Connect with us

Politik

KMP Ferry Tak Beroperasi, Warga Hatuhaha Lapor PD PK Ke DPRD Maluku

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Kapal Motor Penyeberangan( KMP) Ferry Teluk Ambon milik Parusahan Daerah Panca Karya (PD PK) yang melayari penyeberangan antar pulau dari Negeri Wai di Pulau Ambon dan Negeri Kailolo di Pulau Haruku sudah satu bulan tidak beroperasi.

Akibatnya distribusi logistik berupa barang dagangan dan kebutuhan lainya ke Kailolo maupun daerah lain di Haruku, terkendala.

Menyikapi permasalahan ini , Pengurus Besar Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa (PB.HIPPMAK) Kailolo dan Forom Komunikasi Mahasiswa Hatuhaha (FKMH) melaporkan permasalahan ini pada DPRD Provinsi Maluku terutama Komisi III yang membidangi Perhubungan, dan langsung menindak lanjuti itu dengan memanggil pihak-pihak terkait.

Menindak lanjuti laporan masyarakat, Komisi III DPRD Maluku, melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Dinas Perhubungan Maluku Tengah (Malteng), Perumda Panca Karya, dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXIII Maluku, BP.HIPPMAK Kailolo dan FKMH Hatuhaha yang bertempat di ruang rapat komisi III, Senin (11/10/2021).

Dalam rapat tersebut PB. HIPPMAK Kailolo dan FKMH Hatuhaha yang diwakili oleh Najib Marasabrssy mengatakan, selama satu bulan ini KMP Ferry Teluk Ambon tidak lagi melayani penyeberangan dari Wai ke Kailolo, dan juga tidak ada pemberitahuan pada masyarakat, sehingga masyarakat pada bertanya kenapa tidak ada lagi ferry yang beroperasi. bukan saja itu, tetapi jadwal ferry juga tidak menentu jam berapa beroperasi, sering mengalami perobahan.

Terkait tidak beroperasinya KMP Teluk Ambon, Kadishub Malteng Egen Picarima pada DPRD katakan, selama ini tidak ada pemberitahuan dari pihak Panca Karya terkait tidak beroperasinya KMP ferry Teluk Ambon. sebenarnya setiap bulan harus memberikan laporan bagi kami di di Dishub Malteng, namun selama ini tidak ada laporan sama sekali pada kami sebagai pemberi ijin operasional, dan kami akan mengepaluasi kembali ijin yang di berikan.

Menjawab itu, pihak Panca Karya yang di wakili oleh Menejer keuangan ,Ibu Fenty katakan, ada kerusakan mesin pada KMP Teluk Ambon beberapa waktu yang lalu, sehingga tidak bisah beroperasi, karena kami harus memesan alat yang rusak itu ke pihak perusahaan pembuat mesin kapal.

Alat yang di pesan itu datangnya tiga minggu setelah di pesan, dan sudah di ganti , sehingga hari ini senin (11/10/2021) KMP ferryTeluk Ambon sudah melayani seperti biasa.

Dia juga mengatakan, pada tanggal 22 september 2021 sudah di beritahukan kerusakan kapal. ini mungkin Mis komunikasi, dan kami janji untuk menejemen akan kami benahi.

Anggota Komisi III DPRD Maluku,Ayu Hasanussy menyatakan, Jangan saling menyalahkan, harus melakukan koordinasi , yang salah harus di tegur, begitu juga jadwal tidak boleh berubah-ubah, dan kalau ada gangguan harus ada pemberitahuan.

“Kami mengapresiasi mahasiswa , karena bisah melihat masalah ini dan melaporkan pada DPRD , dan harus ada koordinasi lintas sektor supaya kangan mandek.” Ujar Ikram Umasugi

Lain lagi M.Fausan. Husni dan Arny Hassana Soulisa, Panca Karya harus di berikan sangsi , bila perlu putus hubungan dalam ijin, karena lemah dalam kordinasi dan jangan sampai membuat masyarakat rugi.

“KMP Ferry yang di miliki Panca Karya ini sering mengalami kerusakan, untuk itu perlu meminta perhatian dari pihak-pihak yang berkonpeten agar bisah melihat permasalah kapal yang sering mengalami kerusakan,” kata Hatta Hehanussa.

Kepada semuah pihak yang berhubungan dengan pemasalahan ini, Ketua Komisi III Berharap agar bisah saling berkoordinasi dalam melaksanakan tanggungjawab yang di berikan, sehingga rakyat tidak di rugikan dan di korbankan.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III Hatta Hehanusa mengatakan.”Tadi ada laporan teman-teman ikatan pemuda, pelajar, dan mahasiswa forum aliansi masyarakat hatuhaha terkait kapal feri trayek Wai-Haruku KMP Teluk Ambon yang sudah satu bulan alami kerusakan tetapi mereka tidak tahu,”katanya. .

Pihak Panca Karya mengakui bahwa kapalnya sudah operasi hari ini. “Untuk itu komisi mengharapkan kepada panca karya untuk memberikan perhatian serius terutama menyangkut kesiapan kapal dan kalau bisa tidak boleh terulang,”harpanya.

Dia juga berharap, ada jadwal kalal yang diumumkan kepada masyarakat kalau kapal tidak beroperasi.”Kita tahu bersama masyarakat di Pulau Haruku itu lebih banyak memanfaatkan kapal feri itu mengangkut aneka jenis barang, kecuali untuk mengangkut manusia agak jarang karena banyak speedboat yang berlabuh di Tulehu dan cepat tiba di tempat tujuan,”terangnya.

Jadi fokus pengangkutan kapal feri adalah aneka jenis barang untuk menggerakan ekonomi dan menjaga stabilitas harga di sana.’Kalau tidak beroperasi satu minggu saja sudah menimbulkan keresahan di masyarakat sehingga komponen pelajar dan mahasiswa menyampaikan surat masuk ke komisi III,”bebernya.

Tak hanya itu dalam rapat kami juga menyinggung fasilitas pendukung pada beberapa pelabuhan penyeberangan feri dan terminalnya seperti di Hunimua.” Yang sangat miris, tingkat pelayanan, kaca-kacanya pecah, antrian banyak, kalau hujan juga becek jadi kita minta pihak balai berkoordinasi dengan ASDP,”sebutnya.

Hadir juga Kadis Perhubungan Maluku Tengah tentang persoalan yang ada di Maluku seperti arus transportasi di pelabuhan Tahoku, Desa Hila itu sangat padat tetapi sarana pendukung untuk penumpang sangat miris.

Kemudian menyangkut masalah keselamatan yang berada pada instansi vertikal maka komisi akan lakukan koordinasi, terutama dengan KSOP mengenai tingkat keselamatan transportasi yang ada di speedboat untuk pelayanan antarpulau.”Karena tingkat gelombang di laut Maluku cukup ekstrim dan kadang-kadang sangat tinggi dan banyak juga korban jiwa sehingga perlu disiapkan alat-alat keselamatan,”pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *