, paling percaya diri bakal diusung partai itu. Meski, begitu, Tetelepta tidak kecewa tidak diusung PDIP. Dia menerima dan legowo terhadap putusan DPP PDIP.
Sedangkan salah satu kader PDIP yang tak diusing, yakni Utha Safaasubun.Safsasubun yang pernah maju merebut kursi pilkada Kabupaten Maluku Tenggara 2018 lalu, justeru ditinggalkan partai yang dibesarkan dan membesarkanya.
Menariknya, mantan kompetitor Safsasubun, Bupati Malra, Periode 2018-2023, Thaher Hanubun, yang mengantongi rekomendasi PDIP. Padahal, sebelumnya, Hanubun mengundurkan diri dari proses pencalonan Bupati Malra di PDIP.
Belum diketahui Safsasubun ngotot maju mencalonlan diri merebut kursi Bupati Malra, dari parpol lain atau memilih tidak maju merebut kursi orang nomor satu di Malra.
Terakhir, Andi Munaswir. Andi adalah Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Maluku. Munaswir yang saat ini telah mengantongi rekomendaai PDIP dan PKB, bersama Elma Tetelepta, maju sebagai bakal calon Bupati dsn Maluku Tengah. Dia justeru tidak diusung Partai Gerindra. Partai Gerindra justeru mengusung Zulkarnain Awat Amir dan Mario Lawalata, sebagai balon Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah.
Terpisah, salah satu pengamat politik, Herman Siamiloy mengaku, untuk mengusung balon Gubernur, Bupati, dan Walikota, kewenangan adalah DPP Parpol.”Tentu dalam putusan ada pertimbangan tertentu. Apakah, soal koalisi nasional maupun pertimbangan elektoral balon kepala daerah dan kesiapan lain,”kata Siamiloy, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Selasa (27/8/2024).
Untuk itu, ingat dia, tak jarang non kader diusung. Namun, ingat dia, mestinya kader parpol diutamakan untuk diusung. Apalagi, kehadiran parpol sebagai sarana kaderisasi mempersiapkan kepemimpinan nasional dan daerah, mesti dipertanyakan.
“Nah, kalau kader tidak diusung berarti selama ini kaderisasi tidak jalan,”sebutnya.
Apalagi, ingat dia, usung non kader dan kader parpol ada perbedaan ketika mereka terpilih.”Biasanya non kader itu tidak lagi mengindahkan parpol yang mengusungnya di Pilkada. Sementara kader partai pasti membesarkan parpol yang selama ini dibesarkan dan membesarkanya. Banyak pengalaman seperti itu,”pungkasnya.(DM-04)