Connect with us

Ragam

Kemiskinan Turun, Gubernur : Ini Karena Kita Bangun Jalan 200 KM Lebih

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Pengakuan Badan Pusat Statistik (BPS) kalau angka kemiskinan di Provinsi Maluku, kembali  mengalami penurunan medio Maret 2022, diakui Gubernur Maluku, Murad Ismail. Menurut Murad, selain inovasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pembangunan jalan diklaim ikut menurunkan angka kemiskinan didaerah ini.

“Data BPS sudah jelas (kemiskinan kembali turun). Apa yang ditanyakan lagi,”kata Murad, kepada awak media usai menyerahkan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2021 kepada DPRD Provinsi Maluku, Selasa (19/7/2022).

Apakah, angka kemiskinan di Maluku, kembali bergerak turun karena Pemprov menggaet investasi dan melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan pelayanan publik dan mensejahterkan masyarakat.”Saya sudah minta satu OPD satu inovasi. Setelah enam bulan OPD tidak ada inovasi saya ganti,”tegasnya.

Tak hanya disitu, diakui angka kemiskinan turun karena program dan kegiatan yang didanai pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI)senilai Rp 700 miliar. Salah satunya pembangunan jalan yang dilakukan Dinas PUPR Provinsi Maluku.”Dari dana pinjaman PT SMI kita bangun jalan kurang lebih 200 kilo meter lebih. Kalau kita harap APBD Maluku, 35 tahun baru jalan 200 kilo meter dibangun,”paparnya.

Akibatnya, lanjut mantan Kakor Brimob Polri itu, aktivitas masyarakat saat ini dengan mudah memobilisasi sumber daya alam¬† berjalan baik, sehingga ekonomi dapat ditingkatkan.”Buktinya, angka kemiskinan turun,”tegasnya.

Sebagaimana diketahui,
sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, angka kemiskinan turun medio Maret 2022, 15,97 persen atau turun 0, 33 persen.

Sebelumnya, 2021 lalu, angka kemiskinan di Provinsi Maluku, mengalami penurunan yang signifikan sebesar -1,69 persen dari 17,99 persen menjadi 16,30 persen. Bahkan, penurunan kemiskinan ini merupakan yang tertinggi di Maluku, selama 10 tahun terakhir dan merupakan penurunan angka kemiskinan tertinggi jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di indonesia pada tahun 2021.

Kadis Kominfo Provinsi Maluku, Drs Titus Renwarin, MSi mengatakan, sesuai data dari BPS, presentase penduduk miskin Maluku pada medio Maret 2022 lalu kembali turun lagi menjadi sebesar 15,97 persen, turun 0,33 poin terhadap September 2021 dan turun 1,90 poin terhadap Maret 2021. “Itu berarti dalam setahun sebanyak 31,24 ribu orang Maluku telah berhasil keluar dari jurang kemiskinan, dimana sebagian besar penurunan kemiskinan terjadi di wilayah perdesaan yakni 26,58 ribu orang,”kata Renwarin, Minggu (17/7/2022).

Dia mengatakan,  disaat yang bersamaan angka ketimpangan (gini ratio) Maluku, juga terus menurun dari 0,316 pada September 2021 menjadi 0,301 pada Maret 2022. “Angka ini jauh lebih rendah dari gini ratio nasional yang pada Maret 2022 justru makin naik menjadi 0,384. Oleh karena itu secara nasional Maluku dikategorikan sebagai ketimpangan rendah,”jelasnya.

Tak hanya disitu, turunnya angka kemiskinan di Maluku, diikuti dengan turunnya ketimpangan tersebut  mengindikasikan bahwa pertumbuham ekonomi yang tercipta benar-benar terdistribusi dengan baik dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Maluku secara merata.”Artinya masyarakat miskin di perdesaan turut merasakan dampak dari pertumbuhan ekonomi yang tercipta,”ingatnya.

Diakui, capaian ini tidak terlepas dari sejumlah agenda percepatan pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemprov Maluku untuk mendorong investasi, peningkatan ekspor, penguatan UMKM, tersedianya infrastruktur jalan, jembatan, air dan perumahan yg semakin representatif,  reformasi dan peningkatan inovasi birokrasi, implementasi ASN- berAKHAK fondasi bagi ASN Maluku, meningkatkan kepercayaan dan ekspektasi publik terhadap atmosfir dan aktivitas perkonomian di Maluku.

Kepala BPS Provinsi Maluku, Asep Riyadi, S.Si. MM, kepada sejumlah awak media, pekan kemarin disebutkan, persentase penduduk miskin pada Maret 2022 sebesar

sebesar 15,97 persen, menurun 0,33 persen poin terhadap September 2021 dan turun 1,90 persen terhadap Maret 2021.

“Jumlah penduduk miskin pada Maret 2022 sebesar 290,57 ribu orang, turun 4,40 ribu orang terhadap September 2021 dan menurun 31,24 ribu orang terhadap Maret 2021,”kata Riyadi.

Dikatakan, presentase penduduk miskin perkotaan pada September 2021 sebesar 6,13 persen, turun menjadi 5,82 persen pada Maret 2022.
Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2021 sebesar 24,34 persen, turun menjadi 23,50 persen pada Maret 2022.

Dibanding September 2021, jumlah penduduk miskin Maret 2022 perkotaan turun sebanyak 3,90 ribu orang (dari 49,02 ribu orang pada September 2021 menjadi 45,12 ribu orang pada Maret 2022).

Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan turun sebanyak 0,50 ribu orang (dari 245,94 ribu orang pada September 2021 menjadi 245,45 ribu orang pada Maret 2022).
Garis Kemiskinan pada Maret 2022 tercatat sebesar Rp 631.326/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp 468.335, (74,18 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp 162.991 (25,82 persen).
Pada Maret 2022, secara rata-rata rumah tangga miskin di Maluku memiliki 6,34 orang anggota rumah tangga.

Dengan demikian, besarnya garis kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp 4.002.607/rumah tangga miskin/bulan.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *