Connect with us

Politik

Bahas Kursi Gaspersz, Komisi I Rapat Tertutup dengan KPU, Fraksi Gerindra Dikerahkan

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Rapat antara komisi I DPRD Provinsi Maluku dengan KPU Maluku serta DPD Partai Gerindra, Selasa (24/8/2021) berlangsung tertutup.

Belum diketahui alasan komisi yang membidangi pemerintahan dan hukum itu menggelar rapat bahas satu kursi sisa dari Partai Gerindra di daerah pemilihan Kota Ambon, hasil pemilu legislatif 2019 lalu.

Menariknya, rapat tersebut diikuti sejumlah anggota Fraksi Partai Gerindra, yang bukan angggota Komisi I diarahkan mengikuti rapat tersebut. Anggota Fraksi Partai Gerindra yang mengikuti rapat, yakni Hatta Hehanusa dan Saodah Tethol.

Sebahaimana diberitakan sebelumnya, DPRD Provinsi Maluku, sepertinya tidak gegabah menerima dorongan dari Partai Gerindra, agar Johan Lewerisa, segera dilantik sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku, sisa satu kursi dari Partai Gerindra di daerah pemilihan Kota Ambon, hasil pemilu legislatif 2019 lalu.

“Ada surat sejenis dorongan dari dari Partai Gerindra ke DPRD Provinsi Maluku. Johan Lewerisa diusulkan untuk dilantik sebagai anggota DPRD Maluku,”kata sumber DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (23/8/2021).

Namun, ingat dia, pimpinan DPRD Provinsi Maluku, merekomendasikan kepada Komisi I DPRD Maluku, untuk memanggil pihak terkait. Buktinya, Komisi I DPRD Provinsi Maluku, mengagendakan mengundang DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku dan KPU.”Besok (Selasa 24/8/2021). Kita undang mereka (KPU dan Gerindra) memberikan penjelasan seperti apa, ” kata Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Amir Rumra, kepada wartawan, Senin (23/8/2021).

Keputusan pimpinan DPRD Provinsi Maluku, sepertinya merujuk dari instruksi Kemendagri, bahwa semua sengketa Pemilu legislatif dan Pilkada, yang masih dalam proses hukum di pengadilan menunggu sampai adanya putusan Pengadilan yang Incrah atau mempunyai kekuatan hukum tetap baru bisa di proses selanjutnya di Kemendagri. “Pak Gaspersz, masih proses Kasasi di Mahkamah Agung (MA). Jadi sampai saat ini belum ada putusan, “ingat sumber DINAMIKAMALUKU.COM.

Sekedar diketahui, berdasarkan hasil Pileg 2019, Gaspersz, berhasil meraih suara terbanyak dari 8 caleg lainya di Partai Gerindra dari daerah pemilihan Kota Ambon. Gaspersz unggul 200-an suara dari Lewerisa, yang meraih suara terbanyak kedua. Merasa tidak puas, Lewerisa gugat di Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, MK menolak gugatan Lewerisa. Atas dasar itu KPU Provinsi Maluku, mengusulkan Gaspersz dilantik bersama 44 calon terpilih anggota DPRD Provinsi Maluku ke Mendagri untuk dilantik. Namun, Lewerisa kembali gugat Gaspersz di Mahkamah Partai Gerindra. Hasilnya, gugatan Lewerisa diterima Mahkamah Partai meski Gaspersz tidak diperiksa dan tidak mempertimbangkan bukti-bukti perolehan suara yang diraih. Akhirnya, Gaspersz batal dilantik. Gaspersz kemudian gugat di pengadilan negeri Jakarta Selatan dan kini dalam proses kasasi di MA yang belum ada putusan.
(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *