Connect with us

Ragam

Ditahan KPK, Gubernur: Saya Sudah Ingatkan Walikota !!

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Gubernur Maluku, Murad Ismail, sepertinya tidak kaget dengan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga ditahan. Ini setelah orang pertama didaerah ini sudah mengigatkan Walikota, agar hati-hati memberikan ijin kepada Alfamidi.

“Pak Walikota, dulu saya sudah kasih tahu. Bos,  jangan kasih ijin Alfamidi itu  terlalu banyak. Kasihan masyarakat,”kata Gubernur, kepada awak media, Sabtu (14/5/2022).

Dia mencontohkan, di Kelurahan  Waihaong, retail Alfamidi maupun Indomaret ada tiga gerai.”Itu berarti kios dan toko disekitar situ selesai. Khan kasihan pengusaha kecil disana,”sebut mantan Dankor Brimob Polri itu.

Mantan Kapolda Maluku ini, justeru curiga dengan Walikota, yang  diduga menerima hadiah atau janji terkait ijin pembangunan 20 gerai Alfamidi, dari laporan masyatakat.”Ini mungkin dari laporan dari masyarakat. Biasanya ijin yang banyak itu pasti ada sesuatu. Dulu saya sudah peringatkan. Di depan rumah saya di Poka mau dibangun saya larang. Kasihan,”ingat dia.

Untuk itu, dia mengigatkan,  hidup adalah  pilihan yang mesti dijalani sehingga tidak menyusahkan keluarga di kemudian hari. “Cari jalan kiri atau jalan kanan terserah. Tapi yang jelas saya tidak akan memalukan. Saya tidak akan melakukan hal-hal yang anak saya tidak bangga. Jadi sebelum mati saya tidak akan meninggalkan hutang-hutang. Jadi kelak saya mati anak saya bangga terhadap bapaknya,”pungkasnya.

Sekedar tahu, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, ditahan KPK setelah diduga menerima gratifikasi atau  hadiah dari kepala  regional Alfamidi Amri, senilai Rp 500 juta. Selain Louhenapessy, lembaga anti rasuah itu juga menahan seorang pegawai honorer Pemerintah Kota Ambon Andrew Erin Hehanussa.  Kepala Perwakilan Regional Alfamidi, Amri, juga ditetapkan tersangka.(DM-02)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *