Unpatti
Lagi, Unpatti Jadi Incaran Mancanegara Bangun Kerjasama, Kini Giliran Selandia Baru
AMBON,DM.COM,-Sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di Provinsi Maluku, Universitas Pattimura (Unpatti) yang memiliki visi besar menuju “Wolrd Class University,” selalu jadi incaran sejumlah negara dan kampus top dunia, bangun kerjasama strategis tingkatkan sumber daya manusia di sektor pendidikan dan sejumlah sektor lainya.
Buktinya, Unpatti kembali menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Selandia Baru dan New Zealand–Maluku Access to Training and Education Scheme ( NZMATES). Pertemuan digelar di ruang kerja Rektor Unpatti, Kamis ( pada Kamis, 19/02/2026).
Diketahui NZMATES merupakan program kerja sama pendidikan antara Pemerintah Selandia Baru dan Pemerintah Provinsi Maluku. Tujuanya, meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda di Maluku, mengembangkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta mempererat hubungan bilateral antara Selandia Baru dan Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan masyarakat di wilayah Maluku.
Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd mengatakan, kehadiran para mitra, khususnya dari Selandia Baru, merupakan kehormatan sekaligus wujud nyata dari kemitraan internasional yang terus berkembang.
Rektor menegaskan, hubungan kerja sama yang telah terjalin tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi akademik dan institusional.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan strategis untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, serta merancang langkah-langkah kolaboratif ke depan.
“Kita berharap dukungan, diskusi konstruktif, serta pertukaran ide yang berlangsung dinilai memberikan kontribusi penting bagi pengembangan universitas, khususnya dalam mendorong inovasi, keberlanjutan, dan peningkatan mutu akademik,”harap Rektor, melalui keterangan tertulis yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (23/2/2026).
Rektor berharap, agar hubungan kemitraan antara Universitas Pattimura dan para mitra dari Selandia Baru semakin erat dan produktif, serta mampu melahirkan berbagai program kerja sama yang berdampak nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Development Counsellor New Zealand Ms. Katherine Halliburton menjelaskan, program tersebut telah berjalan selama tujuh tahun dan kini memasuki fase berikutnya dengan komitmen pendanaan untuk tiga tahun ke depan, dengan peluang perpanjangan lebih lanjut.
Dijelaskan bahwa Fokus utama pada tahap lanjutan ini adalah memperluas akses energi, khususnya bagi wilayah-wilayah di Maluku yang belum terjangkau layanan kelistrikan secara optimal. “Implementasi program akan dilakukan melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di tingkat daerah serta koordinasi dengan mitra di Jakarta guna memastikan keberlanjutan dan efektivitas pelaksanaan proyek,”jelasnya.
Selain agenda terkait energi terbarukan, delegasi Selandia Baru juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk bertemu dengan sejumlah organisasi non-pemerintah (NGO) mitra kerja di Maluku. Di bidang pendidikan, Kedutaan Besar Selandia Baru turut mempromosikan peluang studi pendidikan tinggi di Selandia Baru bagi mahasiswa Indonesia. Setiap tahunnya, sekitar 70 pelajar Indonesia memperoleh kesempatan untuk menempuh studi dan penelitian di Selandia Baru, dengan pembukaan pendaftaran dijadwalkan mulai 1 Maret.
Ms. Halliburton menyampaikan apresiasi atas diskusi yang berlangsung bersama para pimpinan institusi di Maluku. Ia menilai terdapat antusiasme yang kuat dari kedua belah pihak untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama, baik dalam bidang energi terbarukan maupun pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.(DM-04)