Pemkot Ambon
Penataan Birokrasi, Walikota Ambon : Kita Terapkan Punishment & Reward
AMBON,DM.COM,-Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena menegaskan, dirinya bersama Wakil Walikota, Ely Toisutta menerapkan punishment dan reward dalam penataan birokrasi di Pemerintah Kota Ambon.
“Pilkada telah selesai. Ini yang paling penting. Namun, diberbagai kesempatan beta selalu sampaikan bahwa, kebijakan Walikota dan Wakil Walikota soal penataan birokrasi, akan dilakukan dengan pendekatan punishment dan reward,”kata Walikota dihadapan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Ambon di ruang pertemuan Maluku City Mall, Selasa (4/3/2025).
Pertemuan Walikota dan Wakil Walikota dengan ASN di lingkup Pemkot Ambon, setelah Bodewin-Ely usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, 20 Februari 2024 dan baru saja tiba di Kota Ambon, Senin (3/3/2025) usai mengikuti retret kepala daerah dan wakil kepala daerah di Magelang, Jawa Tengah.
Mantan Penjabat Walikota Ambon ini menegaskan, punishment diberikan kepada ASN ketika melanggar.” Dia tidak loyal, dia tidak melaksanakan tugas dengan baik dan seterusnya.Tetapi sebaliknya yang melaksanakan tugas dengan baik dan loyal serta yang bisa bekerja maksimal akan diberikan reward,”ingatnya.
Menurut mantan Sekretaris DPRD Provinsi Maluku itu, Reward bagi ASN, yakni naik pangkat, dalam jabatan bagian dari penghargaan dan apresiasi kepada kinerjanya.
“Punishment, tentu diberikan penilaian yang objektif. Itu dua hal yang diberikan. Untuk itu, mewujudkan birokrasi yang kapabel, handal serta bersih dari korupsi dan nepotisme segera akan kita lakukan,”tandasnya.
Hal ini dilakukan, lanjut dia, untuk memastikan bahwa, jajaran biriokrasi di Pemkot adalah satu tim. “Kalau kemarin mendukung pasangan calon yang lain tidak usah kuatir. Itu biasa dalam politik. Tapi yang ditakutkan bapak dan ibu masih mensukung paslon yang lain, tapi kita sudah memimpin. Itu yang cilaka dan dapat kartu merah,”tegasnya.
Padahal, ingat dia, dirinya dan Ely Toisutta mengetahui ASN mana yang putih, mana yang hitam dan mana yang abu-abu.” Tapi itu dinamika yang kita jalani dalam proses konstestasi kemarin. Tinggal bapa dan ibu tinggalkan lalu mau kerjasama dengan saya dan ibu Ely atau tidak. Tapi kalau msaih mau kerjasama dengan yang lain silakan,”ujarnya.
Apalagi, ingat dia, dirinya dan Ely Toisutta melepaskan jabatan sebagai Sekwan dan anggota DPRD Kota Ambon, adalah resiko yang sangat besar. ” Kalau kemarin beta seng terpilih, tidak mungkin bapak san ibu kasih suara beta lai. Mungkin hari ini beta ada tanam Keladi dan Pisang di Siwang. Atau ada pigi mangail. api katong dua ditakdirkan oleh Tuhan untuk memimpin kota ini,”Pungkasnya.(DM-04)