Politik
DPP Putuskan Musdalub Hanura Maluku Diulang, Pekan Depan Kembali Digelar
DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), akhirnya memutuskan pelaksanaan Musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) DPD Hanura Provinsi Maluku, yang deadlock 5 November 2021 lalu, kembali digelar dari awal. Dijadwalkan Musdalub ulang digelar di Hotel Marina, Senin (21/3/2022).
Sebelumnya Musdalub yang digelar di Hotel Marina, 5 November 2021 lalu mengalami deadlock, setelah sejumlah DPC Hanura protes rekomendasi DPP Hanura kepada Mus Mualim dan Rhoni Sapulette, sebagai calon Ketua DPD Hanura Provinsi Maluku. Akibatnya, pimpinan sidang saat itu memutuskan
dikembalikan ke DPP Hanura.
Pelaksana tugas Ketua DPD Hanura Provinsi Maluku, Siswadi Tarigan mengatakan, sebagai Ketua DPP Hanura Bidang Organisasi, dirinya ditugaskan sebagai Plt Ketua DPD Hanura Provinsi Maluku, untuk melaksanakan Musdalub DPD Partai Hanura Provinsi Maluku.
“Sebagaimana diketahui bahwa Musdalub yang dilaksanakan DPD Partai Hanura Maluku, 5 November 2021 lalu, terjadi kebuntuan. Kemudian DPD Hanura Provinsi Maluku dan panitia Musdalub menyerahkan hasil Musdalub ke DPP Hanura,”tutur Tarigan, kepada awak media, Selasa (15/3/2022)
Oleh karena itu, kata dia, setelah DPP Hanura melakukan rapat evaluasi dan diputuskan Musdalub DPD Hanura Provinsi Maluku, harus diulang.” Sebenarnya di dalam AD/ART pasal 52, Ketua Umum DPP Hanura memiliki, “diskresi” untuk menentukan siapa Ketua DPD Hanura Provinsi Maluku. Tapi sampai saat ini Ketua Umum DPP Hanura tidak mau, melaksanakan hak diskresinya. Beliau mau ketua DPD Hanura Provinsi Maluku ini benar-benar sesuai aspirasi atau kedaulatan yang dimiliki oleh DPC Hanura kabupaten dan kota,”paparnya.
Untuk itu, jelas dia, setelah tiba di Kota Ambon, Senin (14/3/2022) dirinya langsung melakukan rapat dengan pengurus DPD Hanura Maluku, dan membentuk panitia Musdalub. “Dan hari ini Panitia Musdalub menggelar rapat perdana menentukan rancangan biaya dan yang penting adalah menentukan waktu pendaftaran bakal calon Ketua DPD Hanura Maluku,”terangnya.
Dia berharap, kader yang berminat ingin merebut kursi Ketua DPD Hanura Provinsi Maluku, dipersilahkan untuk mendaftar untuk mencalonkan diri.”Jadi tadi kita sepakat Rabu (16/3/2022) sampai , Minggu (20/3/2022) proses pendaftaran. Jadi pelaksanaan Musdalub ini benar-benar kita pacu secepat mungkin mengejar tahapan Pemilu 2024 yang dilakukan KPU,”ingatnya.
Apalagi,lanjut dia, sebelum fevifikasi faktual oleh KPU, pihaknya lebih dahulu melakukan verifikasi internal.
Soal alasan Musdalub diulang, apakah tidak menampung aspirasi sebagian DPC Hanura, dia mengatakan. “Saya tidak mengatakan aspirasi DPC Hanura tidak ditampung. Tapi memang, ketika itu hanya calon ketua dua orang. Tapi satu kader ada calon tapi tidak direkomendasikan DPP,”tandansya.
Sehingga, lanjut dia, tidak memenuhi persyaratan sebagaimana diatur oleh Peraturan Organisasi Nomor 01 Tahun 2020.” Nah, kemudian terjadi kebutuan maka setelah, Musdalub November 2021 maka kini diberikan kesempatan lagi kepada kader Kita yang mengiginkan atau berminat sebagai calon Ketua DPD Hanura Provinsi Maluku untuk mencari dukungan minimal 30 persen. dari DPC dan rekomendasi dari DPP,”sebutnya.
Ketika disinggung, apakah saat itu calon Ketua DPD Hanura Maluku, saat itu tidak memenuhi 30 persen, dia mengaku.”Jadi memang ada kader yang mendapat dukungan lebih dari 30 persen tapi tidak dapat rekomendasi dari DPP. Tapi ada calon yang belum memenuhi 30 persen dukungan atau rekomendasi dari DPC, tapi peroleh rekomendasi dari DPP,”terangnya.
Tak hanya disitu, soal kecurigaan sebagian kader bahwa kehadiran Plt Ketua DPD Hanura Provinsi Maluku, mengamankan salah satu kader untuk merebut kursi Ketua DPD Hanura Provinsi Maluku, ditepismya.”Saya kira sah-sah saja orang menilai seperti itu. Saya sudah tegaskan di rapat perdana bersama DPD dan rapat perdana bersama panitia, saya selaku Ketua Plt maupun Ketua Bidang Organisasi DPP Hanura, secara logika tidak memiliki kemampuan dan kepiawaian untuk memenangkan salah satu calon. Saya kira penilaian itu sah-sah saja. Politik itu mungkin isu seperti itu biasa. Tapi yang akan bersaing dan berminat adalah kader terbaik Hanura. Semua adalah teman dan sahabat saya,”tepisnya.
Bahkan, beberapa dia, ada calon-calon ke Jakarta menemui dirinya selaku Ketua Bidang Organisasi tentu tidak mungkin di tolak. Ada juga menemui Sekjen, tidak mungkin ditolak karena kader. “Masak orang lain pun diterima. Kenapa kader tidak. Saya juga tidak mempunyai kemampuan mempengaruhi 11 DPC. Bagaimana bisa saya mempengaruhi Ketua Umum berikan rekomendasi. Jadi dua calon yang dorekomendasi DPP Hanura bisa ikut lagi. Jadi rekomendasi tidak dicabut. Itu putusan DPP,”tandansya.
Sementara itu, Ketua Panitia Musdalub DPD Hanura Provinsi Maluku, Temy Oersepuny mengatakan, berdasarkan hasil rapat Musdalub ulang digelar 21 Maret 2022 nanti. Jadi memang kita harus bekerja ekstra dan cepat dan kerahkan semua kemampuan kita, sehingga bekerja semaksimal mungkin mensukseskan pelaksanaan Musdalub karena waktunya sangat mepet,”kata kandidat Bupati Kepulauan Aru itu.
Anggota DPRD Provinsi Maluku dari daerah pemilihan Aru, Malra, dan Kota Tual, Panitia bekerja sesuai aturan main dan tidak bekerja atau berpihak kepada kandidat tertentu. “Jadi memang kita hanya melaksanakan tugas kepanitiaan saja sesuai aturan main di Partai Hanura. Kita berharap Musdalub selesai dan Hanura ikut verifikasi untuk menjadi peserta pemilu 2024 mendatang,”pungkasnya.(DM-01)