Ragam
Kapal “Tua,” Warga MBD Minta PT Pelni Ganti KM Pangorango

AMBON,DM,-Kapal Motor (KM) Pangorango sudah puluhan tahun melayari sejumlah pulau di Maluku, termasuk di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Kehadiran kapal milik PT Pelni itu, sangat membantu masyarakat untuk berlayar menuju daerah tujuan.
Namun, belakangan ini kapal yang di bangun 1980-an itu, sering meresahkan para penumpang selama pelayaran. Mulai dari pelayanan diatas kapal hingga kecepatan kapal tersebut makin hari kecepatannya diprotes para penumpang karena sering sampai didaerah tujuan tidak sesuai waktu yang dijadwalkan.
Terakhir, satu-satunya Kapal milik PT Pelni dengan ukuran besar dari sejumlah kapal yang dioperasikan perusahaan plat “merah” didaerah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste dan Australia itu, kemudinya sering bermasalah, sehingga nakhoda kapal itu diprotes ketika pelayaran dari Ambon ke Banda.
Kemudian kemudi KM Pangorango juga kembali bermasalah di perairan Babar. Ironisnya lagi, ketika kapal itu di laut Moa, sempat hanyut selama 10 jam karena kemudinya lagi-lagi bermasalah, sehingga para penumpang dievakuasi menggunakan kapal Tugboat ke Pelabuhan Kaiwatu, Pulau Moa, MBD.
KM Pangorango, saat ini tengah berada di pelabuhan Kaiwatu untuk menunggu teknisi perbaiki kemudi yang rusak. Selanjutnya kapal itu akan ke Saumlaki untuk perbaikan besar.”Kami Minta PT Pelni Ganti saja KM Pangorango. Kapal itu tidak layak. Itu kapal tua,”kata warga MBD, David Demny, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Selasa (2/8/2022).
Dia berharap, pihak PT Pelni segera menggantikan kapal tersebut dengan kapal yang lebih layak.”Bila perlu kapal yang ukuran lebih besar dari KM Pangorango.”Kami masyarakat MBD selama ini dianaktirikan. Kami selalu kebagian kapal yang tidak layak, sehingga meresahkan warga ketika menumpang kapal itu,”kesalnya.

Terpisah, anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias mengatakan, selama ini tidak ada kapal sejenis menggantikan KM Pangorango, untuk melayari sejumlah pulau di MBD dan kabupaten lainya.”Kapal sejenis tidak ada. Kapal sedikit diatas KM Pangorango, lihat kapasitas dermaga. Kalau kapal ukuran besar tidak singgah karena kapasitas pelabuhan harus diatasi 2 ribu DWT,”kata Yeremias, kepada awak media, Selasa (2/8/2022).
Meski begitu, wakil rakyat dari daerah pemilihan MBD dan KKT itu, dirinya akan minta penjelasan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Wonreli.”Ini karena pelabuhan Moa masuk wilayah kerja UPP Wonreli. Saya akan minta penjelasan, karena kapal ukuran KM Pangorango tidak ada yang beroperasi,”terangnya.
Dia juga mengaku, ketika kemudi KM Pangorango, mengalami kerusakan sudah sampaikan ke pimpinan di Kementerian Perhubungan untuk mendapat perhatian serius.(DM-01)