Connect with us

Pendidikan

Keluarkan Izin Operasional SMPN 6 di Dusun Pilar, Akerina Disebut Peduli Pendidikan

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON –Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Timotius Akerina resmi mengeluarkan izin operasional sekolah SMP Negeri 6 di Dusun Pilar Negeri Luhutuban, Kecamatan Kepulauan Manipa untuk berdiri sendiri.

Karenanya, Akerina dianggap peduli terhadap pendidikan di daerah itu.
Selama ini siswa sekolah dengan kondisi bangunan seadanya di dusun Pilar. Mereka kelas jauh SMP LKMD saat itu, kini sudah dirubah status sekolah tersebut menjadi SMPN 2 Manipa bertempat di Dusun Labuang Timur. Jarak Pilar dan Labuang Timur berkisar 4 kilo Meter. Itu sebabnya kehadiran SMP Negeri 6 sangat diharapkan.

“Dengan kehadiran SMP Negeri 6 Kecamatan Manipa tepatnya di Dusun Pilar, sesuai izin operasional yang dikeluarkan oleh Bupati SBB pada 22 Januari 2022 membawa angin segar bagi warga setempat terutama para siswa yang sudah 11 tahuh ini mereka nanti- nantikan,” ujar La Kadir Tomia Korwil Pendidikan Kecamatan Manipa kepada media ini, Senin (24/01).

Perjuangan untuk mendapatkan izin operasional kata dia, sudah cukup lama. Dimulai sejak masa kepemimpinan Bupati Jacobus F Putileihalat, kemudian Penjabat Bupati SBB Ujir Halid hingga Almarhum Yasin Payapo belum terealisasi . Baru kali ini, terjawab di masa kepemimpinan Timotius Akerina.

Jumlah siswa saat ini capai 50 orang. Mereka berasal dari dusun Pilar, Pasir Putih, Pulau Luhu Kupele Jaya dan Dusun Uwe. La kadir warga Pilar ini, mengaku legah setelah mendapat izin operasional sekolah, karena sudah lepas dari status kelas jauh.
“Kami merasa terobati, 11 tahun waktu yang cukup lama. Mewakili warga dan orang tua siswa, kami berterima kasih kepada Pak Bupati Timotius Akerina yang sudah perhatikan kami, termasuk Ketua Komisi III DPRD SBB Abu Silawane yang sudah banyak membantu kami, semoga Tuhanlah yang membalas semua kebaikan ini,”sahut Kadir penuh haru.

Terkait bangunan, dia mengaku untuk sementara masih menggunakan gedung seadanya hasil swadaya masyarakat dari tahun 1970 untuk Sekolah Dasar (SD) Pilar. Tapi saat ini, SD sudah dibangun bangunan baru, sehingga SMP menggunakan bangunan yang lama. “ Sementara kita pakai bangunan seadanya saja tidak masalah. Terpenting sudah ada izin operasional sendiri,” jelas Kadir.

Ketua Komisi III DPRD Abu Silawane kepada media ini mengatakan, hanya ingin membantu masyarakat Dusun Pilar untuk memperjuangkan status sekolah itu. Namun terpenting baginya adalah, pendidikan di Kecamatan Manipa harus maju agar melahirkan sumber daya manusia yang baik ke depan.

Ia berharap, partisipasi warga untuk pengembangan pembangunan sekolah sangat diperlukan, sehingga aktivitas belajar mengajar terus dilakukan dengan baik. Sedangkan untuk tenaga pengajar, Politisi Gerindra itu akui SDM di Pilar cukup banyak, apalagi yang lulusan S1 guru pasti dilibatkan sebagai anak daerah.
“Hadirnya sekolah ini diharapkan bisa menjadi spirit bagi siswa dan masyarakat tiga dusun itu. Dan para siswa tetap semangat belajar, agar menjadi generasi Manipa yang cerdas ke depan. Terima kasih juga kepada Pak Bupati atas perhatiannya kepada sekolah ini,” ungkap Wakil Rakyat dua Periode itu.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *