Connect with us

Unpatti

Kembali Kukuhkan 6 Guru Besar, Unpatti Saat Ini Miliki 127 Guru Besar

Published

on

AMBON,DM.COM,-Universitas Pattimura (Unpatti), kembali mengukuhkan enam guru besar dari berbagai latar belakang ilmu dan kepakaran. Proses pengukuhan dilakukan di aula lantai II gedung Rektorat Unpatti, Rabu (11/2/2026).

Para akademisi yang dikukuhkan sebagai guru besar, yakni Pro Dr Henri Junus Wattimanela, S.Si, M.Si, Prof Dr Imanuel Berly Davis Kapelle, S.Si, MSi, Prof Dr Wilma Akihary, SPd, M.Hum, Prof Dr Wilma Latuni, ST, M.Si, Prof Dr Ir Pieter Thomas Berhitu, ST, MT, dan Prof Dr Kelvin Karuna, M.Pd.

Wattimenala, dalam rating ilmu kepakaran, yakni statistika Spasial pada dakultas Sains dan Teknologi. Kapelle dalam rating ilmu kapakaran, yakni Kimia Bahan Alam pada Fakultas Sains dan Teknologi. Akihary dalam rating ilmu kepakaran, yakni Pendidikan Bahasa-Unggulistik Pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Latuny dalam rating ilmu kepakaran, yakni Kecerdasan Buatan AI pada Fakultas Teknik. Berhitu dalam rating ilmu kepakaran, yakni Pengelolaan Wilayah Pesisir pada Fakultas Teknik. Sementara Karuna dalam rating ilmu kepakaran, yakni Dikdatik Metodik Pembelajaran Bahasa Jerman pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Unpatti.

Rektor Unpatti, Prof Dr Fredy Leiwakabessy mengaku, dalam kurun dua bulan lebih, pihaknya mengukuhkan 11 guru besar baru. “5 guru besar kita kukuhkan 29 Desember 2025 lalu, dan hari ini kita kembali mengukuhkan 6 guru besar lagi. Mestinya, kita kukuhkan 3 guru besardi bulan Januari 2026, tapi kita tunda kukuhkan sMa-sama dengan 3 yang baru. Jadi sekarang kita kukuhkan 6 guru besar, sehingga bapak dan ibu tunggu agak lama,”kata Rektor, ketika menyampaikan sambutan.

Rektor mengaku, pengukuhan kali ini ada generasi. Kata dia, generasi pertama adalah generasi kekahiran tahun 1960-an, kedua generasi kelahiran 1970-an dan ketiga adalah generasi kelahiran 1980-an. “Jadi kita luar biasa. Jadi maklum kalau ada penyampaian pidatonya dengan berbagai cara kita maklumi. Kita lihat dari usia. Kita bersyukur ada yang tinggal 1 tahun pensiun. Ada guru besar yang paling muda, Pak Berly Berhitu. Baru usia 43 tahun sudah guru besar. Ini prestasi,”paparnya.

Rektor menerangkan, penambahan 6 guri besar, kampus terbesar di Provinsi Maluku yang dipimpinya terdapat 127 guru besar.” Ini satu kebanggaan bagi kita semua. Sehingga sumer daya manusia di Maluku tidak diragukan lagi,”sebutnya.

Dia melanjutkan, para uru besar baru dalam pidatonya mempresentasikan kepakaran mereka yang begitu luar biasa. Diakui, Prof Henri dengan pemikirannya tentang bagaimana kebencanaan Mitigasi, diadaptasi, dan resiliensi terhadap bagaimana pemerintah dan masyarakat menghadapi kebencanaan,”jelas Rektor.

Yang kedua, eber Rektor, pidato Prof Berli dengan riset penguatan bagaimana struktur-struktur kimia, dari potensi daerah seperti Cengkih, Pala, dan bahan alam yang dikejar bangsa Eropa dulu. Bahkan sampai saat ini.

“Kemudian diolah menjadi bahan obat, tetapi juga ketahanan pangan kita. Sebuah karya besar dari profesor muda ini. Jadi tidak usah cari pakar jauh dimana-mana. Kita sudah punya di Unpatti “ingatnya.

Kemudian, lanjut Rektor, Prof Wilma Akihary dalam pidatonya dan pantun yang luar biasa. “Saya kaget juga kampung halaman saya juga ikut disebut juga. Jadi memang suaminya tangisnya sangat banyak. Jadi ada intisari dari pidatonya, yaitu bahasa mengenal identitas kultural kita. Apa yang dikaji Prof Wilma menjadi kekuatan kita untuk kembali ke basis budaya kita, bahasa lokal kita,”sebutnya.

Tak hanya itu, Rektor menyampaikan, bahwa Prof Wilma Latuni menyampaokan bahwa kecerdasan buatau AI itu jauh dari kehidupan kita. “Padahal sudah sangat dekat dengan kita. Bahkan sudah dalam kehidupan keseharian kita. Dan pakarnya ada di kita. Terima kasih atas pemikiran strategisnya. Bahwa AI bukan sesuatu yang berbasis teknologi. Tapi dimanfaatkan sebagai instumen pemerataan akses keputusan yang berkualitas. Memperkuat industri lokal. Dan pembangunan yang adil dan berkelanjutan. Ini kontribusi pemikiran yang luar biasa dari Prof Wilma. Silakan Pemda, Pempus industri dunia usaha. Para pakar kita sudah ada. Silakan manfaatkan,”ajaknya.

Rektor juga menanggapi, pidato Prof Piter. Kata Rektor, Prof Piter menawarkan bagaimana pengelolaan wilayah pesisir yang terintegrasi antara perencanaan ruang dan pengelolaan sumber daya alam, dan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan. “Konsep-konsep yang ditawarkan oleh Pak Pirer sangat bermanfaat bagi kita semua,”rerangnya.

Berikut, lanjut Rrktor, Prof Calvin juga menawarkan kegamaran dan kemampuan membaca, bagian dari pemberdayaan dan kemampuan berpikir. “Kita harus mendorong kemampuan membaca dari setiap warga kita. Karena hanya kegemaran dan kemampuan membaca kita, dapat mengasah daya berpikir kita untuk menjadi lebih baik,”tandasnya

Untuk itu, Rektor mengajak, semua bersyukur karena guru bear yang dilahirkan dari rahim Unpatti, untuk Maluku dan Indonesia, serta untuk Dunia. “Saya berharap para guru besar tidak terhenti doakhor pidato mereka. Tetapi Unpatti sangat membutuhkan karya,-karya dibidang Tri Darma Perguran Tinggi. Hasilkan karya-karya inovatif, kreatif yang mampu menjawab permasalahan-permasalahan bangsa dan negara. Memberikan solusi-solusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya.

Hadir pada kesempatan itu,Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, Ketua Senat Unpatti, Wakil Rektor Unpati, Para Guru Besar, dekan Unpatti, perwakilan Forkopimda Provinsi Maluku, Rektor Universitas UIN AMSA, Rektor IAKN, pejabat di Unpatti, keluarga para akademisi yang dikukuhkan sebagao guru besar, dan tamu undangan lainya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *