Connect with us

Politik

Fatlolon : Jiwa & Raga Saya Hanya untuk Tanimbar !!

Published

on

AMBON,DM.COM,-Kebanyakan Kepala daerah dan wakil kepala daerah, usai memimpin atau berkuasa kekayaan mereka bertambah. Akibatnya, aset yang dimiliki disoroti publik karena kekayaan yang diperoleh tidak wajar dan patut diduga hasil tindak pidana korupsi saat menjabat.

Namun,  mantan Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Petrus Fatlolon, terbalik. Fatlolon justeru tidak memiliki  penambahan aset pribadi yang dimiliki baik itu aset bergerak dan tidak bergerak usai menjabat.

Meski begitu, Fatlolon  sudah bangun asetnya berupa rumah, penginapan dan properti lainya jauh-jauh hari sebelum memimpin di bumi “Duan Lolat,” periode 2017-2022.

PETRUS FATLOLON, SH, MH

Buktinya, kekayaan Fatlolon diketahui setelah  salah satu media cetak ternama di Maluku pada tahun 2021 lalu, mengekspos harta kekayaan para Bupati dan Walikota di Provinsi Maluku yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bupati KKT Petrus Fatlolon, saat itu memiliki kekayaan urutan kedua, setelah Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal.

Kendati demikian, Fatlolon diklaim mengalami penyusutan aset atau kekayaan usai memimpin daerah itu.“ Jumlah kekayaan Pak Fatlolon itu sudah ada  sebelum menjabat sebagai Bupati KKT.  Namun,   kekayaannya Pak Fatlolon, menurun usai nemimpin. Mestinya, kekayaan Pak Fatlolon, meningkat atau bertambah usai memimpin,”kata salah satu aktivis KKT, Agustinus Rahanwarat Sampo, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Rabu (8/2/2023).

Dia mengaku,  penyebab kekayaan Fatlolon,  menurun karena sering berbagi kepada warga Tanimbar.”Pak Fatlolon, menghabiskan pemberiannya diluar penghasilannya sebagai Bupati. Pantas saja jumlah kekayaannya malah menurun setelah menjadi Bupati. Memang benar, Pak Fatlolon, masih tetap dermawan sejati yang tidak memanfaatkan posisi Bupati untuk memperbanyak harta kekayaan. Ini yang patut dicontohi para pemimpin lainnya,”puji Rahanwarat akrab disapa ARS.

Terpisah,  Fatlolon mengaku, sejak tahun 2003 lalu, dirinya sudah perintahkan agar semua asetnya dipindahkan ke kampung halamanya di Tanimbar. “Saya ingin mengabdi  di Tanimbar. Mati juga di Tanimbar dan kuburan di Tanimbar. Karena itu, pula saya kemudian mempersiapkan aset semua di Tanimbar. Aset ada di Larat, ada Saumlaki, ada di berbagai tempat di Kota Ambon,”terang Fatlolon, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, belum lama pekan kemarin.

Tujuanya, kata Fatlolon yang juga Sekretatis DPW Partai NasDem Provinsi Maluku itu, agar ketika menjabat Bupati KKT, tidak lagi bangun rumah pribadi atau bangun aset lainya.” Itu tidak boleh. Jadi saya bangun sebelum menjabat. Tahun 2003  lalu, saya mulai bangun penginapan di Larat. Ada 17 kamar. Puji Tuhan semua selesai di bangun sebelum saya menjabat. Sehingga ketika saya menjabat, tidak lagi menjadi urusan pribadi. Itu berarti, jiwa raga saya sudah fokuskan semua untuk Tanimbar,”pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *