Ekonomi
Banyak “Fraud” di BM-Malut, Minim Inovasi, Ganti Direktur di RUPS, Salah Satunya Abidin



AMBON, DM.COM,-Prinsip kehati-hatian diutamakan Bank dalam menjalankan kegiatan usaha menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat . Namun, dalam prakteknya, banyak karyawan bank ceroboh atau tidak hati-hati sehingga melakukan “fraud” atau pelanggaran dengan melakukan tindak pidana kredit fiktif.
Salah satunya, di Bank Maluku-Maluku Utara (BM-Malut). Bank milik Pemda Maluku itu sering bermasalah. Betapa tidak, sebelumnya sempat heboh korupsi dana nasabah di Kantor Cabang Pembantu Mako, Kabupaten Buru yang mencapai Rp 4 miliar, kali ini muncul dugaan kredit fiktif terbongkar di KCP Bobong, Kabupaten Taliabu.
Setidaknya 19 ASN di Dinas Pendidikan Kabupaten Taliabu, Malut, namanya dicatut sebagai data pencairan kredit di Kantor Cabang Pembantu (KCP), Bobong, Bank Maluku-Malut Rp 2,6 miliar. Padahal, puluhan ASN tidak pernah berurusan dengan kredit dimaksud.
Ada 19 ASN Dinas Pendidikan Taliabu namanya dipakai untuk kredit Rp 2,6 miliar dari Bank Maluku-Malut, Cabang Bobong. Data ASN itu sebagai pelicin dicairkan dana kredit yang dilakukan Dinas Pendidikan tempat mereka kerja tanpa sedikitpun ada pemberitahuan.

Atas dasar itu, Sekjen Maluku Economic Reform Intitut (MURI), Fagi Fakaubun, SE, M.M mengatakan, berbagai persoalan kredit macet, yang paling bertangungjawab adalah Direktur Kepatuhan BM-Malut, Abidin terkait kredit macet yang terjadi. “Sebenarnya ini bagian dari kontribusi lemahnya fungsi kontrol. Koordinasi dibawah direktur Kepatuhan, berkoordinasi dengan analis bisa merekomendasikan kelayakan kredit yang bisa dipakai atau tidak,”ingat Fakaubun, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Kamis (22/9/2022).
Dia menegaskan, ada indikasi penyalahgunaan kewenangan, sehingga tidak tepat sasaran dan manipulasi orang yang tidak layak mendapat kredit dan menjadi kredit macet.”Ini menjadi warning bagi Direktur Kepatuhan BM-Malut. Ini bukan prestasi, sehingga diberikan reward atau penghargaan,”tandasnya.
Apalagi, ingat dia, direncanakan di gelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BM-Malut di Jakarta, 27 Sptember 2022 menjadi sarana Abidin diganti .”Saya lihat di undangan RUPS itu salah satu poin, Direktur Kepatuhan BM-Malut, diperpanjang. Masak banyak masalah bukanya direktur Kepatuhan BM-Malut diperpanjang jabatan Direktur Kepatuhan. Harus diberikan sanksi dengan tidak lagi memperpanjang masa jabatan Direktur Kepatuhan. Ganti saja orangnya,”ingatnya.
Tak hanya itu, tegas dua, selain banyak masalah di tubuh BM-Malut, kontribusi PAD dari bank plat merah itu sangat minim.”Setoran PAD BM-Malut, hanya Rp 39 miliar. Ini sangat minim dari penyertaan modal dari pemerintah provinsi Maluku. Nah, ini mesti menjadi catatan kritis para pemegang saham baik itu Gubernur dan Bupati Walikota di Maluku dan Malut agar evaluasi semua direktur BM-Malut,”harapnya.
Ironisnya lagi, sebut dia, semua ASN di seluruh Maluku dan Malut, diwajibkan dana mereka di BM-Malut.”Itu berarti selama ini pihak BM-Malut tidak kerja dan pasif. Mereka hanya mengelola dana ASN. Memang BM-Malut selama minim inovasi dan terobosan membesarkan bank itu. BM-Malut juga berpotensi ikut kontribusi naikan Inflasi,”tegasnya.
Dia mencontohkan bank daerah lain dan bank swasta banyak inovasi dengan berbagai produk unggulan yang menarik nasabah untuk melakukan aktivitas diperbanyak tersebut.”Bank Jatim misalnya banyak produk inovasi. Begitu juga sejumlah bank swasta, kita tidak lagi pakai ATM. Tinggal masukan nomor telepon dana cair. Nah, ini yang mesti ditiru BM-Malut,”terangnya.
Dia menilai, BM-Malut belum mengedepankan prinsip kehati-hatian menyerap dan menyalurkan dana kepada masyarakat.”Bank itu khan Penggerak ekonomi. Kalau seperti itu berarti ekonomi masyarakat tidak ada selama ini,”kesalnya
Karenanya, dia berharap, figur-figur yang ditempatkan dalam jabatan strategis di BM-Malut, mesti sesuai kealihan di bidang masing-masing. “Sehingga SDM yang didistribusikan berkontribusi perbaiki kinerja bank dalam jangka panjang. Jadi direktur yang ditunjuk harus kompatibel, memiliki kapasitas dan kapasitas di bidang dunia perbankan, “pungkasnya.(DM-01)