Politik
Akui MI Sukses Bangun Maluku, BMW : Pimpin Maluku Tak Bisa Coba-coba


AMBON,DM.COM,-Calon Wakil Gubernur Maluku, Michael Wattimena, melakukan kampanye terbatas di Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Minggu (27/10/2024).
Dihadapan ratusan warga Tawiri yang kebanyakan emaķ-emak, Wattimena mengawali dengan menuturkan pengalamanya menjabat anggota DPR RI dua periode (2009-2014 dan 2014-2019) dari dapil Papua Barat.
Sekaligus merespon pernyataan salah satu tokoh masyarakat Tawiri, Meki Hehanussa soal Michael gagal terpilih sebagai anggota DPR RI dari dapil Maluku, tapi dia meyakini rencana Tuhan untuk posisi Wakil Gubernur Maluku bagi Michael yang berpasangan dengan calon Gùbernur Maluku, Murad Ismail.
“Beta datang di Tawiri waktu Pileg. Pak Meki bilang bahwa Tuhan Allah, tidak memperkenankan BMW untuk posisi kemarin sebagai anggota DPR RI. Betul, karena mungkin beta sudah dua periode sebagai anggota DPR RI 2009-2014 dan 2014-2019 di dapil Papua Barat, bukan di Maluku terpilih dua periode Jadi memang sudah dua periode di DPR RI kenapa calon lagi sebagai anggota DPR RI,”kata Michael.
Michael akrab disapa BMW ini menuturkan, ketika menjabat sebagai anggota DPR RI, bukan sebagai anggota biasa, tapi jabat Wakil Ketua Komisi V dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI. “Beta Wakil Ketua Komisi V membidangi infrastruktur delapan tahun, Wakil Ketua Komisi IV membidangi pangan dua tahun. Jadi tidak banyak orang Indonesia Timur, jadi pimpinan komisi,”ingatnya.
Meski begitu, BMW menegaskan, seandainya dirinya terpilih sebagai anggota DPR RI dari dapil Maluku, namun dibujuk dengan emas atau permata mencalonkan diri merebut kursi Wakil Gubernur, bahkan Gubernur, dirinya tidak akan mundur dari kursi anggota DPR RI.
” DPR RI itu sejajar dengan Presiden. Panggil Presiden saudara. Panggil Menteri, saudara Menteri. Menteri pembantu Presiden, kita panggil saudara Menteri. Bapak biasa lihat di televisi anggota dewan marah ke Menteri. Begitu besar peran anggota dewan. Kalau saya terpilih dari Maluku tidak mundur. Bukan soal tata hukum sejajar dengan Presiden, tapi sebagai anggota DPR RI bisa bantu rakyat Maluku dan bantu Pemda bawa program dari pusat ke Maluku,”ingatnya.
BMW mengaku, ketika menjabat sebagai pimpinan Komisi, meski dari Dapil Papua Barat, terkait persoalan Maluku, biasanya mengatakan kepada Menteri, bahwa secara politik dari Papua Barat, tapi secara Biologis dari Maluku.
“Beta Saya lahir di Itawaka, besar di Ambon, sekolah di Ambon dan kuliah di Unpatti. Terus tinggal di Jakarta. Jadi memang saya berjuang untuk Papua Barat secara politik, tapi berjuang untuk Maluku, karena tanah kelahiran saya dan saya orang Maluku,”tegasnya.
Dia kemudian mencontohkan, salah satu dari sekian banyak program pembangunan di Maluku, ketika menjabat anggota DPR RI. Dia mengaku, pembangunan Jembatan Merah Putih (JMP) bagian dari kontribusi, perjuangan, dan perhatiannya, sehingga orang Ambon dan Maluku terhadap JMP yang menjadi maskot atau icon warga didaerah ini.
“Saya tidak stori sombong, bapak ibu lewat JMP, saya salah satu yang punya perjuangan JMP. Padahal beta bukan dari dapi Maluku, tapi atensi beta di Maluku luar biasa,”ingatnya.
Buktinya, dari pembahasan anggaran JMP di DPR RI, peletakan batu pertama JMP, proses pembangunan JMP, hingga peresmian JMP, dirinya selalu terdepan mengawal proyek bernilai ratusan miliar itu.
“Ketika itu saya sering pimpin tim komisi V melihat langsung progres pembangunan JMP. Bahkan ketika itu saya ingin Pak Presiden SBY yang resmi, tapi meleset sehingga Pak Presiden Jokowi yang meresmikan JMP 2016 lalu,”sebutnya.
Dia mengaku, ketika penĝresmian JMP, usai memberikan sambutan Presiden Jokowi diminta Mic Ceremony (MC) agar tidak meninggalkan podium. “Ketika itu MC mengundang Menteri PUPR dan Gubernur Maluku untuk menemani Presiden. Saat itu Pak Presiden memanggil saya sebanyak dua kali untuk menèmaninya memukul tipa pengresmian JMP,”tuturnya.
Bahkan, ketika itu,,ingat dia, Presiden Jokowi meminta BMW agar lebih dekat. “Ini menandakan bahwa Pak Presiden tahu bagaimana kontribusi dan perhatian kami terhadap pembangunan JMP,”ujarnya.
Untuk itu,,dia mengaku, kehadiran di Tawiri memohon dia restu agar 27 November 2024 ramai-ramai mendatangi TPS memilih dirinya dengan Murad. “Jadi jangan Golput. Pastikan nama ada untuk pilih. Jadi jangan lupa pilih 2M. 2M ada ditengah. Tengah-tengah itu sedaap,”tegasnya.
Apalagi, ingat dia, 2M adalah pasangan istimewa yang tidak dimiliki pasangan calon lain.”Pak MI (Murad Ismail) itu ontua punya pengalaman sebagai Wakil Kapolda Maluku hampi 1 tahun setelah itu Kapolda Maluku, setelah jabat Kakor Brimob Polri di Jakarta, terus beliau sudah jadi Gubernur Maluku periode 2019-2024 yang tidak dimiliki pasangan lain. Lalu ditambah BMW anggota DPR RI dua periode juga jadi pimpinan di komisi. Kita ini pasangan istimewa. Kalau dibandingkan dengan paslon lain, kita paling istimewa,”paparnya.
Dia mengaku, bersama MI dari latar belakang berbeda dengan Paslon lain. “Pilih pemimpin yang sudah teruji. Jangan pilih pemimpin yang coba-coba. Pilih pemimpin yang sudah terbukti dan teruji,”ajaknya.
Untuk itu, dia mengigatkan, kalau orang datang menjelekan MI jangan dipercaya. Dia mengaku, Maluku ketika dipimpin MI angka kemiskinan turun dan pertumbuhan ekonomi meningkat.
. “Pak Mi pimpin Maluku di tahun 2018, angka kemiskinan 18 persen lebih. 2019 turun menjadi 17,69. Sampai 2024 oleh BPS memberikan nilai Maluku dari 17,69, turun menjadi 16,65. Siapa Bilang itu biasa saja, itu fitnah. Seng ada materi lalu berikan isu pimpin Maluku baru Maluku lebih baik, omong kosong. Pak MI pimpin Maluku, kemiskinan turun, Ekonomi naik diatas nasional. Nasional justeru dibawah pertumbuhan ekonomi Maluku. Bohong kalaj bicara bilang Maluku tingkat kemiskinan tinggi. Pertimbuhan ekonomi rendah. Penganguran rendah itu juga bohonng dan tipu. Tidak ada materi yang jual ke masyarakat, karena tidak ada keunguglan seperti pak MI,”tandasnya.
Apalagi, tambah dia, setelah MI dilantik 2019 lalu diwariskan defisit anggaran Rp 400 Miliar. Lalu 2019 cobaan datang lagi. Ada gempa bumi 2019, terpaksa dana bangun tempat lain dialihkan rehabilitasi dan rekonstruksi dari korban gempa bumi. Saya turut hadir di Passo dan wilayah lain berikan tengki air dan sembako. Tak hanya itu, kepemimpinan MI Maret 2020 dilanda Covid-19. Basudara seng bisa mencari, lumpuh kerja dari rumah. Kita punya angkot mencari, ojek tidak ada boncengan, semeua di rumah. Tapi, Pak MI dalam kepemimpinan pertumbuhan ekonomi setelah covid naik melebihi nasional. Untuk itu jangan salah pilih pemimpin. Datang di TPS, pilih nomor berapa,”tanya BMW.
“Nomor 2.”teriak warga dengan kompak.(DM-01)