Connect with us

Ragam

Calon Penjabat “Jagoan” Pemprov Menguat, Ini Kata Karo Pemerintahan

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Meski sudah beredar sejumlah nama bakal ditunjuk menduduki kursi Penjabat Bupati dan Walikota, diluar usulan Pemerintah Provinsi Maluku, ternyata masih simpang siur. Bahkan, usulan calon Penjabat Bupati dan Walikota, “jagoan” Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, justeru mulai menguat bakal ditunjuk menduduki kursi panas itu.

Ini setelah Kemendagri mulai mendapat protes keras dari sejumlah Gubernur termasuk Gubernur Maluku, Murad Ismail, terkait pejabat tinggi pratama usulan mereka diabaikan.”Aksi protes terhadap keinginan Kemendagri menetapkan figur  Penjabat diluar usulan para Gubernur, mulai dikaji untuk dibatalkan. Jadi nama-nama yang beredar di media sosial maupun media online dan cetak itu belum pasti,”kata sumber DINAMIKAMALUKU. COM, Rabu (18/5/2022).

Bahkan, dia mencontohkan, usulan pelaksana harian dan Penjabat Bupati dan Walikota sebelumnya di Maluku, sering berubah rubah. “Awalnya, sudah di SK-kan orang lain. Tapi tiba-tiba berubah. Kecuali sudah dilantik. Dan ini sering terjadi. Jadi usulan Pemprov pasti dipertimbangkan untuk ditunjuk. Jadi masih ada waktu. Khan 22 Mei 2022 nanti baru 3 Bupati dan 1 Walikota di Maluku masa jabatanya selesai”paparnya.

Soal usulan Penjabat “jagoan” Pemprov terlambat disampaikan ke Kemedagri, dia mengaku, rapat paripurna DPRD 3 Kabupaten dan 1 kota mengalami keterlambatan.”Kita tahu rapat paripurna di DPRD Buru, Kepulauan Tanimbar, Seram Bagian Barat, dan Kota Ambon pertengahan April 2022. Belum lagi libur panjang. Jadi memang keterlambatan itu bukan salah Pemprov, tapi rapat paripurna usulan  pemberhentian para Bupati dan walikota yang mengalami keterlambatan. Akibatnya mempengaruhi usulan Pemprov ke Kemendagri,”paparnya

Terpisah, Karo Pemerintahan Setda Maluku, Boy Kaya, ketika dihubungi via aplikasi Whatshap, soal peluang “jagoan” Pemprov Maluku, bakal ditunjuk, dia tidak berkomentar panjang lebar. “Katong (kita) lihat nanti saja,”tandasnya.

Untuk diketahui, calon Penjabat “jagoan” Pemprov, yakni Karo Umum Setda Maluki,Affandi Hasanussy (calon penjabat Bupati Buru), Kadis PUPR Maluku, Muhamat Marasabessy (calon Penjabat SBB), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Roi Syauta (calon Penjabat KKT), dan Sekretaris DPRD Provinsi Maluku, Bodewin Wattimena (calon Penjabat Walikota Ambon).

Sementara itu, tiga Bupati dan satu Walikota bersama wakil mereka yang masa tugas segera berakhir 22 Mei 2022 mendatang, yakni, Bupati dan Wakil Bupati Buru, Ramli Umasugy-Amus Besan, Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Thimotius Akerina, Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan  Tanimbar (KKT), Petrus Fatlolon-Agustinus Utuwaly dan Walikota dan Wakil Walikota Ambon, Richard Louhenapessy-Syarif Hadler.

Di Buru,  Ramli sudah dua periode memimpin di bumi Bupolo. Di SBB, Bupati  Thimotius Akerina, baru memimpin di bumi Saka Mese Nusa, setelah Moh Yasin Payapo, Bupati SBB sebelumnya meninggal dunia medio Agustus 2021 lalu. 
Sedangkan di KKT, Fatlolon-Utuwaly baru satu periode memimpin daerah yang bertajuk Duan Lolat. Sementara di Kota Ambon, Louhenapessy sudah dua periode memimpin di kota yang bertajuk Manise ini.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *