Ragam
RBS “Berlagak” Bak Ketua DPD Golkar Maluku, Sejumlah Fungsionaris Resah

AMBON,DM.COM,-Umar Lessy (UL) dan Rohalim Boy Sangadji (RBS) bersaing merebut kursi Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, pada Medio November 2025 lalu. Namun, Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, lebih memilih Umar.
Meski begitu, RBS yang menjabat Wakil Ketua Koordinator Fungsi Kebijakan Publik 1, Ekonomi, Hukum, dan HAM, DPD Golkar Provinsi Maluku, yang dekat dengan Bahlil yang juga Menteri ESDM RI, mulai berlagak seperti Ketua DPD Golkar Provinsi Maluku.
“Jadi seolah-olah RBS yang ketua DPD Golkar Maluku. Semua-semua RBS yang atur. Padahal, ada bidang-bidang lain. Ini yang membuat fungsionaris resah,”kata sejumlah kader Golkar, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (9/2/2026).
Apalagi, ingat mereka, sejumlah spanduk yang di pasang, hanya menonjolkam foto RBS dengan atribut partai berambang pohon beringin itu.”Mestinya, Ketua Umum, ketua dan sekretaris DPD Golkar Maluku, ikut disertakan. Jangan tonjol diri seolah-olaj ketua DPD,”ingat mereka.
Meski begitu, mereka mengaku, RBS mulai sadar, sehingga berbuat sesuatu selalu berkoordinasi dengan UL.”Sebenarnya sudah mau mengarah ka situ (seperti Ketua DPD Golkar Maluku). Cuma dia (RBS) mulai sadar diri. Jadi dia mau bikin apa-apa dia mesti tanya Umar dan menunggu arahan Umar,”sebut mereka.
Terpisah, Wakil Ketua Koordinator Kepartaian DPD Golkar Maluku, Richard Rahakbauw, ketika dikonfirmasi DINAMIKAMALUKU.COM, membantah kalau RBS berlagak seperti Ketua DPD Golkar Provinsi Maluku.”Siapapun Ketua DPD Golkar Maluku, semua harus tunduk dan menghormati. Saya tidak lihat Boy mempengaruhi putusan Ketua DPD Golkar Provinsi Maluku,”kata Rahakbauw, ketika dikonfirmasi secara terpisah, Senin (9/2/2026).
Meski begitu, RR akrab diaapa yang digeser Anos Yeremias, sebagai Sekretaris DPD Golkar Provinsi Maluku mengigatkan, setiap kader partai harus taat asas. “Keputusan partai khan kolektif kolegial, Kita harus bahu membahu membesarkan Partai Golkar. Kalau kita tercerai berai maka partai alan hancur. Tapi kalau kita solid, dan persatuan kita tetap terhjaga, saya yakin target kita memenangkan pemilu di Maluku dan meraih kursi anggota DPR RI akan tercapai. Kita harus bunuh Singa. Kalau tidak Singa bisa bunuh kita,”ingatnya.
“Saya saja tidak dapat kursi Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, tidak cengeng. Saya legowo. Itu kewenangan Ketua Umum dan DPP Golkar menunjuk Pak Anos kita mesti menghargai dan menghormati,. Selaku kader partai kita siap ditempatkan dimana saja,”pungkasnya.(DM-01)