Connect with us

Ekonomi

KPID Maluku-BPOM Tandatangan Perjanjian Kerjasama

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Maluku dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Ambon sepakat tandatangan perjanjian kerjasama. Kerjasama yang dilakukan dua lembaga itu untuk mengawasi dan menginformasikan obat dan makanan yang tidak berijin ditengah masyarakat.

Disaksikan oleh Lembaga Penyiaran, Komisioner KPID Maluku dan Pejabat lingkup BPOM, perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh Ketua Maluku, Mutiara Dara Utama dan Hermanto, Kepala BPOM Ambon, di Aula BPOM, Rabu, (23/2)

Menurut Ketua KPID Maluku, Mutiara Dara Utama , BPOM dalam menjalankan tugas pengawasan obat 6dan makan, harus merata di seluruh  pelosok wilayah Maluku, tanpa terkecuali. Untuk mencegah terjadi jual beli obat dan makanan tanpa ijin ditengah masyarakat

Sementara, ungkapnya, kantor BPOM di Maluku, hanya dua di Kabupaten/Kota, yakni Kota Ambon dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT). Tentu kata Mutiara, BPOM akan sulit menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit akses informasi jika tidak melakukan kerjasama di mitra terakait

“Pengawasan obat dan makanan itu secara drastis bisa disampaikan kepada masyarakat melalui media penyiaran dan itu gratis jika melalui Iklan Layanan Masyarakat (ILM). Kenapa gratis? Karena frekuensi yang digunakan oleh Lembaga Penyiaran adalah milik publik. Sehingga harus dikembalikan kepada masyarakat berupa informasi, edukasi, hiburan dan lainnya.  Hal-hal yang memang secara teknis perlu diketahui oleh masyarakat harus diberikan. Bahwa  hal itu mungkin kecil sehingga seringkali dilupakan, tapi itu justru sangat berguna untuk masyarakat. Nah, dengan kerjasama ini, maka BPOM bisa memanfaatkan ILM untuk berbagi informasi kepada masyarakat. Atau juga bisa bisa melalui iklan niaga. Yang terpenting, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang berasal dari BPOM di Ambon. Mudah-mudahan, kerjasama yang dilakukan hari ini, dapat melahirkan program-program yang mampu membawa masyarakat Maluku sehat dan damai,”papar Mutiara dalam sambutannya.

Sementara Kepala BPOM , Hermanto berharap, kerjasama yang sudah dilakukan bersama KPID Maluku akan memudahkan BPOM dalam melakukan tugas pengawasan serta perlindungan terhadap masyarakat dari obat dan makanan yang tak berijin

“Kerjasama ini sudah kita merancangkan dari tahun lalu, tapi baru bisa jalan tahun ini.  Bahwa lewat pengawasan KPID, kita dapat memastikan Lembaga Penyiaran dapat memberikan informasi kepada masyarakat benar dan sesuai dengan aturan yang ada. Khususnya informasi soal obat dan makan harus dipastikan    sudah memenuhi kriteria produk atau belum. Sebab,  terkadang ada produk-produk yang diinformasikan dapat  mengobati Covid-19, padahal itu belum ada. Mudah-mudahan, dengan adanya kerjasama ini, dapat terwujud  masyarakat yang sehat dan sejahtera,”harap Hermanto.(DM-02)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *