Hukum
Kades Nakarhamto Tak Pernah Masuk Kantor & Rapat dengan Warga, BPD Diminta Bersikap
AMBON,DM.COM,-Kursi Kepala Desa (Kades) saat ini banyak diincar untuk didudukinya. Sebab, kucuran Alokasi Dana Desa serta Dana Desa (ADD & DD) bernilai miliaran, bisa kecipratan. Ini yang membuat warga sering bersaing dan berselisih untuk posisi orang nomor satu di desa atau negeri.
Namun, setelah mereka duduk hanya fokus cair ADD dan DD, sejumlah Kades maksimalkan ADD dan DD bagi pembangunan dan permberdayaan di desa. Namun, ada oknum Kades, setelah cair ADD dan DD sang kades menggilang dan tidak pernah masuk kantor dan rapat dengan warga. Diduga ADD dan DD disalahgunakan.
Setidaknya, ini dialami oleh Jhon Dewis, Kades Nakarhamto, Kecamatan Babar Timur, Kabupaten Nama Daniel Anakatototi. Jhon dilaporkan jarang masuk kantor dan tidak pernah gelar rapat dengan warga.
“Kalau cair ADD dan DD baru ke Tiakur, ibukota MBD cair. Tapi setelah itu Kades tidak pernah masuk kantor dan gelar rapat, lalu yang kelola ADD dan DD itu Sekdes Nakarhamto, Nataniel Lorwens,” kata salah satu komponen pemuda Nakarhamto, Daniel Anakatototy. ketika menghubungi DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (26/1/2026).
Dia mengaku, warga setempat hendak memprotes dan buat anarkis menyikapi sikap Kades.”Tapi saya minta tenang dan berharap ada perhatian dari Camat Babar Timur, dan pak Bupati MBD,”ingatnya.
Tujuanya, harap dia, masyarakat berharap Kades loyal terhadap tugas dan tanggungjawabnya.
Warga juga mendesak Ketua BPD Nakarhamto agar dapat melaksanakan fungsi dan tugas kontrol agar segera memanggil kades dan menanyakan alasan di balik ketidakhadiran di kantor maupun alasan di balik tidak pernah menggelar rapat bersama masyarakat pada tahun 2025 lalu.
“Memang sangat penting melakukan rapat, karena disitulah dapat menampung aspirasi masyarakat desa secara keseluruhan. Kalaupun memang tidak bisa memanggil maka sebagai masyarakat kami harus mempertanyakan loyalitasnya sebagai ketua BPD, karena selama kurang lebih 4 tahun ini kades tidak pernah di tegur atas berbagai kelalaian-kelalaian yang di lakukan. Kalau memang tidak sanggup dalam melaksanakan tanggungjawab sebaiknya mundur agar tidak menjadi penghambat dalam mewujudkan proses pengawasan dalam membangun suatu birokrasi pemerintahan yang benar-benar baik dan tertib asas,”paparnya.
Warga juga meminta agar kades tinggal dan menetap di desa induk, karena sebagai masyarakat kami menduga salah satu alasan kades malas masuk kantor karena jarak yang di jangkau cukup jauh karena mengingat saat ini kades tinggal dan menetap di dusun Ilwyar.
“Sejak di lantik tahun 2022 lalu, Pemdes sudah menyiapkan rumah di desa induk untuk kades, namun sampai saat ini tidak di tempati tanpa alasan,”tuturnya.
Olehnya itu, lanjut dia, sebagai masyarakat desa, meminta agar kades tinggal dan menetap di desa induk guna mewujudkan palayan publik yang lebih baik.
Terpisah, Kades Nakarhamto, Jhon Dewis, ketika dihubungi soal malas kantor dan tak pernah gelar rapat, via aplikasi Whatshap, hand phone miliknya tidak terakses internet. (DM-04)