Connect with us

Politik

Disebut Tak Hiraukan Mediasi, RU : Saya Ada Agenda Lain

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Ramli Umasugy membantah tidak menghiraukan mediasi yang ditawarkan mahkamah Partai Golkar, terhadap gugatan kader Golkar kepadanya.

“Bukan saya tidak menghiraukan mediasi, tapi saat mediasi saya ada agenda penting yang tidak bisa ditinggalkan,”Kata Umasugy, ketika di hubungi awak media, Rabu (15/9/2021).

Kendati begitu, Bupati Buru dua periode itu menegaskan, empat gugatan di Mahkamah Partai Golkar terhadap dirinya tidak ada masalah.”Tidak ada masalah lagi,”tandasnya.

Sebagaimana di beritakan DINAMIKAMALUKU.COM, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Ramli Umasugy, kini berhadapan dengan empat gugatan di Mahkamah Partai (MP) Golkar. Subtansinya Umasugy akrab disapa RU dinilai arogan dan menabrak aturan partai besutan Airlangga Hartarto itu.

Gugatan pertama nomor 35/PI-GOLKAR/IV/2021 antara Jamatia Booy,SPd yang adalah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dan kawan-kawan sebagai Termohon melawan Pimpinan Musda IV Partai Golkar Kabupaten Bursel.

Gugatan kedua, gugatan nomor 36/PI-GOLKAR/V/2021 antara Elly Toisuta yang juga Ketua DPRD Kota Ambon sebagai pemohon melawan DPD Golkar Provinsi Maluku.

Gugatan ketiga nomor 37/PI-GOLKAR/V/2021 antara Ir.Frederika Latupapua,MBA sebagai Pemohon melawan Pimpinan dan seluruh anggota Panitia Pengarah atau Steering Commite (SC).

Keempat, gugatan nomor 38/PI-GOLKAR/VI/2021 antara Josina Siegers dan kawan-kawan sebagai Pemohon melawan Ketua dan Sekretaris DPD Partai Golkar Maluku.

Sidang perdana empat gugatan telah dilangsungkan pada akhir Agustus 2021 lalu, dengan upaya mediasi. Proses mediasi telah dilakukan DPD Golkar Maluku termasuk kepada Perkara Gugatan nomor 38/PI-GOLKAR/VI/2021.

Kuasa Hukum pemohon, Joe Syaranamual,SH.MH mengatakan, akibat dari ketidakhadiran Ketua DPD Golkar Provinsi Maluku yang dianggap menyepelekan masalah maka tidak ada jalan damai.

Dikatakan, sangat lucu memang karena Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, yang menandatangani surat undangan untuk mediasi malah ketua tidak hadir sampai dua kali.

Menurutnya, pemohon dengan itikad baik sudah hadir dan mengharapkan jalan damai namun sikap arogan ketua maka inilah hasilnya, kisruh ini menjadi berkepanjangan, dan klien kami meminta keadilan hukum melalui putusan akhir di MP.

Para Pemohon menilai, ternyata Ketua DPD Golkar Maluku samasekali tidak menginginkan kesatuan diantara sesama kader partai, dan tidak mampu merangkul perbedaan-pernedaan di internal partai.” Tidaklah heran telah terjadi faksi-faksi pun Ketua DPD tidak mampu menyatukan pikiran dan presepsi bersama,”Kata Joe, ketika dihubungi DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (13/9/2021).

Ditambahkan, jika ini hanya masalah sederhana saja harusnya Ketua DPD Golkar bisa duduk bersama kader untuk membicarakan. “Ini bukti nyata dan jelas ketidak mampuan Ketua DPD Golkar Maluku menyatukan kader Gokkar untuk bersama-sama bekerja bagi kepentingan Golkar di perhelatan 2024 mendatang,”tegasnya.

Dia juga menyebut, sikap arogansi RU sangat disesalkan senior dan sesepuh partai berlambang pohon beringin itu.”Mereka sangat kecewa dengan sikap Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku,”pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *