Connect with us

Hukum

Diduga “Hina” Soa, Kades belum Disanksi, Ancam Keluar dari Desa Laitutun

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Dugaan penghinaan yang dilakukan, Poli Knatwera, Kades Laitutun, Kecamatan Letti, Kabupaten Maluku  Barat Daya, berbuntut panjang. Dia dilaporkan ke pihak pemerintah Kecamatan dan pemerintah Kabupaten. Ini dilakukan agar orang pertama di Desa itu mendapat sanksi.

Ini setelah, Knatwera, dengan gaya bahasanya diduga menghina masyarakat adat Soa Oliana Marna Orleta Orruhnue (Tuan Negri). Penghinaan itu di dengar langsung oleh kepala Soa Oliana, Gerson  Lewangkoru, dalam rapat resmi Kepala Desa bersama seluruh staf dan seluruh Kepala Soa dan Saniri Soa, beserta BPD, di kantor Desa setempat, 28 Februari Tahun 2022 lalu.

Yohanes Kaary  dan Yosep Kolway, dua warga Soa Oliana, melalui rilis yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Minggu (3/7/2022) mengatakan, setelah warga Soa dan tua-tua adat Soa Oliana mendengar keterangan dari kepala soa Oliana,  Gerson Lewangkoru, dalam pertemuan bersama seluruh warga soa dan tokoh-tokoh adat pada tanggal 08 Mei 2022, pihaknya kemudian berinisiatif untuk melayangkan surat laporan kepada Pemerintah Daerah,16 Mei 2022 tembusan kepada Camat Pulau Letti, BPD Desa Laitutun,dan juga Ketua Latupati Pulau Letti.

Laporan mereka langsung di tanggapi oleh Sekda beserta Kadis DPMD,Kabag Tata Pem, dan Asisten 1 Pemkan MBD,  ke desa Laitutun untuk menyelesaikan. “Namun, penyelesaiannya sama sekali tidak memuaskan kami selaku marna Orleta Orruhnue/Tuan Negri di Desa Laitutun,”kesal mereka.

Menurut mereka, kepala desa sebagai pejabat publik sudah sepatutnya memberikan contoh, baik etika maupun sopan santun kepada Warga masyarakatnya. “Karena pejabat publik selaku abdi masyarakat seharusnya dapat memberikan teladan bagi masyarakat itu sendiri,”tandas mereka.

Oleh sebab itu,  masyarakat Soa Oliana Marna Orleta Orruhnue di Desa Laitutun, kembali mendatangi Camat Pulau Letti, 30 Juni 2022 lalu.”Dihadapan bapak Camat pulau Letti (Herman Suitela) untuk sekedar menyampaikan aspirasi kami dalam menindak lanjuti surat tembusan kami tertanggal 16 Mei  2022,”bebernya.

Kehadiran mereka untuk  menawarkan solusi dalam penyelesaian masalah yg sementara kami hadapi. “Karena menurut hemat kami sampai dengan detik ini belum ada tindakan yang fainal dari camat selaku pimpinan tertinggi di wilayah ini dalam menyelesaikan persoalan yang sementara di hadapi oleh masyarakat adat Soa Oliana Marna Orleta Orruhnue di Desa Laitutun,”sebutnya.

Untuk itu,  ada dua point’ solusi yang ditawarkan kepada Camat Pulau Letti , agar dengan secepatnya dilaksanakan demi kestabilan berjalannya pemerintahan desa Laitutun.

“Karena bagi kami selagi persoalan ini belum di selesaikan, maka kami dari masyarakat Soa Oliana Marna Orleta Orruhnue di Desa Laitutun keluar dari pemerintah kepala desa rezim saat ini sampai terselesaikan masalah ini sesuai dengan dua poin Solusi yang sudah kami tawarkan kepada camat pulau Letty,”pungkas mereka.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *