Ragam
Harga Pertalite “Mencekik” di Wetar, Maularak : Ini karena Pertamina belum Pasok BBM


AMBON,DM.COM,-Meski sudah ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lurang, Kecamatan Wetar Utara dan Iliwaki, Kecamatan Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), sudah dibangun dan diresmikan. Namun, hingga kini pihak Pertamina belum mendistribusikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di daerah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste itu.
Akibatnya, warga setempat kesulitan mendapatkan BBM. Meski mendapat BBM, harganya mencekik, sehingga memberatkan dan meresahkan warga didaerah itu.
Salah satu tokoh pemuda dan Ketua Pemuda Desa Iliwaki, Kilyon Maularak mengatakan, saat ini sudah ada pembangunan SPBU di Desa Iliwaki, Kecamatan Wetar dan Lurang.
“Memang SPBU sudah dibangun, tapi belum dioperasikan karena sampai sekarang Pertamina belum mamasok BBM. Akibatnya, kami membeli BBM jenis Pertalite satu liter Rp 50 ribu. Itu harga eceran,”kata Maularak, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Minggu (30/3/2025) di Kota Ambon.
Dia kemudian menyalahkan Pertamina menjadi penyebab BBM langkah didaerah itu, karena sebelum dua SPBU itu dibangun sudah ada pangkalan-pangkalan minyak di pulau kaya Tambang itu rutin melayani warga setempat dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dari Pemda setempat.
“Jadi sesuai HET kabupaten, satu liter Rp 18 ribu rupiah. Jadi harga normal dan BBM lancar. Tapi setalah dibangun dua SPBU itu yang pangkalan ragu-ragu. Jangan sampai sudah beli BBM, BBM dari pangkalan sudah ada. Yang punya SPBU sudah pasok. Makanya, dari November 2024 sampai sekarang terjadi kelangkaan,”bebernya.
Dia menuding kelangkaan BBM didaerah itu, karena perbuatan Pertamina. Perusahaan plat merah itu bukanya membantu masyarakat mendapat BBM didaerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T), tapi justeru menyusahkan masyarakat.
“Mestinya, Pertamina tahu, kita ini wilayah 3T. Apalagi, terujung dari Provinsi Maluku. Apalagi, ini perintah Presiden dengan BBM 1 harga bagi warga 3T,”tegasnya.
Bahkan, ingat dia, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, beberapa kali berkunjung di MBD dan sering menyoroti persoalan BBM di bumi Kalwedo.”Nah, sampai saat ini bukan hanya kami di Wetar, tapi sejumlah pulau di MBD seperti Romang dan Luang Sermatang, yang sudah mendapat ijin membangun SPBU tapi belum beroperasi,”terangnya.
Soal kendala pasok BBM di Wetar dan sejumlah pulau lain, dia mengaku, kendalanya hanya ada di Pertamina. “Sesuai informaai yang kami dapat, yang punya SPBU di Lurang, saya tidak tahu namanya siapa, tapi SPBU-nya sudah dibangun. Bahkan sudah ada ijin dan sudah diresmikan,”sebutnya.
Ironisnya, lanjut dia, informasi yang diperoleh BBM sudah dibayar di Pertamina, tapi sampai sekarang belum ada proses pengiriman BBM ke Lurang. “Kendalanya dimana. Kalau soal kendala transportir, ini khan urusan Pertamina. Pertamina punya tanggungjawab BBM satu harga sampai di SPBU,”tekanya.
Untuk itu, Maularak menuding, Pertamina jadi biang kerok terjadi kelangkaan dan harga BBM mencekik warga.”Nah, terjadi kelangkaan BBM sejak November 2024, kita sidah beli Pertalite dengan harga Rp 50 ribu per liter,”terangnya.
Dia mengisahkan, sejak BBM langka November 2024, kembali terjadi kelangkaan medio Mei 2024, sampai Agustus 2024 BBM sempat turun.”Tapi sampai November 2024 hingga saat ini BBM terjadi kelangkaan. Kenapa demikian karena sudah ada ijin-ijin SPBU. Makanya kita minta kepada Pertamina, bertangungjawab atas semua ini,”kesalnya.
Karenanya, dia meminta perhatian serius dari Gubernur Maluku dan DPRD Provinsi Maluku, agar Pertamina segera memasok BBM didua SPBU itu.”Bagi Pak Gubernur persoalan ini bukan hal baru. Kami minta kepada bapak Gubernur yang memahami persoalan BBM di MBD. Kami minta tolong Pak Gubernur bantu kami masyarakat di 3T. Kontribusi kami bagi daerah cukup besar. Kami minta Pak Gubernur sikapi ini,”harapnya.
“Begitu juga dengan lembaga DPRD Provinsi Maluku, kita memberikan suara bagi Fraksi Gerindra dan Golkar, tolong bantu kami melihat hal ini. Kalau memang ijin SPBU sudah ada, tolong DPRD mendorong Pertamina agar SPBU dipasok BBM dan beroperasi. Kalau sudah bayar BBM segera dikirim agar BBM tidak lagi terjadi kelangkaan,”ingatnya.
Dia menambahkan, jika Pemda, DPRD dan Pertamina, tak merespon serius, dia mengancam warga setempat kembali membeli BBM di negara Timor Leste. “Kita beli BBM di Timor Leste dengan harga murah. 1 liter Rp 21 ribu sampai Rp 20 ribu, “pungkasnya.(DM-04)