Connect with us

Politik

Dulu Diidolakan, Sekarang Kader PDIP Balik Sebut Temmar “Tedong”

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Saling serang antara kader PDIP, kembali mengemuka. Ini setelah, Bitzael Silvester Temmar, kader senior Partai berlambang Banteng Kekar Moncong Putih menuding “punggawa” partai itu seperti “Tedong”.

Kini serangan balik kepada Temmar, dari kader yunior besutan Megawati Soekarno Putri itu. “Bapak Bitzael Silvester Temmar yang terhormat. Yang “Tedong” ini siapa??. Kami Selaku Kader PDIP ataukah anda sendiri yang “Tedong”, “kata Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDIP Kota Ambon, Dominggus Patilouw, melalui surat terbuka yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (18/10/2021).

Dia menegaskan, pernyataan Temmar, yang juga mantan Sekretaria DPD PDIP Maluku, di salah satu media lokal sangat menyinggung perasaan kader partai itu.” Saya harus bilang kepada anda bahwa apa yang anda sampaikan di media lokal amat sangat menyinggung kami selaku kader PDIP. Anda mengatakan bahwa kader-kader PDIP adalah “Tedong” karena menutup mata dan telinga juga mulut daripada apa yang anda sebut salah tentang kepemimpinan Ketua DPD PDIP kami Pak Murad Ismail?? oh anda salah,”ingatnya.

Dia mengigatkan, Kader PDIP bukan menutup mata, tapi tahu sungguh dan punya etika dalam berpartai.” Kami punya ideologi dan ruh partai yang mengharuskan kami menjaga marwah partai dengan cara dan jalan internal yang itu harus kami tempuh, tapi bukan dengan cara “Tedong” seperti anda yang berteriak-teriak di media,”tegasnya.

Soal Temmar mengklaim diri sebagai pejuang dan berdarah-darah serta berkeringat membesarkan PDIP, selalu dikenang para kader partai.”Anda mengatakan bahwa anda dulu adalah pejuang partai yang mandi darah dan keringat untuk mempertahankan eksistensi partai, yaa kami juga tau itu. Tapi apakah anda tahu? bahwa di Maluku ini bukan saja Anda sendiri kok yang berjuang saat itu,”tuturnya.

Pattileuw mengingatkan Temmar, masih banyak orang dan para sesepuh partai juga kader yang turut bermandi keringat dan darah untuk partai berciri khas merah itu. “Apakah anda sadar bahwa di balik perjuangan anda dulunya itu maka anda telah mengecap hasil dari perjuangan anda,”tanya Pattileuw.

Hasilnya, Temmar pernah menjabat Anggota DPRD Provinsi Maluku dan menjabat Bupati Maluku Tenggara Barat (kini Kepulauan Tanimbar) dua Periode.”Itu hasil yang anda pernah gapai dan nikmati, tapi apakah para pejuang partai lain saat anda dulu berjuang bersama dengan mereka, apakah mereka juga pernah merasakan dan menikmati hasil yang sama dari perjuangan mereka,”ingatnya.

Padahal, ada kader senior hingga meninggal tidak pernah merasakan kursi empuk seperti Temmar, yang pernah Temmar rasakan. ” Ada juga para sesepuh dan pejuang partai yang sampai saat ini juga belum pernah merasakan hal yang sama dengan yang pernah anda nikmati saat itu. Akan tetapi mereka tidak bersungut-bersungut di media seperti anda yang telah menikmati kursi empuk selama ini dan setelah itu melakukan tindakan Tedong dengan jalan melawan perintah partai dan akibatnya anda di pecat oleh partai,”bebernya.

Ironisnya, lanjut dia, saat itu Temmar di pecat oleh partai bukan karena kesalahan kader partai, tapi karena sikap dan tindakannya yang melawan partai, sehingga dipecat dan di keluarkan dari partai.” Tapi kok anda mengatakan bahwa anda di keluarkan secara kasar. Pernyataan anda sangat lucu dan itu pernyataan seorang “Tedong”,”kesalnya.

Padahal, Pattileuw mengisahkan, dulu sempat mengidolakan Temmar yang juga seorang akademisi. “Jujur saya harus bilang selaku kader dulu-nya saya sangat mengidolakan anda karena apa yang pernah anda ajarkan kepada saya tidak pernah saya lupakan tentang kewajiban seorang kader sejati, yang harus memegang teguh ideologi partai dan menjaga marwah partai, “terangnya.

Namun, kesal dia, ajaran Temmar justeru terbalik atau melanggar ajarannya.”Apa yg anda pernah ajarkan kepada saya tidak akan saya lupakan. Akan tetapi sekarang ini anda yang melakukan pemutarbalikan terhadap teori-teori dan ajaran anda itu. Saya pribadi kecewa dengan anda Pak BST (Bursel Silvester Temmar (BST) yang terhormat,”ujarnya.

Akibatmya, tambah dia, sebutan “Tedong” kepada “punggawa” partai itu tidak relevan lagi.” Kami selaku kader sampai saat ini masih tetap teguh memegang nilai-nilai dan etika selaku kader partai. Anda salah besar, dan atas kesalahan anda itu maka tuduhan “Tedong” itu saya mau bilang itu adalah anda sendiri,”pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *