Connect with us

Hukum

Cemarkan Nama Baik,  Oknum KSOP Dipolisikan,  ASDP Diadukan ke Komisi III Karena “Main Mata”

Published

on

DINAMIKAMALUKU. COM, AMBON-Oknum pegawai Kantor Kesyahbandaran dan  Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon, dipolisikan karena cemarkan nama baik CV Berkat Abadi. Sementara pimpinan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ambon, diduga “main mata” dengan salah satu perusahaan, sehingga monopoli tender di instansi yang mengelola Kapal Fery itu. Untuk itu, ASDP Bakal diadukan ke Komisi III DPRD Provinsi Maluku.

Vence Pattiasina, Manajer Operasi dan  Teknik CV Berkat Abadi menegaskan, pihaknya sudah mempolisikan  salah satu oknum KSOP. Dia diduga melakukan intervensi agar perusahaan yang dipimpinnya tidak menangani tender pengadaan alat Keselamatan Pelayaran Kapal, Liferaft dan pemadam kebakaran. “Dia mengatakan bahwa kami kerja tidak bagus. Dia intervensi ke PT PELNI. Nah, kami lapor ke Polisi karena ada pencemaran nama baik, sehingga perusahaan kami dirugikan. Kami punya bukti rekaman pembicaraan,” kata Vence, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Kamis (17/2/2022).

Dia menuturkan, selama ini perusahaan  Segara tidak punya cabang di Ambon. Perusahaan Segara kemudian kerjasama dengan perusahaan yang dipimpinya.” Kebetulan ada vendor lama yang pernah kerjasama dengan kita.  Tapi tidak mau lagi karena ada intervensi dari oknum KSOP ke pihak PELNI,”tegasnya.

Yang lucunya, kesal dia,  intervensi  dari oknum pegawai KSOP kepada PELNI agar kembali ke vendor lama. Oknum pegawai KSOP ini khan mestinya tidak boleh terlibat dalam hal-hal seperti begitu.  Apalagi, oknum pegawai KSOP sebut perusahaan kami itu kerja tidak baik. Dia justeru menyarankan  kasih tender Alat Keselamatan pelayaran ke perusahaan lain,”bebernya.

Padahal, ingat dia, selama ini mereka kerja tidak ada masalah dan tidak ada komplain dari pihak PT PELNI kalau pengadaan alat Keselamatan Pelayaran Kapal dan pemadam kebakaran tidak maksimal. “Selama ini kami kerja tidak ada masalah. Kami menduga oknum pegawai KSOP itu memihak kepada salah satu perusahaan.  Ada apa ini. Kenapa sibuk intervensi. Sampai pihak PELNI telepon kita mengatakan bahwa  kita kerja tidak bagus. Selama ini  kita kerja tidak ada masalah. Bahkan, kita baru selesai kerja beberapa hari lalu,”paparnya.

Namun, ingat dia, pihak vendor atau perusahaan Segara, sepertinya ingin membangun kerjasama dengan pihaknya.” Mereka tekan perusahaan yang kerjasama dengan kita. Tapi perusahaan itu tidak mau karena perusahaan itu sudah dengan perusahaan lain tidak cocok. Makanya mereka mau ke kita,”terangnya.

Cilakanya, oknum  pegawai KSOP itu malah telepon perusahaan Segara, bahwa kami kerja tidak bagus.” Kita pertanyakan kerja tidak baik dimana. Selama ini kita kerja sama dengan PD Panca Karya, aman-aman dan tidak ada masalah apa-apa. Karena kita selalu ajukan permohonan. Mereka turun sendiri periksa lalu mereka bilang kita tidak kerja bagus. Padahal, mereka yang periksa. Mesti ketika mereka periksa sampaikan kepada kami kalau kerja tidak bagus. Tapi kenapa habis periksa lalu bilang kita kerja tidak bagus,”paparnya.

Dia kemudian pertanyakan alasan perusahaan dipimpinnya, dituding kerja tidak baik.”Tidak baik dimana. Nah, kami menduga mereka memihak ke salah satu Vendor. Kami menduga ada main mata dengan Vendor. Jadi PELNI kasih ke perusahaan Segara. Perusahaan Segara kasih ke kita. Jadi ini pengadaan di pusat. Jadi pusat tunjuk  salah satu Vendor yang kantornya di Kota Surabaya. Nah dia kerja didaerah tidak bisa karena tidak punya cabang,”sebutnya

Untuk itu,  CV Berkat Abadi ini sub kontraktor dari pada perusahaan Segara.” Ketika kita ditunjuk pihak PELNI, telepon Segara bahwa kita kerja tidak bagus. Kita kerja tidak bagus dari mana. Setelah kita croscek ke pihak PELNI disuruh oleh oknum pegawai KSOP. Dia bilang bahwa kami kerja tidak baik. Awalnya pihak PT PELNI tidak komplain kalau kami kerja tidak bagus. Tapi kenapa oknum pegawai KSOP ingin orang lain tangani pengadaan alat Keselamatan  Kapal Pelayaran Kapal, Liferaft dan pemadam kebakaran. Jangan- jangan ada main mata dengan dua perusahaan, yakni Karya Sejahtera dan Crisindo Multi Perdana,”tegasnya.

Tak hanya itu, pihak  ASDP diduga main mata dengan salah satu perusahaan, sehingga monopoli tender pengadaan alat Keselamatan Pelayaran Kapal dan pemadaman kebakaran.”Selama ini terjadi monopoli tender alat keselamatan pelayaran kapal termasuk Liferaft dan pemadam kebakaran,”tudingnya.

Bahkan, terang dia,   PO dirubah untuk ASDP Kota Tual. PO itu sudah dijatuhkan ke kita CV Berkat Abadi., namun tiba-tiba Hendrik Matoke bos CV Multisindo Perdana,  ngamuk-ngamuk lalu dialihkan ke perusahaanya.  “Dia ini selama ini monopoli di ASDP. Bahkan sekitar ada 8 Kapal Fery di Maluku, kita tidak pernah dapat,”kesalnya.

Ironisnya lagi,  tender tidak transparan atau tertutup. Bahkan penunjukan langsung, pihaknya sudah masukan penawaran harga dibawah, tapi tetap kalah. “Cilakanya, tender tidak jelas. Kapan waktunya, jadi tidak ada lelang terbuka,”tandasya.

Padahal dia mencontohkan, jika ada 4 Kapal Fery, Vendor lain tangani 2 kapal dan vendor lain tangani 2 Kapal. “Ini agar ada pembanding mana kerja bagus dan  dana mana tidak. Tapi di ASDP semuanya ke satu perusahaan. Jadi monopoli semua. Kami menduga pimpinan diASDP kecipratan dari perusahaan monopoli, sehingga tidak dikasih ke perusahaan lain,”bebenrya.

Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat akan menyurati  Komisi III DPRD Provinsi Maluku.”Kalau soal ini kami akan sampaikan surat masuk ke Komisi III DPRD Provinsi Maluku. Ini agar ASDP dipanggil. Masak, cuma satu Vendor saja. Tidak ada vendor lain. Kalau di Bitung itu dibagi-bagi sebagai pembanding. Jadi kalau ada beberapa perusahaan didaerah pasti dibagi. Ini agar ada pembanding,”pungkasnya.(DM-02)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *