Ragam
Dikritik, Gubernur Maluku Akui Ekonomi Naik & Kemiskinan Turun Sebelum Menjabat ?
AMBON,DM.COM,-Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, saat ini banjir kritikan dari sejumlah pihak terhadap berbagai kebijakan yang tidak mencerminkan kondisi kekinian masyarakat di Provinsi Maluku.
Gubernur dikritik soal tidak ada gebrakan di 100 hari pemerintahan, renovasi rumah dinas Gubernur senilai Rp 14 miliar, penunjukan 7 staf ahli Gubernur dan sejumlah kebijakan lainya yang tidak mencerminkan semangat efesiensi anggaran yang digalakan Presiden Prabowo Subianto.
Namun, ditengah sorotan kepadanya, Gubernur Hendrik Lewerissa mengklaim ekonomi dan tingkat kemiskinan mulai membaik.
Hal ini disampaikan orang nomor satu didaerah ini ketika membuka Rapat Koordinasi Forkopimda di Hotel Santika Premier Ambon, Selasa (24/6/2025).
Meski begitu, soal pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan diraih ketika Gubernur dan Abdullah Vanath, sebagai Wakil Gubernur Maluku, belum dilantik memimpin daerah ini. Lewerissa dan Vanath dilantik 20 Februari 2025 lalu.
Buktinya, Gubernur mengaku, pertumbuhan ekonomi Maluku pada Triwulan I Tahun 2025 tercatat sebesar 5,07 persen yoy melampaui rata-rata Nasional yang berada diangka 4,78 persen yoy.
Sementara tingkat kemiskinan tahun 2024 berada pada 15,78 persen, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya 16,42 persen.
“Meskipun masih menjadi tantangan utama kita bersama.Tingkat pengangguran terbuka per Februari 2025 mencapai 5,95 persen. Indeks kerukunan Umat Beragama tahun 2024 meraih skor 80,54$ dan berada pada posisi ke-7 Nasional, mencerminkan sinergi yang baik antara Pemerintah, Tokoh Agama dan elemen masyarakat lainnya,”jelas Gubernur.
Sedangkan Rakor Forkopimda yang digelar, Gubernur menyampaikan bahwa Rakor Forkopimda ini merupakan wadah strategis untuk menyatukan persepsi, mengintegrasikan langkah dan memperkuat sinergi dalam menghadapi dinamika dan tantangan pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga stabilitas di bidang Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan dan Keamanan (IPOLEKSOSBUDHANKAM).
Ia menegaskan bahwa Forkopimda bukan hanya Forum Seremoni semata, melainkan Strategic Governance Platform yang mampu menjawab tantangan zaman, baik yang bersifat vertikal (dari Pusat ke Daerah), maupun horizontal (antar wilayah dan kelompok masyarakat).
“Mari kita bangun Forkopimda sebagai Garda terdepan stabilitas dan pembangunan, sebagaimana kata Bung Karno : Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga persatuan dalam keberagaman, dan menjaga stabilitas dalam guncangan zaman,” ujarnya.
Stabilitas IPOLEKSOSBUDHANKAM ujar Gubernur, adlaah prasyarat utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Kita tidak dapat membangun, jika terus dilanda konflik sosial, politik yang gaduh, ekonomi yang timpang, atau ancaman keamanan yang merongrong kewibawaan negara, dengan demikian, maka stabilitas bukanlah tujuan akhir, tetapi fondasi yang memungkinkan pembangunan berjalan secara inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan,” ungkap Gubernur.
“Selain dengan itu, untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian-capaian yang telah diraih tersebut, terdapat Delapan misi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, serta Tujuh Misi Sapta Cita Lawamena Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, serta misi Pemerintah Kabupaten/Kota yang perlu disinergikan dan kawal bersama agar tercapai sesuai target yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Untuk mewujudkan Misi besar tersebut, dibutuhkan koordinasi, kolaborasi, dan sinergitas Pemerintah Daerah, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat di Provinsi Maluku.
“Mari kita sukseskan dengan menjaga stabilitas IPOLEKSOSBUDHANKAM di wilayah masing-masing Par Maluku Pung Bae,” ajaknya.
Ia juga mengajak untuk menjaga semangat kebersamaan, kesetaraan, dan kearifan lokal dalam membangun Maluku.
Untuk memperkuat sinergi, komunikasi dan aksi kolaboratif, Gubernur mengajak untuk berikan dukungan penuh atas pelaksanaan Program Strategis Nasional Presiden RI yakni, Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, Kemiskinan Ekstrem, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, dan Pembangunan 3 juta rumah.
“Kita jaga Maluku, kita jaga Indonesia, kita buktikan bahwa melalui kerja bersama, segala tantangan dapat kita hadapi, demi masyarakat Maluku yang Maju, Adil, dan Sejahtera,” pintanya.
Hadir secara langsung pada kesempatan ini Bupati/Walikota serta Forkopimda se-Maluku, Danlanud Pattimura, para Pimpinan Perguruan Tinggi, para Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda dan Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Pimpinan Instansi Vertikal, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten/Kota se-Maluku, serta yang mengikuti secara daring yakni Forkopimcam se-Maluku.(DM-04)