Politik
Catat !! Gubernur Murad Ismail, Angka Kemiskinan di Maluku “Bergerak” Turun
AMBON,DM.COM,-Gubernur Maluku, Periode 2019-2024, Murad Ismail, kembali mencalonkan diri merebut kursi Gubernur Maluku, Periode 2024-2029. Mantan Dankor Brimob Polri itu, berpasangan dengan Michael Wattimena, sebagai calon Wakil Gubernur Maluku.
Murad-Michael, diakronim 2M diusung Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Golkar, Partai Ummat, dan Partai Bulan Bintang. 2M meraih nomor urut 2 dalam proses pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.

Lantas, kepemimpinan Murad, apa saja yang telah dilakukan. Presentasi Penduduk miskin misalnya, kepemimpinan Murad mengalami penurunan. Buktinya, awal memimpin Maluku 2019 lalu, tingkat kemiskinan didaerah ini sebesar 17,69 persen. Presentase penduduk miskin nasional, yakni 9,22 persen.
Tahun 2020, presentase penduduk miskin penurunan, yakni 17,44 persen. Presentase penduuk miskin nasional, yakni 10, 19 persen. Tahun 2021, presentase pendudum miskin Maluku, mengalami peningkatan sebesar 17,87 persen. Presentase penduduk miskin nasional, sebesar 9,71 persen.
Namun, di tahun 2022, presentase penduduk miskin Maluku, kembali turun sebesar 15,97 persen. Penduduk miskin nasional sebesar 9,57 persen. Ditahun 2023, presentase penduduk miskin Maluku, sebesar 16,42 persen. Sementara Presentase penduduk miskin nasional 9,36 persen. Namun, hingga Maret 2024, presentase penduduk miskin Maluku kembali mengalami penurunan sebesar 16, 05 persen.
Hal ini dibenarkan, Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku, mencatat jumlah penduduk miskin di Maluku medio Maret 2024 mencapai 297,68 ribu orang atau 16,05 persen. Dibandingkan Maret 2023, jumlah penduduk miskin di Maluku turun 3,93 ribu orang atau 0,19 persen poin.
“Kalau jumlah penduduk miskin bulan Maret 2023 tercatat sebanyak 301,61 ribu jiwa. Jadi hingga Maret 2024 ini mengalami penurunan,” kata Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia, Juli 2024.
Berdasarkan daerah tempat tinggal, penduduk miskin masih terpusat di perdesaan. Dimana penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2024 tercatat sebesar 256,21 ribu orang, atau turun 2,07 ribu orang dibandingkan bulan Maret 2023 yang menunjukkan angka 258,28 ribu orang.
“Bila dilihat dari sisi persentase, tingkat kemiskinan di perdesaan yaitu 24,43 persen juga mengalami penurunan dibandingkan Maret 2023 yang sebesar 24,64 persen,” jelas Pattiwaellapia.
Sedangkan di daerah perkotaan, penduduk miskin pada Maret 2024 tercatat 41,47 ribu orang. Jumlah ini berkurang 1,86 ribu orang dibandingkan periode Maret 2023 yang menunjukkan angka 43,33 ribu orang.(DM-04)