Connect with us

Politik

Komisi II Temui KKP, Ini Manfaat Besar Pembangunan Ambon New Port

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Selasa (9/11/2021) bertemu Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP). Kedatangan komisi yang membidangi perikanan itu untuk membahas realisasi pembangunan Ambon New Port.

Salah satu anggota Komisi II Aziz Hentihu memaparkan, banyak manfaat jika Ambon New Port di bangun di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.”Multiplier effects disektor ekonomi sangat luar biasa kalau Ambon New Port dibangun,” kata Hentihu, ketika dihubungi DINAMIKAMALUKU.COM, Selasa (9/11/2021).

Dia mengaku, ratusan ribu nelayan dan pekerja akan direkrut jika Ambon New Port di bangun. Kata Ketua DPW PPP Maluku ini sebanyak 283. 953 nelayan dan awak kapal dipekerjakan. Ada 750 petugas pelabuhan perikanan. 26. 548 tenaga kerja bongkar muat dan tenaga informal dan 985 pekerja di industri perikanan,” paparnya.

Tak hanya itu, Wakil Rakyat dari daerah pemilihan Buru dan Bursel ini menjekaskan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 6, trilyun per tahun. “Jadi dana bagi hasil sektor perikanan sesuai Permenkeu ,”jelasnya.

Untuk itu, lanjut dia, ada campur tangan industeri perbankan dan asuransi. Ini karena perputaran uang Rp 124, 60 Trilyun per tahun dari kegiatan transaksi penjualan ikan hasil rangkap dan budidaya. Ada juha penjualan Bahan Bakar Minyak, air bersih, es, logistik perbekalan ABK, bahan alat penangkapan ikan dan transaksi dan kegiayan doking kalal, “terangnya.

Ada juga asuransi untuk nelayan sebesar Rp 42, 14 Miliar per tahun.” Jadi premi Rp 150 ribu tiap tahun bagi setiap nelayan, “bebernya.

Sedangkan multiplier effect kebijakan penangkapan terukur dan terciptanya industri dan lapangan kerja, adalah usaha penangkapan ikan, pelabuhan moderen, aktivitas pelabuhan, dan industri perikanan.

“ABK diutamakan dari nelayan lokal usia 20 tahun sampai 50 tahun. Pelabuhan yang bersih tertata rapi. Administrasi kepelatihan, dan perizinan melaut. Aktivitas pelabuhan, yakni bongkar muat, BBM, air bersih, perbekalan melaut, pemeliharaan dan perawatan kapal, kebersihan kapal dan pelabujan serta apartemen untuk awak kapal. Sementara industri pengelolaan ikan dan infrastruktur rantai dingin seperti colstorage dan pabrik es,”jelasnya.

Sementara kebijakan penangkapan terukur dengan pertimbangan ekologi dan ekonomi. “Jadi dalam penangkapan ikan menjaga kelestarian ekologi. Karateristik sumber daya perikanan merupakan sumber daya milik bersama. Disitu ada peluang peningkatan produksi perikanan tangkap,”urainya.

Begitu juga perlunya, regulasi yang menjamin pemanfaatan sumber daya perikanan secara berkelanjutan. (DM-01)
.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *