Connect with us

Pemkot Ambon

Walikota Ambon : LBKE Bukan Ajang Kompetisi, Ini Ruang Rekatkan Warga

Published

on

AMBON,DM.COM,-Lomba Baris Kreasi Empang (LBKE) bukan hanya ajang kompetisi tahunan, melainkan juga ruang kebersamaan yang merekatkan warga Kota Ambon.

“Ini adalah momentum menjaga persaudaraan, kekompakan, dan rasa cinta pada Kota Ambon,”kata
Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, ketika Buka Lomba Baris Kreasi Empang XXIII Tahun 2025 di Stadion Mandala, Sabtu (20/9/2025).

Untuk diketahui, Stadion Mandala Remaja Karang Panjang menjadi pusat perhatian ribuan warga yang datang menyaksikan Lomba Baris Kreasi Empang ke-XXIII. Acara bergengsi yang telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Ambon ini resmi dibuka oleh Walikota Ambon.

Sebanyak 40 peserta turut ambil bagian, terbagi dalam kategori anak-anak, remaja, dewasa hingga legend. Mereka menampilkan gerakan baris-berbaris yang dipadukan dengan kreasi seni, kekompakan, dan musik. Sesuai tradisinya, barisan Empang selalu diiringi musik yang diputar dari sound system, membuat peserta tak sekadar melangkah tegas tetapi juga menari, bahkan bergaya disco di tengah barisan.

Ciri khas lain yang membuat lomba ini begitu memikat adalah gaya berekreasi setiap tim. Dengan serasi dan seirama, tim baris Empang bergerak dalam satu formasi mengikuti irama lagu yang diputar oleh masing-masing kelompok. Tidak hanya gerakan, mereka juga memikat penonton lewat kreasi busana. Seragam indah dengan warna-warna mencolok serta desain kreatif menjadi bagian penting dalam menambah daya tarik penampilan.

Sekedar tahu, Lomba baris Empang sudah lama menjadi bagian dari denyut nadi budaya Ambon. Sejak puluhan tahun lalu, kegiatan ini tidak hanya sekadar perlombaan, melainkan juga pesta rakyat. Kata Empang dalam istilah lokal merujuk pada barisan yang berjalan bersama penuh ritme, semangat, dan kreativitas. Musik yang menggema dari sound system, gerakan menari hingga atraksi disco, serta kostum seragam yang menawan menjadikan Empang bukan hanya barisan, melainkan pertunjukan budaya rakyat yang memikat.

Tradisi ini tumbuh seiring karakter masyarakat Ambon yang dikenal penuh kekompakan, suka berkompetisi dengan semangat gembira, serta menjunjung tinggi persaudaraan. Tidak heran, setiap tahun lomba ini selalu dinantikan dan diikuti lintas usia—dari anak kecil hingga orang tua yang masih semangat melangkah dalam barisan legend.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *