Connect with us

Ragam

Kepala BPJN : Wagub “Jualan” Apa di MBD Sehingga Bangun Jalan Nasional

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Kepala Balai Pelaksana  Jalan Nasional (BPJN), Jhon Damanik mengakui, hampir semua Pulau di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) saat ini sudah dibangun Jalan Nasional di didaerah itu.

“Saya tidak tahu Pak Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Barnabas Orno, jualan apa sehingga kami saat ini sibuk bangun jalan disejumlah Pulau di MBD. Jadi Pak Wagub buat masalah kami selesaikan,”kata Damanik, saat forum OPD PUPR Provinsi Maluku, di Hotel Marina Rabu (30/3/2022).

Dihadapan Wagub Maluku, Barnabas Orno yang membuka kegiatan itu, Damanik mengaku, pihaknya sementara bangun jalan dan jembatan di Tepa ke Masbuar, jalan lingkar Marsela, jalan lingkar Moa, jalan lingkar Letti, jalan lingkar Kisar, dan jalan lingkar Wetar.”Semua yang  bapak jual dijawab sekarang. Pulau Babar di aspal tahun ini. Kecuali jalan provinsi. Masela aspal keliling. Pulau Letti aspal semua,  Kisar dan Lirang juga dibangun. Masalah dari bapak terpaksa kami aspal. Jadi Pak Wagub buat masalah kita selesaikan. Yang kita jual itu  3T (Terluar, Tertinggal, dan Terdepan),”jelasnya.

Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Mengaku, semua Pulau yang sementara dibangun oleh pihak BPJN atas usulan dirinya ketika menjabat Bupati MBD dua periode.”Saya yang usul semua. Kecuali pulau Lakor. Nah, kalau pulau Damer, Dawelor, dan Dawera, Sermatang dan Luang kondisinya belum mungkinkan. Tapi saya akan usul agar sejumlah Pulau itu ikut dibangun Jalan nsional,”terang Orno, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Jumat (1/4/2022).

Dia menuturkan, ketika dirinya masih menjabat Bupati MBD, mendatangi mantan  Ketua BPJN Maluku, Jefri Pattiasina.”Ketika itu Pak Jefri beralasan bahwa tidak mungkin dibangun jalan nasional di sejumlah Pulau di MBD karena tidak memenuhi syarat dengan alasan pulau kecil, sehingga jalan nasional yang dibangun dengan APBN, tidak panjang,”tuturnya.

Selain menemui Pattiasina dirinya mendatangi akementerian PUPR agar sejumlah pulau di MBD dibangun Jalan  nasional. Ketika dirinya memaparkan di Kementerian PUPR soal letak geografis MBD yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste dan Australia. ” Saya presentasi di Kementerian pakai ruas jalan di MBD memang tidak pernah mendapat manfaat dari negara. Orang Maluku klaim Indonesia tanah air beta. Kami  ini berada di teras republik Indonesia,  tapi pondasi Republik Indonesia tidak dibangun maksimal,”terangnya.

Akhirnya, lanjut dia, Kementerian PUPR dalam hal ini pihak BPJN turun langsung membangun jalan nasional hingga saat ini.”Jadi memang jalan nasional  yang dibangun di MBD semuanya perjuangan saya ketika menjabat Bupati MBD,”klaim Orno.

Tak hanya disitu, ketika itu dirinya mendapat komplain dari sejumlah Bupati dan walikota, soal dirinya memperjuangkan ruas jalan nasional karena tidak mendapat manfaat.”Mereka bilang kenapa usil semua jadi jalan nasional. Alasan mereka kalau sejumlah jalan didanai APBD Kabupaten MBD bisa dapat manfaat vee proyek. Tapi saya tidak berpikir vee. Yang penting jalan dibangun untik membuka akses jalan agar aktivitas ekonomi masyarakat meningkat,”pungkasnya.(DM-02)

.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *