Connect with us

Politik

Atapary : Everd Kermite Bohong, Saya Tidak Pernah Singgung Dana SMI

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Samson Atapary, menegaskan, salah satu politisi senior PDIP, Everd Kermite, melakukan pembohongan besar. Sebab pernyataan Kermite, soal dirinya mengakui ada dugaan korupsi dana Sarana Multi Infrastruktur (SMI), tidak benar

” Bahwa dalam pemberitaan tersebut narasumber,Everd Kermite pada intinya “mengungkapkan fakta menguapnya anggaran Rp  100 milyar dari dana SMI” dan informasi tersebut katanya didapat dari saya, tidak benar,”kata Atapary, melalui hak jawab kepada salah satu media lokal atas pemberitaan Rp 100 Miliar dana SMI menguap, KPK ayo telusuri, sesuai diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Sabtu (5/2/2022).

Wakil rakyat dari dapil Seram Bagian Barat ini menandaskan,  lewat hak jawab dirinya membantah keras bahwa  tidak pernah menyampaikan hal tersebut kepada narasumber  Everd Kermite. “Apa yang disampaikan  Everd Kermite adalah bohong dan tidak benar, sehingga secara langsung telah menyerang kehormatan pribadi saya dan telah mencemarkan nama baik saya,”tandasnya.

Politisi PDIP ini menutukan,  Ever Kermite diantara media  Agustus  2021 hinggq November 2021 kurang lebih 5 kali dengan rentang waktu yang berbeda-beda pernah datang bertamu ke rumah dirinya. Kata dia, setiap datang bertamu selalu di pagi hari yang diantar oleh sopirnya.

“Tujuan bertamunya hanya sekedar basa-basi yang ujung-ujung meminta bantuan untuk kontrol dokter atas kecelakaan yang pernah menyebabkan patah tulang pada kakinya. Saat datang bertamu yang pertama, kedua dan ketiga, saya tetap membuka pintu dan mempersilahkan masuk dan duduk. Biasanya Ever Kermite hanya menyampaikan “uneg-unegnya” tapi saya tidak pernah menanggapinya. Setelah itu biasanya menyampaikan maksud untuk meminta bantuan dan setelah saya berikan kemudian permisi pulang,”tuturnya.

Namun, terang dia,  saat datang bertamu yang ke empat dan yang kelima dirinya  tidak membuka pintu lagi walaupun diketuk-ketuk oleh sopirnya. “Karena saya tidak buka pintu, biasanya langsung pulang. Saya kemudian sering ditelponnya, tapi saya tidak mengangkatnya dan akhirnya saya memblokir nomornya. Saya akhirnya tidak mau melayani dan membuka pintu rumah lagi, karena yang disampaikan selalu berkaitan dengan hal-hal politik yang hal tersebut bukan kapasitas saya untuk menjelaskannya. Walaupun saat bertamu yang ketiga bersama dengan  Yusuf Leatemia, saya juga tidak pernah menyatakan sesuai apa yang disampaikan oleh  Ever Kermite dalam pemberitaan tersebut,”bebernya.

Dia juga keberatan dengan pemberitaan media tersebut,  4 Februari 2022 dengan judul berita “Ratusan Miliar Dana SMI Menguap, Rame-Rame Dorong KPK Usut”. “Sebab dalam pemberitaan tersebut dengan narasumber yang lain, yaitu  Munir Kairoti dan Gidion Batmomolin, masih mengulas hal yang sama dengan mengkaitkan nama saya dan jabatan saya sebagai Ketua Komisi IV DPRD Maluku yang isi beritanya sangat tendesius sehingga telah merugikan saya dan pemberitaan tersebut juga telah memunculkan opini negativ kepada diri saya sebagai anggota DPRD Maluku, yang seakan-akan telah memberikan informasi atau data yang tidak akurat,”kesal Atapary melalui hak jawabnya yang juga disampaikan ke Dewan Pers.
.
Padahal lewat pesan WhatsApp Nomor 081247538643 tanggal 2 Februari 2022, sekira pukul 22.40 – 23.46 atas nama Wartawan Harian media tersebut, yang meminta klarifikasi. “Saya telah menyampaikan klarifikasi dengan membantah bahwa apa yang disampaikan oleh Ever Kermite adalah tidak benar. Sehingga secara kode etik, mestinya media tersebut tidak lagi memberitakan dan mengkaitkan dengan nama saya,”ingatnya.

Dia juga berharap,   harapkan Hak jawabnya ini dimuat secara utuh oleh media cetak lokal itu pada halaman 1, terbitan Senin, 7 Februari 2021. “Saya juga  harapkan  Ever Kermite segera menyampaikan permohonan maaf di media tersebut di halaman 1. Apabila tidak melakukannya maka saya akan melakukan upaya hukum lebih lanjut,”pungkasnya.(DM-01)
 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *