Connect with us

Ekonomi

Intelektual MBD Minta Legalitas di Blok Masela

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Sebagai salah satu wilayah terdampak, kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), harus diakui dalam pengelolaan blok Masela. Karenanya, payung hukum blok Masela, yang tengah digodok DPRD Maluku, daerah itu harus diperhatikan.

Ketua Ikatan Intelektual MBD, Prof.DR Alohiab Watloly mengatakan,
MBD bukan saja wilayah terdampak, blok Masela, namun MBD merupakan daerah penghasil. “Karena itu Perda (peraturan daerah) yang sementara di godok MBD juga difokuskan,”harap Watloly, kepada wartawan, usai bertemu pimpinan DPRD Maluku, Rabu (7/10).

Menyangkut Amdal blok Masela, kata Watloly, pihaknya sudah bertemu dengan Inpex beberapa kali mulai dari Amdal berbasis off shore sejak tahun 2016 lalu.”Saat itu sudah debat dengan Inpex dan staf ahlinya, dari UI, UGM, Unpad dan ITS, 26 Januri 2016 lalu,”tuturnya.

Ketika itu, terang dia, pihaknya sudah menolak dan dibantah dengan data ilmiah yang jelas. “Mulai dari tataran sekunder soal pemetaan geografis saja sudah gagal karena tidak mampu mempertanggugjawabkan data mereka. Jadi belum data primer,”paparnya.

Untuk itu, tambah dia, pihaknya menolak dan saat itu ITS memohon maaf kepadanya, karena sadar berbohong. “Saat itu saya katakan kami akan membuat surat ke lembaga anda, sebagai ilmuan dan sebagai profesor, saya malu lembaga ini karena menipu,” ujar akademisi Unpatti Ambon itu.

Tak hanya itu, ketika Amdal on shore, pihak Inpex, lagi-lagi berulah. “Kami melihat Inpex sebagai pihak dipercayakan negara untuk operator blok Masela masih menerapkan kolonial Jepang, untuk MBD. Pertama dia mengadu dombakan kami dengan saudara-saudara kita di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT),”terangnya.

Inpex juga dinilai, mewariskan ekstrim trauma masa lalu, karena membantai hidup generasi MBD, kedepan.”Saya kira dengan argument apapun tidak bisa di bolak balik, bahwa MBD tidak masuk daerah terdampak dan penghasil,” tegas dia.

Sebagai senior intelektual MBD, pihaknya harus memperjuangkan kepentingan masyarakat MBD di blok Masela.“Guna apa saya jadi Prof, guna apa intelektual MBD begitu banyak di Maluku, tidak melakukan sesuatu untuk menyatakan kebenaran, dan menyelamatkan generasi dan alam MBD akan hancur dengan eksploitasi blok Masela,”ingatnya.

Karenanya, dia mengigatkan, secara moral dan iman, blok Masela merupakan berkat, sehingga blok Masela, mensejahterakan Maluku yang dikenal termiskin, tertinggal, dan terbelakang, bahkan terdiskriminasi dari pembangunan.

“Karena itu, kita harapkan, blok Masela tidak menjadi blok masalah, kekayaan blok Masela tidak menjadi masalah abadi, “pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *