Connect with us

Ragam

Kembali Monev, KPID Hentikan 14 Usaha TV Kabel belum Memiliki IPP di Malteng

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Monitorin dan Evaluasi (Monev), kembali dilakukan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Maluku. Sebelumnya lembaga penyiaran itu melakukan Monev di Kota Ambon.

Monev di Kabupaten Maluku Tengah, dilakukan Sejak Jumat 8 Oktober hingga Minggu  10 Oktober 2021. Selain Monev KPID melakukan Bimbingan Teknis dan Workshop Penyiaran  bagi  Lembaga Penyiaran yang ada di Kabupaten Maluku Tengah.” Fakta yang didapati  KPID Maluku saat Monev ada 14 Usaha TV Kabel yang belum memiliki Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) dan tetap menarik iuaran pada pelanggan,” kata Ketua KPID Maluku,
Mutiara D.Utama, S.Sos, M.I.Kom melalui rilis yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (11/10/2021).

Dalam Monev kali ini KPID Maluku, mengandeng Pemerintah Desa setempat dan Asosiasi TV Kabel (ICTA) Provinsi Maluku untuk terlibat aktif.   “14 Usaha TV Kabel tak ber IPP ini, KPID Maluku langsung memberikan Bimbingan Teknis terkait proses perijinan dan pentingnya TV Kabel berijin, KPID Maluku mewajibkan mereka untuk menghentikan siarannya sampai memiliki IPP sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran pasal 33 ayat 1 berbunyi “ sebelum menyelenggarakan kegiatan lembaga penyiaran wajib memperoleh Ijin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP),”jelasnya.

Tak hanya itu, KPID Maluku melibatkan Pemerintah Desa sebagai upaya membantu tugas negara untuk memastikan setiap warga negara terjamin haknya untuk mendapatkan informasi. “Jika di Kabupaten Maluku Tengah, belum memiliki Lembaga Penyiaran Publik Lokal sebagai upaya pemenuhan hak informasi maka pemerintah setempat dapat bekerjasama dengan lembaga penyiaran yang sudah memiliki IPP baik itu Radio dan TV Kabel,”paparnya.

TVRI menurut dia, saat ini belum bisa diharapkan karena siaran lokalnya dari Ambon mengalami masalah sudah satu bulan ini dan penerimaan masyarakat melalui antena biasa atau free to air kurang bagus dan kurang jelas.

Selain Usaha TV Kabel, lanjut dia, KPID Maluku juga melakukan Monev dua Radio Swasta yaitu Radio Cahaya Mandiri Masohi dan Radio Duta Masohi serta TVRI Stasiun Relay Maluku Tengah. “Hal yang menarik adalah TVRI Maluku yang di Masohi ternyata sudah lebih satu bulan tidak menyiarkan siaran lokal dari TVRI Maluku secara Free to air/ melalui antena biasa . Siaran TVRI Maluku di Masohi secara free to air dari hasil pemantauan KPID Maluku dan keluhan masyarakat adalah siarannya kurang jelas dan siaran lokal dari TVRI Maluku tidak terlalu bisa ditangkap melalui antena biasa,”terangnya.

Akibatnya masyarakat yang ingin menyaksikan tayangan TVRI Maluku hanya bisa melalui TV Kabel bukan Free To Air.”Untuk memberdayakan dan meningkatkan kualitas isi siaran lokal lembaga penyiaran lokal yang ada di Kabupaten Maluku Tengah KPID Maluku melaksanakan Workshop Penyiaran bagi Lembaga Penyiaran Berlangganan (TV Kabel), Lembaga Penyiaran Swsta (Radio) dan Lembaga Penyiaran Publik (TVRI),”pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *