Politik
Ada Upaya Perlambat PAW Bella Shofie, Diduga Surat Pengunduran Diri Sengaja Disembunyikan
AMBON,DM.COM,-Meski Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai NasDem Kabupaten Buru, Muhammad Daniel Rigan mengakui, proses Pengusulan Antar Waktu (PAW) isterinya Bella Shofie sebagai anggota DPRD Kabupaten Buru, sudah berperoses, namun terdapat sejumlah kejanggalan.
Ini, setelah surat pengunduran diri Shofie yang diajukan ke DPW NasDem Provinsi Maluku, ternyata menjadi tanda tanya. Sebab, selama ini surat itu tidak pernah dibahas atau ditindaklanjuti.
“Kalau Pak Rigan mengatakan, surat diajukan tapi Ketua DPW NasDem, Hamdani Laturua, sementara sakit dan proses pergantian pengurus, tidak benar,”kata salah satu fungsionaris DPW NasDem Provinsi Maluku, ketika menghubungi DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (9/2/2026).
Kader yang enggan namanya diwartakan mengaku, jika pengajuan surat pengunduran diri Shofie waktu itu, Laturua masih sehatdan belum ada transisi pergantian pengurus.”Memang ada kejanggalan. Kalau klaim Pak Rigan, surat dimasukan tapi belum diproses, kita mau tanya surat fisiknya mana,”tanya dia.
Dia kemudian menduga, jika ada permainan agar surat pengunduran diri Shofie, sengaja didiamkan oleh oknum pengurus, agar di publik sudah resmi mundur, tapi internal partai tidak berproses.”Saya tangkap sinyalamen itu. Ini ada upaya memperlambat proses PAW,”tudingnya.
Sebagaimana diberitakan DINAMIKAMALUKU.COM sebelumnya, Rigan akhirnya angkat bicara perihal adanya pemberitaan media ini yang menuding DPW NasDem Maluku, belum menerima surat pengunduran diri istrinya Bella Shofie dari jabatan anggota DPRD Buru.
Ia menyebut, proses pengunduran diri istrinya telah disampaikan ke DPD, DPW hingga ke DPP NasDem, 14 Agustus 2025 lalu.
Hanya saja, pada saat itu terjadi transisi masa jabatan pengurus DPD dan DPW, sehingga proses pengusulan calon Pengganti Antar Waktu (PAW) belum diajukan.
“Bagaimana mungkin kita terima surat pengusulan, dan mau ditindaklanjuti sementara masa jabatan kita saja sudah berakhir. Kita kan harus menunggu sampai pengurus DPD definitif baru bisa diusulkan,” tegasnya.
Ia menegaskan, setelah diberikan mandat untuk kembali memimpin DPD NasDem Kabupaten Buru, barulah dapat diajukan proses pengusulan PAW.
“Saya menerima SK kepengurusan yang baru itu pada 20 Desember 2025. Dan untuk menindaklanjuti surat pengunduran diri Ibu Bella, maka pada 5 Januari 2026 kami telah mengajukan usulan permohonan PAW ke DPW dan DPP Partai NasDem. Karena itu, adalah tidak benar kalau kami mengabaikan ataupun menghambat proses pengusulan PAW,” herannya.
Ia menyayangkan adanya pernyataan yang disampaikan pengurus DPW NasDem Maluku di salah satu media lokal yang seolah membenturkan sesama kader partai.
“Sangat disayangkan pernyataan itu. Mestinya yang bersangkutan, Kaka Rasyd Wokanubun mengonfirmasi lebih dulu sebelum membuat pernyataan di media. Pernyataan tersebut telah di framing bahwa seolah-olah kami abai, atau sengaja mengulur-ulur waktu. Ini soal nama baik saya dan istri yang sudah tercoreng akibat pemberitaan,” sesalnya lagi.
MDR menyebut, mestinya mereka sadar bahwa Ketua Wilayah Hamdani Laturua itu sementara dalam proses pemulihan, karena kondisi kesehatan yang dialami, sehingga proses pembahasan atau pengusulan ke DPP belum disampaikan.
“Bagaimana mungkin dalam kondisi Ketua Wilayah, Kaka Hamdani lagi sakit, kita mau berkoordinasi untuk secepatnya surat tersebut diproses. Kaka Rasyd juga harus sadar hal itu. Jangan melempar bola liar yang dapat memperkeruh keadaan. Mestinya kita saling mendukung, bukan saling menyerang pribadi,” pesannya.
Menyangkut hal gaji dan lainnya, MDR tegaskan, tidak tahu-menahu. Sebab, dana yang ditransfer ke rekening gaji itu tidak dipegangnya maupun Bella Shofie. Semuanya berada di Namlea, Kabupaten Buru.
“Urusan gaji dan segala hal, kami tidak urus itu. Kami di Jakarta, tidak tau itu. Karena itu di bank daerah,” ucapnya.
Ia menambahkan, dirinya dan Bella Shofie tidak berharap gaji. Semua hak-hak istrinya sejak awal mengabdi sebagai anggota DPRD Buru diserahkan semuanya untuk membantu masyarakat, para Imam, janda, dan anak yatim piatu yang ada di Buru. Bahkan jika ada yang kurang diambil dari uang pribadi juga.
“Insyaallah, kami juga masih cukup untuk makan dan minum. Semua gaji kami wakafkan ke warga, para Imam, janda dan anak yatim piatu. Dan kalau ke Namlea baru kami keluarin dari rekening BPDM yang ada disana untuk dikasih. Kalau kurang kami pakai uang pribadi untuk nambah. Jadi tidak ada sepeserpun yang kami ambil untuk makan dari hak Ibu Bella selama menjabat anggota DPRD Buru,” tandasnya.
Ia berharap, dengan klarifikasi yang telah disampaikan ini, tidak lagi menjadi bola liar untuk terus menyerang pribadinya dan Bella Shofie.(DM-01)