Connect with us

Hukum

Diduga Korupsi, Direkrimsus Didesak Tetapkan Anggota DPRD Malteng Tersangka

Published

on

AMBON, DM. COM,-Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku, didesak segera menetapkan tersangka sejumlah anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). Sebab, mereka diduga keras ikut melakukan tindak pidana korupsi rehabilitasi Pasar Binaya Masohi.

Sebelumnya, penyidik Ditrekrimsus Polda Maluku telah memeriksa tiga anggota DPRD Malteng. Mereka adalah, Sukri Wailisa (PKB), Hasan Alkatiry (Golkar), dan Musriadin Lahabawa (PKS). Mereka diperiksa ketika itu menjabat pimpinan Komisi II bersama Dinas Perindag Malteng membahas anggaran proyek rehabilitasi pasar Binaya dari Rp 8 miliar menjadi Rp 11 miliar. Namun, proses pengerjaan amburadul dan tidak sesuai anggaran yang dialikasikan. “Kami setuju   para wakil rakyat diperiksa. Akalau ada unsur pencurian dan penggelapan anggaran, maka tetapkan mereka tersangka dan  proses hukum,”kata salah satu elemen pemuda Malteng, Jefri Sounawe, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Kamis (25/6/2022).

Sebab, Jefri yang berprofesi sebagai praktisi hukum ini curiga ada oknum Wakil rakyat yang telah menikmati uang haram itu, sehingga banyak yang “tutup mulut.”Kayanya samua dapat bagian lalu tutup mulut,”tegasnya.

Pasalnya, beber dia, proyek rehabilitasi pasar terbesar di Malteng itu dikerjakan asal-asalan dan amburadul, sehingga tidak sesuai dengan nila proyek.”Tapi, saya menilai soal komitmen waktu kerja. Selain   bermasalah, pasang tehel belum lengkap,  pengecatan juga belum selesai. Begitu juga kaca belum ada yang tapasang,”bebernya.

Ironisnya lagi, kesal dia, sesuai keterangan  Kapala Pasar Binaya bahwa   pekerjaan rehabilitasi pasar itu tidak bermasalah. “Apakah kepala pasar itu  kontraktor atau juru bicara kontraktor. Apakah ada surat kuasa dari kontraktor kepada kepala pasar,”kesalnya.

Untuk itu, dari pengerjaan yang tidak maksimal, dia berharap, penyidik Direkrimsus juga memeriksa Kontraktor yang mengerjakan proyek rebilitasi pasar Binaya,”Kami harap kalau ada yang diduga terlibat ditetapkan tersangka dan disayangkan untuk dihukum sesuai perbuatannya,”pungkasnya.(DM-02)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *