Connect with us

Politik

AV “Ngotot” Boyong 20 Birokrat dari SBT ke Pemprov, Penyebab Retak dengan HL ?

Published

on

AMBON,DM.COM,-Penyebab keretakan hubungan antara Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa (HL) dan Abdullah Vanath (AV), ramai diperbincangkan publik.

Yang utama, sesuai informasi yang diperoleh DINAMIKAMALUKU.COM, Kamis (21/8/2025), AV ngotot boyong sejumlah pejabat di Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menempati posisi penting di Pemerintah Provinsi Maluku.

Namun, HL sepertinya keberatan dengan AV yang menyodorkan sejumlah nama birokrat dari bumi Ita Wotu Nusa, jargon SBT. “Pak HL keberatan karena sejumlah pejabat di Pemprov juga banyak. Nanti sapa yang tergeser. Itu jadi masalah,”kata sumber DINAMIKAMALUKU.COM di kantor Gubernur Maluku, Kamis (21/8/2025).

Meski begitu, dia mengaku, jika satu dua hari ini perombakan birokrasi di tubuh Pemprov Maluku, ada “pengikut” AV diakomodir dalam pemerintahan, tidak masalah. “Namun, kalau tidak ada yang diakomodir, tentu hubungan mereka semakin renggang,”sebutnya.

Apalagi, ingat dia, jika 20 pejabat di Pemkab SBT hijrah ke Pemprov, maka Pemkab SBT kekurangan sumber daya manusia di posisi esaloan III dan II.”Nah, ini juga Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri, enggan melepaskan mereka ke Provinsi,”sebutnya.

Hingga berita ini dipublikasi, HL dan AV belum nerhasil dikonfirmasi soal keretakan mereka. Namun, HL sebelumnya menepis hubunganya dengan AV retak.

Sementara AV ketika dikonfirmasi terkait penyebab hubunganya dengan HL, ia enggan berkomentar kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Selasa (19/8/2025) usai menghadiri rapat paripurna DPRD Provinsi Maluku terkait HUT Provinsi Maluku, enggan berkomentar soal hubunganya dengan HL.

AV ketika dikonformasi tampak raut wajahnya tegang dan tidak memberikan respon ramah sebagaimana biasanya. Mantan Bupati SBT dua periode ini kemudian bergegas meninggalkan DINAMIKAMALUKU.COM.

Meski enggan berkomentar rekaman video yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, AV kepada pendukungnya dirumah dinasnya di kawasan Karang Panjang mengaku, dirinya bukan baru terjun di dunia politik.

“Beta bukan anak kecil lalu bari belajar politik. Saya ini bukan politisi cengeng lalu tasonto batu lalu sadiki lalu duduk manangis. Abdullah Vanath maju wakil gubernur dengan pengikit yang tidak sedikit,”kata AV disambut tepuk tangan pendukungnya, Minggu(17/8/2025)

“Ponaan saya yang daaftar ikut seleksi pejabat saya suruh mundur. Mudah-mudahan besok matahari terbit ada harapan baru. Tapi sepertinya harapan suram,”bebernya.

“Saya selama ini dari rumah ke kantor. Dari kantor ke rumah. Beta tidak punya kepeng (uang). Kalau ketrmu di rumah kopi seng mungkin. Katong bakudapa disini saja inim kopi. Ini agar alam juga dengar lai,”sebutnya.

Dia mengaku, sudah siap dengan segala resiko. “Masak pemerintahan di atur oleh keluarga seperti begini. Beta seng ada ruang memperjuangkan kamorang. Mari katong berjuang dengan loyalitas saja,”ingatnya.

SALEH WATTIHELUW

PRIHATIN
Sementara itu, salah satu pemerhati kebijakan publik, Saleh Wattiheluw mengaku, dirinya sudah mendengar dan membaca berbagai berita di media cetak maupun media sosial (medsos)tentang isu keretakan hubungan Gubernur dan Wagub sangat prihatin.

“Dimana pemerintahan baru berjalan melewati semester pertama ditahun pertama, bagaimana tidak prihatin karena dibarengi dengan fakta rekaman penjelasan secara terbuka oleh Wagub di kediaman rumah jabatan,”kata Wattiheluw, ketika dihubungi DINAMIKAMALUKU.COM, Kamis (21/8/2025).

Akademisi Unidjar Masohi ini menilai, jika dilihat dalam presfektif pemerintahan, maka sikap Wagub tidak pada tempatnya”Maaf karena Wagub menyampaikan hal-hal yang terkait dengan urusan birokrasi, bahkan Wagub sudah memperhitungkan resikonya dan mengapa demikian ?,”tanya Wattiheluw.

Menurut mantan anggota DPRD Provinsi Maluku ini, sikap Wagub sangat kontradiksi dengan jabatan sebagai Wakil Kepala Daerah. “Publik pasti meraka-meraka apa faktor penyebabnya, sehingga Wagub bersikap demikian, tentunya hanya Gubernur dan Wakil Gubernur, saja yang tahu,”ingatnya.

Tak hanya itu, Wattiheluw menerka, ada problem lain akibat isu keretakan tersebut, yang tertangkap oleh publik bahwa Gubernur dan Wagub saling berhadapan.

“Bahkan Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur Watubun, telah mengajak agar Gubernur dan Wagub hentikan konflik internal karena akan merugikan masyarakat,”tandasnya.

Meskipun, ingat putra Saparua ini, Gubernur HL usai acara HUT Provinsi Maluku, telah mengklarifikasi dihadapan wartawan bahwa hubungan dengan Wagub baik-baik saja tetap solid dan “isu keretakan itu hanya spekulasi.”

“Sebagai salah satu pemerhati ingin mengatakan, apapun modelnya dan ketika itu terjadi, maka apa artinya visi misi dengan subtansi Sapta Cita Lawamena yang di gadang-gadang sebagai tesis Maluku Maju, lantas apa makna slogan “par Maluku pung bae,”ingat Wattiheluw.

“Didunia manapun ketika kepala daerah dan wakil kepala daerah, tidak sejalan maka publik tidak bisa berharap banyak. Mari kita berkaca pada periode lalu juga terjadi tidak harmonis, hingga akhir masa jabatan, hanya berbeda model saja,”tuturnya.

Apalagi, ingat Wattiheluw, Rlrasa prihatin dan pesimis kepada Gubernur dan Wagub, ditengah kondisi Maluku jauh tertinggal bagaimana dengan harapan publik agar Maluku Maju sejahtera dan aman kalau pemimpin kepala daerah saling berhadapan hanya mungkin “soal porsi jabatan.”

“Padahal dalam birokrasi menganut prinsip bebas nilai artinya tidak mengenal keluarga, wilayah bahkan tim sukses yang ada adalah pertimbangan kapasitas dan kompetensi yang dilakukan melalui proses uji kompetensi dan kapasitas,”paparnya.

Meski begitu, dia mengigatkan, semoga dugaan-dugaan ada keretakan atau perseturuan Gubernur dan Wagub, tidak betul. Namun, jika betul harus segera diakhiri Gubernur dan Wagub harus duduk empat mata untuk menyelesaikannya.

” Bagaimanapun juga Gubernur dan Wagub harus selalu berikhtiar dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab bukan ada diruang hampa akan tapi disana ada publik, masyarakat yang selalu memperhatikan dan menilainya,”pungkasnya.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *