Connect with us

Politik

Komisi II Bahas Ranperda RUEP, Kadis ESDM : Kedepan Biaya Listrik Sangat Murah

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM. AMBON-Komisi II DPRD Provinsi Maluku, saat ini tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rancangan Umum Energi Daerah (RUED). Setidaknya dengan payung hukum ini pemakaian  biaya listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) rooftop semakin efisien.

Untuk itu, komisi yang membidangi Energi dan Sumber Daya Mineral itu bersama Pemda Maluku membahas Ranperda RUED di ruang komisi II DPRD Provinsi Maluku, Senin (18/10/2021).

Pembahasan Ranperda  dipimpin Ketua Komisi II, Saudah Tethol,  dihadiri Kepala Dinas ESDM Maluku, Fauzan Chatib, Kepala Biro Hukum Setda Maluku, Alawiyah F. Alaydrus.


Tethol mengatakan rapat bersama mitra merupakan pembahasan pertama, tindaklanjut dari tahapan sebelumnya, yaitu naskah akademik dan rancangan.

“Untuk naskah akademik dan rancangan sudah masuk tahap pertama yaitu pembahasan bersama Pemda,”ucap Tethol kepada awak media usai rapa.

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, pembahasan Ranperda dimaksud untuk menginvetarisasi Daftar Isian Masalah (DIM) dari Pemda, terkait apa saja yang menjadi permasalahan energi kedepan, untuk ditambahkan sebelum ditetapkan menjadi Perda.

“Jadi pembahasan ini tinggal menunggu lampiran dari Pemda, sambil menunggu perubahan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), tapi penjelasan dari Dinas ESDM ternyata RUPTL sudah selesai,”tuturnya.

Untuk itu, lanjut wakil rakyat dari daerah pemilihan Maluku Tenggara, Kota Tual, dan Aru,  tahapan berikutnya, kata Tethol bahwa pihaknya akan meminta penjelasan dari Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Maluku, terkait apa saja yang perlu ditambahkan dalam Ranperda, menindaklanjuti hasil studi banding di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Dari hasil studi banding ada tambahan dari daerah yang memiliki karakteristik sama dengan Maluku, yaitu Energi baru terbarukan, dan hak ulayat tanah yang menjadi persoalan di masyarakat,”terangnya.

Kepala Dinas ESDM Maluku, Fauzan Chatib mengungkapkan dalam Ranperda RUED terdapat beberapa target yang harus dicapai, yaitu pemanafaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) rooftop, terutama di gedung pemerintah maupun swasta.

“Jadi dampaknya bisa mengurangi biaya listrik per bulan sekitar 40-50 persen. misalnya pembayaran rekening listrik Rp10 juta setelah menggunakan PLTS rooftop pembayaran hanya 2 juta setiap bulan,” pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *