Connect with us

Parlemen

Kontribusi  “Nol Besar,” Komisi III “Semprot” BUMD

Published

on

AMBON, DM.COM,-Kehadiran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sedianya  mensuport Pemerintah Provinsi Maluku, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, dana penyertaan modal yang digelontorkan kepada BUMD, justru terkuras habis, namun tidak ada pundi-pundi penghasilan bagi Pemprov.

Padahal, BUMD dituntut kerja keras untuk membantu Pemprov bangun daerah ini. Diharapkan BUMD ikut membantu Pemprov  menekan angka kemiskinan ekstrim  di daerah ini.  Ironisnya, kehadiran perusahaan “plat merah”, justru dinilai jadi beban Pemprov dan ikut berkontribusi besar memiskinkan daerah ini.

Ini tercermin saat rapat Komisi III DPRD Provinsi Maluku dengan BUMD, terkait realisasi APBD Maluku 2021, Rabu (10/8/2021). BUMD yang hadir dalam rapat itu, yakni Bank Maluku, PT Maluku Energi Abadi (MEA), PT Dok Wayame, dan PD Panca Karya.”Setiap tahun Pemda suntik dana segar bagi BUMD. Direktur BUMD yang tidak maksimal kita usul ganti saja. Masak tiap tahun tidak  ada kontribusi yang baik bagi Pemda. Laporanya rugi terus,”kesal salah satu anggota Komisi III, Julius Pattipeiluhu.

Fauzan Alkatiry, anggota Komisi III, menegaskan, setiap tahun Pemprov gelontorkan dana puluhan miliar kepada BUMD, tapi tidak ada kontribusi besar kepada Pemprov.”Selama ini kontribusi BUMD nol besar dan minus. Selama ini BUMD kuras anggaran, tapi tidak ada pundi-pundi bagi Pemda tambah PAD,”kesalnya.

Padahal, ingat dia, kalau Direktur BUMD kreatif dan inovasi, ikut berkontribusi besar tingkatkan PAD dan turunkan angka kemiskinan. Namun, kesal dia, akibat tidak ada inovasi dan kreativitas, BUMD ikut memiskinkan daerah ini.”Selama ini Maluku miskin karena BUMD tidak berkontribusi. Nah, kalau mereka berkontribusi, tentu ikut menekan angka kemiskinan yang sangat ekstrim ini,”ingat politisi PKS itu.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Seram Bagian Timur (SBT)  ini meminta, pimpinan Komisi yang membidangi infrastruktur dan keuangan itu agar meminta lembaga independen audit kinerja dan keuangan BUMD.”Jangan lapor yang bagus-bagus saja. Saya minta pimpinan agar audit seluruh BUMD. Kalau ada yang kinerja bagus kita pertahankan. Kalau tidak baik kita usul untuk diganti saja,”tandasnya.

Sementara anggota Komisi III, Anos Yeremias meminta Bank Maluku untuk meningkatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Bisa tidak Bank Maluku, kasih keringanan KUR kepada rakyat di pesisir SBT, Bursel, Aru, KKT, dan MBD untuk meningkatkan kesejahteraan. Saya lihat potensi perikanan, rumput laut dan sumber daya alam lainya luar biasa. Kalau mereka dibantu mereka kembangkan potensi yang ada,”ingatnya.

Kandidat Bupati MBD ini mengaku, jika dirinya terpilih menjabat Bupati MBD, minta Bank Maluku cabang agar angkat kaki  kalau tidak bantu rakyat kecil.”Saya minta angkat kaki kalau tidak bantu warga. Kehadiran Bank itu harus membantu masyarakat. Khan di Kementerian keuangan itu ada dananya,”ingat Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Maluku itu.

Tak hanya itu, Wakil Rakyat dari daerah pemilihan MBD-KKT itu meminta Bank milik Pemda itu agar kreatif seperti Bank Jawa Barat (BJB). “Kita lihat BJB itu luar biasa. Bisa tidak Bank Maluku seperti BJB. Kita berharap kedepan Bank Maluku seperti BJB. Saya juga minta Bank Maluku lapor tertulis kepada kita terkait perkembangan bank,”harapnya.  (DM-02)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *