Connect with us

Politik

DPD II Disebut “Pragmatis” Dukung BS, Kader Senior Jagokan RR & AY Pimpin Golkar Maluku

Published

on

AMBON,DM.COM,-Ditengah Partai Golkar Provinsi Maluku, diambang kehancuran dan tergerus di partai politik papan bawah, pimpinan DPD II Partai Golkar kabupaten dan kota datangi DPP Golkar, justeru euforia nyatakan dukungan kepada Boy Sangadji (BS), memimpin DPD Golkar Maluku, pada Musyawarah daerah yang direncanakan digelar, medio November 2025 mendatang.

Para pimpinan DPD II Partai Golkar kabupaten dan kota, mestinya tidak “mata kepeng” atau pragmatis mendukung figur kader yang belum teruji dan melewati jenjang panjang secara internal dan eksternal.

Apalagi, partai belambang pohon beringin itu, dari pemilu ke pemilu terus mengalami penurunan kursi. Padahal di era tahun 1980-an dan 1990-an partai Golkar selalu menempatkan kadernya di kursi ketua dan wakil DPRD Provinsi Maluku.

Terakhir pemilu 2024 lalu, Partai Golkar terjerambab sebagai parpol “papan tengah.” Dulunya bersaing dengan PDIP merebut hati rakyat pada pesta demokrasi lokal pemilu, kini parpol pendatang baru seperti Partai Gerindra dan NasDem “menggeser” didominasi Partai Golkar merebut kursi pimpinan DPRD Provinsi Maluku. Sàat ini Golkar berada di parpol “papan tengah” dengan memiliki 4 kursi di lembaga politik itu.

Ironisnya, para pimpinan DPD II Golkar dan sejumlah kader Golkar menjagokan BS karena dinilai memiliki banyak uang yang bisa membesarkan partai itu. Padahal, mereka lupa ketika DPD Partai Golkar Provinsi Maluku dipimpin Abdullah Tuasikal, yang dikenal banyak uang dan berkuasa di Kabupaten Maluku Tengah sebagai Bupati, saat itu tidak mampu menakhodai partai beringin. Dia justeru dia diturunkan ditengah jalan dengan menggelar Musyawarah daerah luar biasa (Musdalub).

Atas dasar itu, salah satu kader senior Partai Golkar menyesalkan sikap pimpinan DPD II Partai Golkar mendukung BS. “Ini bukan soal uang banyak. Dia (BS) belum pernah di pengurus pengurus provinsi. Cuma jadi ketua SOKSI Maluku, lalu ketika reshufle Ramli Umasugi dan Jems Timisela dari kursi Ketua dan Sekretaris DPD Golkar Provinsi Maluku, BS dimasukan dalam struktur kepengurusan.,”bebernya.

Mantan anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi Partai Golkar ini justeru menyesalkan sikap pimpinan DPD II Partai Golkar, yang belum digelar Musda sudah nyatakan dukungan kepada BS.”DPD II tidak jelas. Ini aroma pragmatisnya lebih dominan ketimbang mengutamakan kebesaran partai ini kedepan. Nanti Golkar tambah hancur,”ingatnya.

Padahal, ingat kader Golkar yang enggan namanya diwartakan mengaku, dari sisi pengkaderan BS belum layak didorong atau dijagokan pimpin Golkar.”Mesti lewat pengkaderan dulu,”ingatnya.

Dia mencontohkan, ketika Jems Timisela diangkat sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, terjadi dinamika diinternal karena tidak melewati pengkaderan yang berjenjang.

Lantas, dari deretan para kader, siapa yang layak mengembalikan kejayaan partai Golkar, dia mengaku, hanya Richard Rahakbauw, satu-satunya kader yang bisa memimpin partai itu lima tahun kedepan.”Dia (RR) sudah teruji. Terpilih 3 kali dari Dapil Malra, Kota Tual dan Aru. Pindah dapil tepilih dua periode dari dapil Kota Ambon. Orangnya sudah teruji, memilki kemampuan, dan sudah berdarah-darah dipartai serta melewati jenjang sesuai aturan main di partai,”jelasnya.

Dia optimis, jika DPD Golkar Provinsi Maluku dibakhodai RR, partai itu kembali meraih kejayaanya.”Memang dia (RR) tidak punya uang. Tapi dia punya kapasitas besarkan partai dan mendatangkan uang. Dia punya pengalaman panjang,”ingatnya.

Begitu juga dia menjagokan Anos Yeremias memimpin DPD Partai Golkar Provinsi Maluku. Yeremias akrab disapa AY yang sudah tiga periode terpilih dari daerah pemilihan MBD dan KKT menurutnya, memiliki kapasitas dan pengalaman serta melewati pengkader yang panjang dan berjenjang.

“Nah, kader tulen seperti RR dan AY sangat layak pimpin Golkar. Mereka layak dan teruji serta sangat memenuhi syarat. Jangan hanya melihat uangnya saja. Tapi lihat kapasitas dan pengalaman serta sudah teruji. Jangan lagi masa lalu terulang di Partai Golkar. Kita harus berpikir partai ini kedepan ketimbang pragmatis,”ingatnya.

Terpisah, salah satu Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, yang juga fungsionaris SOKSI Provinsi Maluku, Hani Pariela, ketika dikonfirmasi soal sorotan kepada BS memimpin DPD Golkar Provinsi Maluku dia beralasan tengah berada di jalan.”Kader senior sapa lai yang soroti. Beta ada di jalan. Suara putus-putus. Nanti telepon lai,”kata Hani Pariela.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Subhan Pattimahu, enggan komentar senior Golkar yang enggan namanya diwartakan.”Kalau kader senior itu sebut nama. Bera siap berdebat. Tapi karena tidak mau namanya dipublikasi beta tidak mau ladeni,”ingatnya ketika dikonfirmasi DINAMIKAMALUKU.COM, Jumat (31/10/2025).(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *