Connect with us

Politik

Tabaos Warga Kota Ambon : Jangan Salah Pilih

Published

on

Oleh : M. Saleh Wattiheluw, pemerhati pembangunan

Tipa perhelatan pesta demokrasi sudah berbunyi dan kurang lagi 100 hari lagi pemilukada berlangsung di Kota Ambon. Tensi suhu politik semakin tinggi alias memanas sebagai akibat dari persaingan antar pasangan calon, persaingan antar tim sukses bergerak berinteraksi untuk meraih simpati para pemilih.

Kota Ambon dengan julukan “Ambon Manisee dan Kota Musik” belakangan ini tidak manis lagi, bahkan nyaris tidak terdengar lagi bunyi musik, mungkin karena banyaknya problematika, apalagi status Kota Ambon sebagai ibukota Provinsi Maluku, pusat pemerintahan dan pusat perdagangan dan jasa pendidikan, kesehatan serta budaya tentunya kota Ambon memiliki problematika sosial tersendiri.

Banyak fakta nyata berbagai permasalahan sosial sebut saja soal sampah dan kebersihan, pasar mardika, amplas, dirainase saluran air, kurangnya sarana kesehatan dan pendidikan dan masalah lalu lintas. Selain itu juga terdapat problem pemerintahan, terindikasi penyelenggaran pemerintahan yang kurang akuntabel adanya dugaan kebocoran APBD.

Problem-problem sosial maupun pemerintahan tersebut memberikan isyarat kepada pasangan calon walikota harus tahu benar permasalahan Kota, sehingga ketika terpilih dan mendapat kepercayaan dari rakyat, mampu menawarkan solusi dan kebijakan untuk menjawab semua prolema kota Ambon

Publik kota Ambon telah tersaji keempat pasangan calon Walikota & Wawali yaitu pasangan JW-BA, pasangan BW-ET, pasangan AR-NL, pasangan TS-DL keempat pasangan memiliki rekam jejak yang yang mumpuni dan telah resmi mendaptar di KPUD Kota Ambon. Tentunya menarik para pendukung masing-masing ingin memenangkan pasangannya. Analisa di cafe-cafe dan mungkin juga di kampus serta para kelompok masyarakat dilingkungan terhadap ke empat pasangan bagaimana plus minus

Kota Ambon dengan jumlah penduduk sekitar 352.732 ribu jiwa, kepadatan penduduk rata-rata 981,44 jiwa. Jumlah pemilih tetap (DPT) sebesar 252 367 pemilih. Momentum pemilukada serentak di bulan November sangat strategi dalam sejarah perpolitikan di Indonesia dimana warga kota akan menentukan arah dan masa depan daerah termasuk Kota Ambon. Harapan warga kota pada berbagai segmentasi meskipun bervariasi, namun memiliki pandangan dan harapan yang sama agar kota Ambon maju, bersih dan lebih baik dimasa akan datang, sehingga sesuai dengan julukan Ambon Manisee.

Dalam merespon harapan warga kota Ambon tersebut, maka tidak ada solusi lain kecuali butuh pasangan Walikota/Wakil walikota yang lahir dalam proses demokrasi dengan rekam jejak yang mumpuni dan setidaknya memiliki pemahaman sosiologi kemasyarakatan & prularisme, paham birokrasi pemerintahan, paham APBD, serta memiliki ide-ide inovasi mampu mengkapatalisasi potensi sumber daya, dalam rangka meningkatkan PAD minimal menjadi Rp 300 M untuk membangun kota Ambon yang lebih baik dan maju

Warga kota jangan salah pilih pasangan Walikota & Wawali dan jangan mua dijadikan sebagai komoditi politik sesaat hanya karena terbuai dengan janji-janji atau pemberian harapan palsu (PHP) sehingga terbuai dan atau terpengaruh dengan praktek-praktek politik uang alias bali suara. Ketika warga kota terbuai dengan janji-janji atau terpengaruh praktek politik uang, maka Kota Ambon akan mengalami nasib yang sama, yang pada akhirnya masyarakat akan menanggung beban berlanjut dikemudian hari.

Semoga masyarakat, warga kota harus konsisten ditengah kesadaran bahwa Kota Ambon banyak masalah. Pada sisi lain selaku warga kota kita berharap peranan dari lembaga penyelenggara Pemilu mulai dari tingkat KPUD Kota, Panwas Kota sampai TPS secara maksimal dalam melaksanakan tugasnya. Demikian juga kaum cerdas pandai apakah akademisi, politisi, pengamat, aktivis kampus, aktivis LSM untuk ikut serta berperan secara organisasi atau secara individu agar dapat memberikan pencerahan kepada warga kota Ambon untuk menggunakan hak konstitusional memberikan suara kepada pasangan yang tepat sesuai pilihannya.(**)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *