Connect with us

Hukum

Kapolda Minta Jajaranya Respon,  Keluarga Kaluela Tanya Hasil Laporan, Ini Jawaban Kapolsek Serwaru

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Harapan Kapolda Maluku, Inspektur Jenderal Polisi  Drs Lotharia Latif, SH. M. Hum agar jajaranya merespon setiap laporan masyarakat, langsung disikapi keluarga Filipo Kaluela, warga desa Tomra, Kecamatan Letti, Kabupaten Maluku Barat Daya,  yang diduga jadi korban pemukulan, 15 Mei 2021 lalu.

“Dengan adanya pernyataan Pak Kapolda Maluku, kami harapkan sampai ke tingkat Polsek juga segera meresponi semua aduan yang suda di laporkan dan jangan ada kesan pembiaran atau tidak serius  dalam penanganan kasus kasus Filipo Kalwela di Polsek Serwaru,”kata salah satu keluarga Filipo, Jemi Bakker, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Rabu (6/4/2022).

Pasalnya,  hingga sampai dengan detik ini belum ada titik terang. Padahal, ingat dia,   hampir setahun persoalan ini di tangani. “Semoga persoalan ini segera disikapi Kapolsek Letti, Kabupaten MBD,”harapnya.

Terpisah, Kapolsek Serwaru, Ipda Giovani B.M. Toffy, SH mengatakan,pihaknya
gelar di Polres MBD dengan Kasat Reskrim Polres MBD.”Kendala tidak ada saksi yang melihat kejadian tersebut secara langsung. Jadi memang sudah di lakukan pemeriksaan kepada 15 orang saksi, namun sampai saat ini tidak ada saksi yang menerangkan dan melihat kejadian tersebut secara langsung,”kata Toffy, ketika dihubungi DINAMIKAMALUKU.COM, Rabu (6/4/2022).

Lantas, kasus dugaan penganiayaan Filipo sudah dihentikan? Dia mengaku.  “Sementara kami lanjutkan lakukan penyidikan kasus ini. “Namun kendala yang tadi saya sebutkan. Salah satu kendala yang sangat mendasar saksi korban (Filipo) tidak ingat dan lupa kejadian tersebut.  Karena waktu kejadian dalam kondisi mabuk berat, sehingga sulit menerangkan bahwa siapa ? dan bagaimana  kejadian tersebut terjadi ? terhadap korban.
Sehingga sangat sulit bagi Polsek Serwaru untuk menetapkan tersangka dari kasus ini,”jelasnya.

Sebagaimana diberitakan DINAMIKAMALUKU.COM, sebelumnya, Filo Kaluela (21) kini terbaring lemas di Rumah Sakit Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Sabtu (22/5). Dia diduga dianiaya orang tak dikenal di Desa Tomra, Kecamatan Letti, Sabtu (15/5/2022) pagi dini hari.

Akibatnya, warga Desa Tomra ini, mengalami luka serius di bagian kepala, sehingga butuh penanganan serius pihak medis rumah sakit setempat. Bahkan, dokter menyarankan Filo dirujuk di rumah sakit di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, karena kepalanya diduga dipukul benda tumpul.

Lantas, pihak keluarga sudah lapor pihak kepolisian, Hengki Kaluela, kakak Filo mengatakan, dirinya sudah lapor di Polsek Serwaru. Namun, kesal dia, belum ada respon dari pihak Kepolisian.”Kata Polisi tunggu adik saya sadar dulu,”kata Hengki, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Sabtu (22/5/2022).

Padahal, ingat dia, hasil Rontgen dari Rumah Sakit Tiakur, Filo mengalami keretakan di kepala, sehingga pihak keluarga yakin Folo dipukul.”Saya kira dengan luka yang diderita pihak Kepolisian bergerak memeriksa sejumlah saksi, sambil menunggu adik saya pulih,”harapnya.

Untuk itu, Hengki menegaskan, pihak keluarga berencana lapor di Polres MBD. Diharapkan, pihak Polres bergerak mengungkap siapa pelaku pemukulan Filo.”Kami akan kawal kasus pemukulan adik saya sehingga diungkap dan para pelaku ditangkap dan diproses hukum,”pungkasnya


KAPOLDA : HARUS RESPON

Sementara itu, sebagai bentuk transparansi, setiap laporan atau Pengaduan Masyarakat (Dumas) yang masuk ke Polri wajib direspon dan ditindaklanjuti.

Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Inspektur Jenderal Polisi Drs. Lotharia Latif, SH., M.Hum, mengatakan, jangan ada lagi kesan pembiaran dari laporan yang disampaikan masyarakat, tetapi direspon dan dichek kebenarannya.

“Bila benar tindak lanjuti bila tidak benar infokan dan jelaskan kepada masyarakat sehingga ada keseimbangan dalam berita dan penangannanya,” ungkap Kapolda di Ambon, Rabu (6/4/2022).

Ia menekankan, Polri tidak boleh anti kritik. Selama kritik yang disampaikan sifatnya konstruktif dan untuk perbaikan, maka itu artinya rakyat masih sayang kepada Polri.

“Kontrol masyarakat jangan karena sangat diperlukan bukan berarti membuat fitnah atau membuat kebohongan publik baik terhadap perorangan anggota Polri ataupun terhadap institusi,” harapnya.

Mantan Kapolda Nusa Tenggara Timur ini menyampaikan bahwa anggota Polri tidak perlu takut dilaporkan oleh pihak-pihak tertentu selama tugasnya dilaksanakan sesuai aturan dan tidak melakukan pelanggaran.“Data menunjukkan 81% laporan dumas tidak mengandung kebenaran, tapi yang mengandung kebenaran wajib kita respon dan tindaklanjuti,” pintanya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *