Connect with us

Politik

Bara JP Dorong Percepatan Pemekaran Provinsi MTR, Ini Alasanya

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Keinginan masyarakat Maluku Tenggara Raya (MTR) agar daerah itu menjadi Daerah Otonom Baru (DOB) pisah dari Provinsi Maluku, mendapat dukungan dari sejumlah kalangan. Salah satunya, Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP).

Buktinya, momentum syukuran hari ulang tahun Bara JP ke 8 jatuh pada 15 Juni 2021 dan ulang tahun Presiden Jokowi ke 60 tepatnya 21 Juni 2021, dimanfaatkan untuk mendorong pemekaran Provinsi MTR.

Ketua DPD Bara Jokowi Presiden, Hengki Sirait, dalam sambutannya menyampaikan selamat ulang tahun kepada Presiden RI ke 7 itu.”Selamat ulang tahun Pak Jokowi. Semoga umur panjang kepada bapak Jokowi pimpin bangsa yang begitu besar,”Kata Sirait, ketika memberikan sambutan pada HUT Bara JP 8 tahun dan HUT Jokowi ke 60 tahun di hotel Amboina, Selasa (22/6/2021).

Dia menuturkan, Bara JP sejak lama, bersama Presiden dua periode itu ketika masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.”Jadi sponsor utama di periode pertama dan kedua adalah Bara JP. Jadi Bara JP itu relawan pertama mendukung Pak Jokowi dari sekian banyak relawan yang ada,”tuturnya.

Buktinya, lanjut dia, Jokowi beberapa kali mendatangi markas Bara JP di Jakarta untuk berdiskusi.”Saat itu beliau masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Jadi Bara JP ikut mensukseskan jadi Presiden periode pertama dan kedua,”jelasnya.

Dia mengaku, proses pembangunan di Indonesia, merata di berbagai segmen ketika dipimpin Jokowi. Namun, ingat dia, di Maluku, masih terjadi ketimpangan. Padahal, ingat mantan anggota DPRD Provinsi Maluku itu, Provinsi Maluku, ikut mendirikan Indonesia.”Tapi Maluku, masuk kategori miskin. Beda dengan Provinsi Maluku Utara, yang sudah pisah dari Maluku, menjadi provinsi tersendiri sejajar dengan Provinsi di Pulau Jawa, “jelasnya.

Untuk itu, jelas dia, jika Maluku, ingin keluar dari garis kemiskinan, wilayah Maluku Tenggara Raya (MTR) harus dimekarkan jadi Provinsi tersendiri. “Mudah-mudahan dengan pemekaran Provinsi MTR, Maluku keluar dari garis kemiskinan,”sebutnya.

Berikut pernyataan sikap Bara JP terkait dengan dukungan pemekaran Provinsi MTR, yang dibacakan salah satu fungsionaris Bara JP Maluku, Yahya Oraplean.”Bahwa Maluku, secara nasional merupakan provinsi termiskin keempat setelah Papua, Papua Barat, dan NTT.”Dari 1,848 juta penduduk Maluku, sebanyak 322, 40 atau 17, 99 persen merupakan penduduk miskin, dengan penurunan angka kemiskinan hanya sekitar 1 persen,”jelas Oraplean, ketika membacakan pernyataan sikap Bara JP.

Bila pendekatan pembangunan berlangsung secara gradual, jelas Bara JP, dihadapkan pada kondisi geografis Maluku, sebagai daerah kepulauan, dengan luas wilayah lima kali lebih luas dari Pulau Jawa, yakni 711.480 km2.”Kalau Pulau Jawa, hanya 126.297 km2 atau 92, 4 persen merupakan wilayah laut, maka dibutuhkan waktu tidak kurang dari 100 tahun untuk bisa mengentaskan kemiskinan di Maluku,”paparnya.

Untuk itu, dibutuhkan terobosan kebijakan yang bisa mempercepat pembangunan secara merata di semua wilayah. Berkaca dari keberhasilan dan kemajuan Provinsi Maluku Utara, makasolusi yang paling tepat dan cepatcuntik mengentaskan kemiskinan.”Kemiskinan di Maluku, adalah melalui pembentikajcDOB agar muncul pusat-pusat pertumbuhan baru,”paparnya.

Ini dilakukan agar perekonomian masyarakat bisa tumbuh dan berkembang dengan cepat dan merata.”Bara JP Maluku, mendorong pemerintah daerah untuk memperjuangkan pembentukan daerah-daerah otonom baru demi mempercepat pemerataan pembangunan di Maluku,”harapnya.

Wilayah MTR meliputi, Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya, dan Kota Tual, merupakan wilayah yang berbatasan dengan Australia dan Timor Leste, serta berada di jalur pelintasan nasional.”Secara geopolitik maupun geostrategi, memiliki problematika tersendiri,”ingatnya.

Karenanya, dibutuhkan, perhatian dan penanganan pemerintah secara spesifik dalam membangun ketahanan masyarakat setempat sebagai garda terdepan dalam menangkal berbagai potensi ancaman terhadap keutuhan NKRI.”Ini sesuai Nawacita yakni membangun Indonesia dari pinggiran, meningkatkan produktivitas rakyat, mewujudkan kemandirian ekonomi, menanamkan nilai-nilai patriotisme, cinta tanah air serta semangat bela negara dan memperteguh kebhinekaan,”ingatnya.

Bahwa sesuai aspirasi dari masyarakat MTR, serta mengacu pada pasal 31 ayat 4 pasal 49 UU Nomor 23 Tahun 2014, maka keluarga besar Bara JP Maluku, dengan ini menyatakan mendukung penuh pembentukan Provinsi Kepulauan MTR dan meminta agar aspirasi masyarakat ini dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah Provinsi Maluku melalui mekanisme bottom up atau pemerintah pusat melalui mekanisme top down atas pertimbangan strategis nasional.

“Dengan demikian pernyataan sikap ini keluarga besar Bara JP Maluku ini dibuat sebagai dukungan penuh atas peyelwggaraan pemerintah di Maluku, serta mendukung aspirasi dan perjuangan dari keluarga besar masyarakat MTR dan mohon untuk dipertimbangkan oleh pemerintah daerah dan pusat,”pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *