Connect with us

Ragam

Akhiri Tahun 2025, Sejumlah Desa di MBD Menikmati Listrik 24 Jam‎

Published

on



‎AMBON,DM.COM,-Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) bersama PT PLN (Persero) diakhir Tahun 2025, kembali meningkatkan layanan listrik dari 12 jam menjadi 24 jam di Pulau Lirang, Kecamatan Wetar Barat dan Penyalaan Listrik Desa yakni Desa Serili, Batu Gajah, Batumerah, Kuaimelu dan Dusun Kour Atuna.

‎Peningkatan layanan ini diresmikan pada Rabu (31/12/2025) sebagai bagian dari komitmen pemerataan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan.

‎Peresmian peningkatan jam nyala listrik tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati MBD, Agustinus L. Kilikily, bersama Forkopimda dan sejumlah Anggota DPRD MBD, Sekretaris Daerah Kabupaten MBD, Eduard JS Davidz. Turut hadir Manager PLN ULP Moa, Wahyudi Haspullah beserta jajaran, serta pemerintah desa dan masyarakat melalui zoom meeting.

‎Wakil Bupati Kilikily menegaskan, kehadiran listrik 12 atau 24 jam bukan sekadar soal penerangan, tetapi menyangkut masa depan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat kepulauan. Peningkatan layanan listrik ini sebagai kado Natal dan Tahun Baru terbesar bagi masyarakat.

‎ “Listrik adalah hak seluruh masyarakat, termasuk saudara-saudara kita di pulau-pulau. Ini bukan hadiah, tetapi kewajiban negara yang harus kita hadirkan secara adil,” kata Wakil Bupati.

‎Ia juga menyampaikan penghargaan kepada PLN yang telah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten MBD dalam mempercepat penyediaan infrastruktur kelistrikan di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis yang cukup berat. Hadirnya listrik 12 dan 24 jam akan membuka peluang baru bagi masyarakat, mulai dari pengembangan UMKM dan industri rumah tangga, pendidikan berbasis teknologi, hingga peningkatan layanan kesehatan di pulau-pulau.

‎Selain pulau Lirang semoga desa lainnya, juga akan menyusul menikmati layanan listrik 12 maupun 24 jam pada waktu mendatang. Dengan tersedianya listrik, air bersih, dan jaringan telekomunikasi, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi secara berkesinambungan.

‎Sementara itu, Manajer PLN ULP Moa, Wahyudi Haspullah, menjelaskan peningkatan jam nyala listrik ini didedikasikan untuk mendukung mata pencaharian utama warga sebagai petani dan nelayan. Listrik yang menyala 24 jam memungkinkan hasil tangkapan ikan disimpan lebih lama menggunakan cold storage sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

‎“Dengan listrik menyala 24 jam, hasil tangkapan nelayan bisa disimpan lebih lama dan dijual dengan harga yang lebih baik, sehingga ekonomi masyarakat ikut meningkat,” ujar Wahyudi

‎Sebagai wilayah kepulauan, kehadiran listrik 12 dan 24 jam di Pulau menjadi tidak penting dalam upaya pemerataan pembangunan di Kabupaten MBD. Pemerintah daerah dan PLN berharap langkah ini mampu menjadi pemicu tumbuhnya ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *