Connect with us

Politik

Besok Hari Sumpah Pemuda, Afifudin : Pemuda Harus Bersatu

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-
Bangsa Indonesia, memperingati
Hari Sumpah Pemuda ke 93 yang dirayakan, Kamis 28 Oktober 2021. Sumpah Pemuda adalah suatu ikrar pemuda-pemudi Indonesia yang mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. 

Namun, pemuda saat ini masih tercerai berai dengan perbedaan dan dualisme yang meruncing dalam wadah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), sehingga peran pemuda sering terabaikan dalam mengisi pembangunan.

“Sumpah pemuda ini khan cikal bakal menyatukan pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke, sehingga lahirlah komitmen bersama pemuda Indonesia saat itu disebut sumpah pemuda dalam satu bahasa dan satu tanah air,”kata anggota DPRD Maluku, Rovik Afifudin, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Rabu (27/10/2021).

Mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Ambon periode 2004-2005 mengatakan, perpecahan dan perbedaan sering terjadi saat ini.”Namun, hari ini kita sama-sama saksikan potret pemuda saat ini terpecah belah dari tingkat pusat hingga ke daerah, yakni tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Nah, perpecahan yang terdibrutif ini menyebabkan kosentrasi pemuda hanya bagaimana menyelesaikan konflik diinternal mereka,”sebutnya.

Akibatnya, sebut mantan Wakil Ketua KNPI Maluku dua periode itu tanggungjawab pemuda dalam pilar pembangunan dan sebagai generasi penerus bangsa ini menjadi minim.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Ambon ini kuatirkan, potensi perbedaan dan perpecahan itu bisa berlanjut di ruang yang lain. “Oleh karena itu, saya kira dibutuhkan lagi semangat pemuda Indonesia saat ini sama dengan semangat pemuda di tahun 1928 itu. Ini yang mesti menjadi perhatian bersama teman-teman pemuda,”ingatnya.

Sekretaris DPW PPP Maluku ini mengigatkan, perbedaan itu tidak bisa menyelesaikan masalah, maka pemuda harus duduk bersama membangun komitmen bersama.

Dia berharap, KNPI menjadi satu. Apalagi, KNPI sebagai representatif pemuda. Perpecahan bener dia, juga terjadi di Organisasi Kepemudaan (OKP) embrio lahirnya KNPI.”Memang semua kejadian yang kita saksikan ini memang dibutuhkan pikiran bersama untuk masa depan pemuda. Ini juha berpengaruh kepada masa depan Indonesia,”jelasnya.

Tak hanya itu, mantan anggota DPRD Kota Ambon ini juga berharap, peran pemerintah sangat penting. Dikatakan, pemerintah sebagai orang tua, setidaknya memfasilitasi
Semua perbedaan yang terjadi di kalangan pemuda. “Pemerintah tidak boleh menjadi sub kordinat terhadap perbedaan itu. Saya harap tantangan ini mesti diselesaikan secara baik. Apalagi masa depan bangsa ini ada di pundak pemuda,”ingatnya.

Kendati begitu, lanjut dia, masih terjadi perbedaan dan sulit disatukan. Akibatnya, pemuda terlambat menjadi generasi unggul nantinya.”Apalagi kedepan tantangan semakin kompleks dibutuhkan, pemuda yang memiliki komitmen dan integritas yang kuat. Selain memiliki kemampuan, tapi yang penting adalah rasa cinta kepada negara ini harus kuat dalam hati sanubari setiap pemuda.

Utamanya, ingat dia, adalah komitmen keindonesiaan., komitmen kepada NKRI, dan komitmen kepada Pancasila mesti dijunjung. ” Itu menjadi tanggung jawab bersama kita. Itu subtansi yang kita mesti kuatkan kepada diri setiap pemuda Indonesia,”jelasnya.

Semangatnya, lanjut dia, harus duduk bersama tidak mengutamakan ego kedaerahan san ego agama.”Semuanya harus ditanggalkan. Memang situasi itu diperlihatkan kepada kita dimasa di mana upaya melakukan merdeka. Memang saat ini kita dalam iklim kemerdekaan, justeru kita tidak berikan contoh yang baik bagi generasi berikutnya. Saya kira sejarah mencatat bahwa, generasi saat ni dipertontonkan dengan perpecahan,”terangnya.

Padahal, ingat dia semangat pemuda adalah menyatukan. ” Saya kira semangat momentum sumpah pemuda ini historis untik menyatukan para pemuda Indonesia. Saya kira momentum ini bisa digunakan untuk kembali menyatukan pemuda Indonesia agar, dalam satu pemuda, satu barisan tujuannya menjaga NKRI, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan menjadikan Pancasila sebagai ideologi kebangsaan, “pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *