Connect with us

Politik

Ini Saran Afifudin Bagi Korban Kebakaran Ongko Liong

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Korban kebakaran di kawasan Ongko Liong, Batu Merah, Kota Ambon, hingga kini belum mendapat tempat pemukiman yang layak setelah rumah mereka dilalap si jago merah. Masih terjadi tarik menarik apakah mereka direlokasi atau dibangun rumah bagi mereka di kawasan itu.

Persoalan korban kebakaran Ongko Liong, menjadi perhatian serius, Sekretaris Komisi III DPRD Maluku, Rovik Afifudin. Dia meminta pemerintah Kota Ambon maupun Provinsi mau menyelesaikan permasalahan pengungsi.

“Saya minta Pemerintah Kota juga Provinsi lihat itu sebagai salah satu permasalahan yang harus kita selesaikan.” ujarnya Rovik kepada DINAMIKAMALUKU. COM, Jumat (19/11/2021).

Dikatakan, sesuai keterangan dari dinas perumahan Kota Ambon, saat rapat Kamis (18/11/2021)  korban kebakaran sudah ditawarkan bangunan rumah tipe 36, dan diberikan uang pembangunan sebesar Rp 50 juta tetapi tidak mau, alasan mereka itu  jelas.

,”Ternyata mereka tidak mau karena disitu bukan saja tempat tinggal, tetapi juga tempat usaha. Nah kalau kasih uang Rp 50 juta untuk ukuran tipe 36 itu atau rehabilitasi rumah mereka yang terbakar, tetapi tetap di Ongkoliong pasti mereka mau,”tandasnya.

Menurut, Sekretaris DPW PPP dari dapil Kota Ambon itu, karena yang hilang Ongko Liong bukan rumah, tetapi tempat usaha para pengungsi.

Sementara terkait membangun rumah susun, sebut dia, belum ada kepastian, karena masih di usulkan.

Dia menuturkan, ketika ke Jakarta, mereka sempat melihat APBN dan disana tidak ada alokasi untuk Rumah Susun (Rusun).

,”Kemarin kita ke jakarta, dan melihat APBN kita, tidak ada alokasi rusun dari cipta karya itu, belum ada dan itu belum ada. Jangan sampai menanti kepastian yang tidak pasti,”tegasnya.

Dia menilai, sampai saat ini belum melihat rusun untuk rakyat di Ambon, paling untuk mahasiswa di kampus-kampus saja, tapi untuk masyarakat belum dibutuhkan.

Untuk itu Afifudin sarankan agar dilakukan survei terhadap kecenderungan masyarakat di Maluku khusus kota Ambon, karena pemukiman sudah mulai padat.

Ia juga tidak yakin masyarakat kota Ambon mau tinggal di rusun, terkecuali di kota besar.

“Saya kira agak sulit mereka di rusun, karena dilihat dari mereka itu bertetangga, “ujarnya.

Untuk itu Afifudin inginkan agar permasalahan ini bisa diselesaikan oleh pemerintah kota maupun Provinsi mumpung saat ini masih proses pembahasan APBD baik di tingkat Kabupaten / kota juga Provinsi

Ditambahkan,kalau ditanya kepada pengungsi untuk tetap tinggal dilokasi kebakaran dengan bantuan rumah tipe 36, pasti mereka mau karena bukan hanya rumah tetapi merupakan tempat usaha.

Tanyakan pada masyarakat di kawasan ongko Liong khususnya, maukah kalian tetap tinggal disitu,  kita bantu sesuai dengan bantuan tipe 36, tapi tetap tinggal disitu, saya yakin pasti mereka mau,  karena yang hilang dari mereka bukan cuma rumah tempat tinggal, tapi tempat mencari nafkah. ujarnya.

Soal rencana pemindahan para pengungsi Ongko Liong ke Air Besar, menurut Afifudin, nantinya para pengungsi akan menanyakan status tanah tersebut.

“Kalau dikasih pindah ke Air Besar, mereka akan tanya siapa yang punya tanah, itu nanti jadi masalah bagi mereka, yang penting mereka ada di tanah yang punya sertivikat dan selesaikan disitu saja, kenapa harus pindah jauh-jauh, “ingatnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *