Connect with us

Hukum

Jadi Korban Tusukan, RT Justeru Tersangka, Ini Penjelasan Polisi

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Jadi korban tusukan malah dijadikan tersangka oleh pihak Kepolisian. Alasanya cukup alat bukti untuk dijadikan tersangka.

Karenanya keluarga RT, mempertanyakan pihak Polsek Nusaniwe, yang menetapkan RT sebagai tersangka.
Padahal , RT korban tusukan pisau sebanyak tiga kali dari pelaku DN di wilayah hukum Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, sekitar pukul 00. 20 WIT, 2 Oktober 2021 lalu. ” Kok aneh, anak kami jadi korban tusukan justeru dijadikan tersangka oleh Polsek Nisaniwe. Ada apa ini, ” ibu RT, Ete Tuakora, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Minggu (21/11/2021).

Anehnya, lagi 2 Oktober 2021 setelah peristiwa penusukan terhadap RT sudah berlangsung selama 1 bulan 2 minggu. “Anak kami korban tusukan tiga kali. Untung tidak terjadi tidak apa- apa. Anak kami korban kok jadi tersangka. Dasar apa anak kami dijadikan tersangka,”kesalnya.

Cilakanya, lagi ada oknum kepolisian diduga ikut campur tangan sehingga RT dipaksakan jadi tersangka. Tak hanya disitu, pihak Polsek Nusaniwe bolak balik cari saksi lalu dipaksaa agar mengaku melihat RT ikut pukul DN. Bahkan anak kecil ikut dibujuk, agar mengaku RT ikut pukul DN”bebernya.

Ketika disinggung kemungkinan RT ikut memukul atau ikut mengeroyok DN, dia menegaskan. “Anak kami tidak pukul DN. Anak kami justeru menjadi korban,”tegasnya.

Lantas, alasan pihak Kepolisian menetapkan RT sebagai tersangka ? Kapolsek Nusaniwe, Iptu Iptu Johan WM Anakotta menegaskan, pihaknya menetapkan RT sebagai tersangka pemukulan kepada DN berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi.”jelas Kapolsek kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (22/11/2021)

Dia membenarkan DN menusuk RT. Ketika itu ada Charles Porloi dan Lasarus. “Memang Kami terima laporan RT. DN tusuk RT. Ternyata ada peristiwa sebelumnya pasal 170 KUHP. Korbannya DN. Jadi RT ikut pukul DN,”jelasnya.

Pihaknya kemudian membuktikan apakah pengeroyokan awal RT ikut pukul DN betul atau tidak.”Kita kemudian melakukan penyelidikan. Katanya kita undang saksi-saksi. Memang betul sesuai pengakuan sejumlah saksi termasuk pengakuan teman RT, yakni Charles yang sudah ditetapkan tersangka ikut mengaku pengeroyokan terhadap DN adalah RT,”bebernya.

Dia mengaku, prosesnya lama karena penyelidikan dan penyidikan mesti memiliki alat bukti yang kita.”Jadi kita tetapkan seseorang tersangka itu karena ada bukti dan pengakuan yang kuat.,”tandasnya.

Soal pihak Kepolisian seolah-olah mencari-cari alasan agar RT ditetapkan tersangka, dibantahnya. “Proses penyidikan itu kita cari tahu terjadi tindak pidana atau tidak. Apakah peristiwa itu terjadi tindak pidana atau tidak. Jadi DN juga ada hasil visum,”terangnya.

Bahkan, lanjut dia, RT sudah diingatkan agar tidak terjadi laporan baru dari DN.”Jadi kami menetapkan seseorang tersangka itu bukan membalik telapak tangan. Jadi ada penyesuaian keterangan saksi dan keterangan korban serta alat bukti yang lain,”paparnya.

Karenanya, tambah dia, Polsek Nusaniwe tidak ada kepentingan dalam kasus ini.
“Siapapun melanggar hukum dan cukup alat bukti kita proses sesuai mekanisme yang ada.,”pungkamsya.(SM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *