Connect with us

Kesehatan

FK Unpatti Buka Tiga Prodi PPDS, Atasi Kekurangan Dokter Spesialis di Maluku

Published

on

AMBON,DM.COM,-Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) kembali melakukan terobosan untuk mengatasi kekurangan dokter di Provinsi Maluku. Setelah menghasilkan 679 dokter baru dan buka profesi dokter gigi, FK Unpatti kembali membuka pendidikan dokter spesialis di kampus terbesar di Provinsi Maluku itu.

Ini setelah FK Unpatti melakukan peluncuran Program studi (Prodi) baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di aula FK Unpatti, Selasa (10/2/2026).

Tiga Prodi PPDS, yakni PPDS Obstetri Ginekologi, PPDS Ilmu Penyakit Dalam, dan PPDS Ilmu Bedah. Setidaknya, pembukaan tiga Prodi PPDS ini, menghasilkan dokter spesialis yang nantinya bertugas di 11 kabupaten dan kota di Provinsi Maluku, khususnya didaerah terpencil.

Dekan FK Unpatti dr Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D mengaku, pembentukan Prodi PPDS cukup panjang perjalanannya. Dia berharap, dapat mengatasi kekurangan dokter spesialis khususnya didaerah terpencil di Maluku.”Ini menjawab cita-cita Pak Presiden agar tidak boleh ada lagi dokter langka, khususnya didaerah terpencil,”kata Noya.

Untuk itu, terang dia, akselerasi yang dilakukan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, mulai dari workshop dan penyusunan kurikulum, penataan SDM dan sarana prasarana.”Kami juga kolaborasi dan kerjasama dengan Pemerintah daerah. Hal ini, karena RSUD dr Haulussy Ambon, berperan sebagai rumah sakit pendidikan utama bagi para calon dokter spesialis, sehingga tiga prodi PPDS diluncurkan. Ini satu capaian luar biasa para calon dokter spesialis dibina dan di didik di FK Unpatti,”terangnya.

Untuk itu, dia berharap, para ASN dokter dan BPPK di Maluku, tidak lagi mengambil pendidikan dokter spesialis di luar Provinsi Maluku, karena pendidikan dokter spesialis sudah ada di daerah ini.

Kedepan, harap dia, dari Pemda dan universitas serta seluruh lapisan masyarakat
dapat mendukung Prodi Dokter spesialis ini. “Kami terus berupaya untuk memenuhi seluruh standar pendidikan, sehingga bukan saja angka, tapi mutu juga terjaga. Kita berharap, dokter spesialis yang dihasilkan FK Unpatti sejajar dengan dokter spesialis dari universitas ternama lainya di Indonesia. Untuk itu, kami mohon dukungan agar Prodi PPDS ini berjalan baik sehingga dapat menjawab pelayanan kesehatan maksimal kepada masyarakat,”ingatnya.


Sementara itu, Rektor Unpatti, Prof Dr Fredy Leiwakabessy, mengucapkan terima kasih atas peluncuran tiga prodi baru PPSD di FK Unpatti.”Ini memang kebijakan akselerasi pendidikan dokter spesialis, dan kemudian diwujudkan melalui percakapan antara Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, dan Kementerian Kesehatan,”kata Rektor.

Unpatti, kata Rektor, kemudian ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains dan Teknologi serta Kementerian Kesehatan, dengan penugasan khusus, untuk tiga Prodi PPDS yang baru saja dilaunching.

“Untuk kawasan Timur Indonesia, khusus Maluku, Maluku Utara, dan Papua, untuk semua provinsi FK Unpatti kebagian tiga Prodi PPDS, FK Unhan Ternate belum ada, sementara Unchen hanya satu, jadi kita bersyukur kita dapat tiga prodi PPDS, kebetulan ini spesialis dasar,”paparnya.

Lantas, apa tujuan pembukaan prodi PPDS, dia mengaku, dalam kebijakan Pemerintah ada tiga hal. Pertama, adalah kualitas dokter spesialis, kedua penambahan jumlah, ketiga adalah distribusi. “Nah, kalau kita mendapat pelayanan kesehatan menyeluruh pada daerah-daerah yang selama ini menjadi problem utama pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan itu adalah pemenuhan jumlah,”terangnya.

Diketahui, bahwa didaerah terpencil terluar dan terdepan di kepulauan Maluku, hampir mendapat dokter spesialis dengan susah. “Kalau kita menunggu, mereka mengikuti pendidikan dokter itu harus menjadi ASN. Kalau dokter ASN itu tersebar di daerah kapan mereka ikut dokter spesialis. Kalau universittas yang dekat dari Maluku hanya Universitas Hasanudin. Itu pun jumlah yang masuk juga terbatas,”sebutnya.

Dia mencontohkan, tiga prodi PPDS jumlah yang dididik hanya tiga-tiga, sebagai syarat pertama. “Nah, kalau mereka bertarung lagi di Unhas, Unair, UGM, dan universitas lainya kuotanya kecil juga. Dan tentu mereka juga butuh anak daerah setempat. Jadi kita sangat bersyukur, dalam relatif waktu yang tidak terlalu panjang, dari pendirian FK Unpatti dari 2008 lalu, sehingga kurang lebih 17 tahun, dan kita sudah dapat profesi dokter gigi, sehingga hari ini kitsa launching prodi PPDS. Ini satu, anugerah yang luar biasa,”bebernya.

Rektor mengaku, sejak awal perjuangan dan pendirian FK Unpatti, dirinya mengikuti dan terlibat langsung. “Nah, historisnya kita berharap, suport pemerintah daerah. Namun, beban fiskal. Dan pengalamanya sulit. Memang komitmenya ada. Jadi memang Pempus berikan kesempatan kita buka Prodi PPDS, namun bantuan sarana prasarana, kita butuh partisipasi pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota, dalam struktur anggaran,”harap Rektor.

Kedepan, diharapkan keterlibatan para kepala daerah dengan dibuat Group Discussion dengan para bupati dan walikotaserta Pemerintah Provinsi Maluku. “Kita diskusi arahnya nanti mau kemana. Jadi bukan cuma pendidikan dan kesehatan, juga pendidikan tinggi dan sekolah tinggi yang lain, seperti ada suasta, pendidkan keagamaan. Kita butuh pemikiran pendidkman tinggi di Maluku dibawah kemana. Spesifik untuk PPDS,”pungkasnya.

Hadir melalui daring dan luring, yakni Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Gubernur Maluku diwakili Sekda Maluku, perwakilan Forkopimda Maluku, mantan Rektor Unpatti, Wakil Rektor Unpatti, Dekan, Bupati/Walikota, Ikatan Dokter Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan 11 kabupaten/kota, Direktur Rumah Sakit di Maluku, dan sejumlah tamu undangan lainya.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *