Connect with us

Politik

Punya Migas, SBT Layak Jadi Lokasi Maluku Integrated Port

Published

on

BULA,DM.COM,-Pemerintah Provinsi Maluku lewat Gubernur Hendrik Lewerissa sudah melayangkan surat kepada Kementrian/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas untuk merealisasikan salah satu proyek strategis nasional (PSN) di Maluku yakni pengembangan pelabuhan terintegrasi Maluku atau Maluku Integrated Port.

Dalam surat gubernur tersebut desa Waisarisa di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) diusulkan sebagai lokasi pembangunan Maluku Integrated Port atau yang lebih dikenal dengan Ambon New Port. Meski sudah dilayangkan beberapa waktu lalu, namun sampai saat ini Bappenas belum membalas surat gubernur Maluku.

Alasan gubernur Hendrik memilih Waisarisa sebagai lokasi pembangunan Maluku Integrated Port lantaran area itu dinilai yang paling aman dan ideal digunakan untuk pelabuhan terintegrasi.

Meski begitu, gubernur tidak mempermasalahkan jika Bappenas memilih lokasi lain diluar Waisarisa. Menurutnya, yang terpenting adalah proyek miliaran rupiah itu bisa berjalan.

“Memang pilihan lokasi dalam surat yang kami ajukan ke Bappenas itu adalah Waisarisa tapi kalau pemerintah pusat memiliki pertimbangan teknis lain terkait lokasi pelabuhan tidak masalah, yang penting pelabuhan terintegrasi itu dibangun di Maluku,”ujar gubernur dikutip dari salah satu media lokal Maluku.

Menyikapi hal itu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendorong daerah lain di Maluku dijadikan alternatif pengembangan pelabuhan terintegrasi.

Salah satu yang diusulkan adalah  Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Letak geografis daerah dekat dengan Pulau Papua dinilai paling cocok menjadi pelabuhan terintegrasi di kawasan timur Indonesia.

“Pemprov Maluku harus punya alternatif lain. Selain Waisarisa harus ada kawasan lain yang juga diusulkan. Kami melihat Kabupaten SBT bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk Maluku Integrated Port karena dekat dengan Papua”ujar ketua KNPI Kabupaten SBT, Rusdi Rumata kepada media ini Sabtu, (12/4/25).

Rusdi menilai, jika dilihat dari segi kawasan industri maka SBT yang merupakan kawasan Minyak dan Gas paling layak jadi lokasi pengembangan pelabuhan terintegrasi di Maluku. Bahkan kandungan gas di salah satu sumur pada blok non Bula ditaksir melebihi blok Masela di kepulauan Tanimbar. Jika dieksplorasi menjadi yang terbesar di Indonesia.

Ia mendorong, bupati Fachri Husni Alkatiri untuk mengusulkan kepada pemerintah provinsi Maluku dan pemerintah pusat khususnya Bappenas agar SBT dijadikan sebagai lokasi pembangunan Maluku Integrated Port.

Menurutnya, jika bupati yang menyampaikan hal tersebut secara otomatis akan menjadi garansi diikuti dengan kebijakan pemerintah daerah. Salah satunya lahan yang harus disiapkan.

“Kami mendorong bupati dan wakil bupati menjemput bola. Kalau kepala daerah yang menyampaikan usulan tersebut pasti diikuti dengan kebijakan lain,”sebut Rusdi.

Rusdi berharap, selain Pemkab SBT, wakil gubernur Maluku, Abdullah Vanath dan anggota DPR RI fraksi Gerindra, Alimuddin Kolatlena ikut berperan melobi pemerintah pusat agar kabupaten berjuluk ‘Ita Wotu Nusa” itu dijadikan lokasi pengembangan pelabuhan Maluku terintegrasi.

“Kita punya tokoh-tokoh yang punya peran penting ada anggota DPR RI maupun wagub Maluku, semoga mereka bisa berkontribusi untuk pembersihan di SBT,”harap Rusdi. (DM-05)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *